
. . .
"Aku nggak nyangka Billy ninggalin kita secepat ini Tan", sesal Kamila.
Gadis paling populer di kampus itu menghela napas panjang, menatap langit malam disamping seorang pria muda.
"Mila, gue minta maaf.. Gue yang salah Mil. Kalo aja waktu itu lebih cepet bawa bantuan untuk nolong Billy. Pasti sekarang dia masih ada sama kita", Sultan merutuki dirinya sendiri.
"Tan, aku nggak bermaksud nyalahin kamu. Ini semua udah takdir. Cuma aku masih belum siap dengan kepergian Billy. Sebelum pergi dia banyak ninggal momen berharga sama aku", kenang Kamila.
Mereka 3 sekawan. Billy, Sultan, Kamila ketiganya mahasiswa jurusan hukum. Mereka cukup sering melakukan kegiatan alam seperti camping bersama teman-teman mapala yang lain. Kegiatan ini cukup menantang bagi Kamila.
Dibalik kekompakan mereka selama ini ternyata Billy telah memendam perasaan cinta pada Kamila. Namun belum pernah berani mengungkapkannya. Dia hanya bisa bercerita pada Sultan, orang terdekat Kamila juga.
__ADS_1
Sementara Billy dengan leluasa memiliki tempat untuk bercerita tentang orang yang dia sukai, tapi tidak dengan Sultan. Sultan menyukai orang yang sama. Tapi dia memilih untuk mengalihkan rasa itu sebab sahabatnya juga mencintai gadis idamannya.
Waktu itu Kamila sedang tidak ikut kegiatan camping. Billy dan Sultan hanya nanjak berdua. Tak diduga suhu udara ketika hampir mencapai puncak terlalu dingin, hingga Billy mengalami hipotermia.
Sultan meninggalkan Billy untuk mencari bantuan karena Billy benar-benar tidak bisa bergerak untuk jalan. Separuh perjalanan ia bertemu dengan pendaki lain dan meminta pertolongan. Nahas ketika sampai ditempat dimana Billy ditinggalkan, sahabatnya itu tewas karena gigitan ular berbisa.
Tahun berlalu, waktu berganti hingga akhirnya Sultan menikahi Kamila dan dianugerahi seorang anak laki-laki bernama Arya. Bahkan kini ketika Arya sudah dewasa dan menikah, Sultan tak juga pernah menceritakan tentang perasaan Billy pada Kamila, istrinya.
Dia menyimpan rapat-rapat rahasia itu. Rahasia yang terkadang membuatnya merasa bersalah kalau-kalau ternyata Kamila, istrinya juga mencintai Billy, sahabatnya. Terlebih ketika sekarang ia berbaring di rumah sakit karena serangan jantung tiba-tiba, seperti memicu kenangannya bersama Billy pada saat-saat terakhir.
"Nggak kok mah, Papah tiba-tiba suka keinget Billy", terangnya.
"Billy? Kenapa tiba-tiba Papah teringat sama Billy?", tanya Mamah.
__ADS_1
Sudah lama sekali, semenjak mereka menikah mereka hampir tak pernah lagi membahas soal Billy. Karena Papah sempat menyalahkan diri sendiri atas tewasnya Billy saat mereka naik gunung berdua.
"Papah terbaring disini, kesakitan. Mungkin seperti ini rasanya waktu Billy meregang nyawa Mah", keluhnya.
"Pah, jangan ngomong gitu.. Mamah belum siap Pah",mohon Mamah.
"Papah harus kuat kan mah? Papah mau lihat cucu kita nanti",
"Iya pah, kita doain Arya terus ya, kita dukung mereka ya pah", Mamah memberi semangat.
Dokter bilang keadaan Papah semakin membaik. Papah memiliki kekebalan tubuh yang bagus. Namun begitu untuk seterusnya Papah dilarang untuk berolahraga malam hari, atau aktivitas yang membuatnya terlalu lelah dan memerlukan banyak tenaga.
Jika tidak ada halangan, besok siang Papah sudah bisa dibawa pulang kerumah. Namun ada hal yang membuat Papah merasa sedih, karena untuk sementara waktu Papah harus menggunakan kursi roda hingga kondisinya benar-benar sehat kembali..
__ADS_1
. . .
Bersambung..