
. . .
Yasmeen sedang menyiapkan makan pagi di dapur, sementara Arya pamit ke tempat Gym di lantai bawah. Tiba-tiba smartphone Yasmeen berdering,
Sebuah pesan masuk. Yasmeen tersentak sejadi-jadinya ketika dia membuka isi pesan itu. Terpampang foto yang dikasihinya sedang beradu cium dengan wanita lain. Wanita pertama yang membuatnya cemburu, Alyna.
Yasmeen terduduk dengan bulir air mata yang mengalir deras. Tak percaya akan apa yang dilihatnya.
"Mas Arya tega melakukan ini?", batinnya.
Belum tuntas soal Rania, ada lagi ternyata yang lebih pedih. Yasmeen berlari keluar unitnya dengan telepon genggam di tangan dan air mata yang berderai. Menuju ke tempat Gym di lantai 2. Banyak orang di lift memandangi Yasmeen yang terlihat kacau.
Sesampainya di Gym Yasmeen langsung mencari Arya. Seolah tak menemukannya dimana-mana. Yasmeen hampir keluar dari tempat itu sampai seseorang memegang pergelangan tangannya.
"Sayang, kenapa ke sini?", tanya Arya.
Melihatnya dengan keadaan bingung dan berderai air mata, Arya mendekapnya dengan erat.
"Ada apa sayang? Apa yang salah?",
Yasmeen tak menjawab, dia langsung memberikan smartphonenya kemudian kabur entah kemana. Arya yang berusaha mengejarnya kehilangan jejak. Lalu mencari tahu apa yang istrinya ingin tunjukkan dengan tingkah kekanakan seperti itu.
Dilihatnya smartphone Yasmeen dan langsung terpampang fotonya berc*uman dengan Alyna. Arya terkejut. Bagaimana bisa kejadian ini terekam? Dia harus menjelaskan pada Yasmeen bahwa ini tidak seperti yang dia lihat.
Arya kembali ke unit apartemennya, ternyata Yasmeen tidak di sana. Mencari ke tempat-tempat terdekat yang mungkin Yasmeen tuju ternyata juga tidak ada di sana.
__ADS_1
Arya mulai kalut. Sampai telepon genggamnya berbunyi. Dari tetangga sebelah, namanya Damar.
"Pak Arya maaf, sedang di mana ini?", suara dari telepon.
"Oh ya mas Damar, saya di apartemen. Di lantai 3. Ada apa?",
"Maaf pak, ini saya di Gym. Istri bapak masih di sini",
"Tolong tunggu saya di sana", jawab Arya singkat.
Arya kembali ke Gym dan mendapati Yasmeen benar ada di sana. Dia langsung mendekap istrinya dengan perasaan bersalah.
"Yasmeen dari mana? Mas cari yasmeen dari tadi", ucapnya dengan tidak melepaskan pelukan.
"Kita pulang ya sayang",
"Sama-sama pak", jawab pria muda itu. Damar anak muda pemilik satu unit apartemen mewah di sini. Dia juga sering pergi ke Gym hingga akrab dengan penghuni lain.
"Apa-apaan ditengah kekacauan seperti ini bisa-bisanya muncul laki-laki yang sok jadi pahlawan", gumam Arya yang dalam keadaan kalut.
. . .
"Sayang mas bisa buktiin kalau foto itu nggak seperti yang Yasmeen pikirkan",
Yasmeen masih diam seribu bahasa dan membiarkan penjelasan Arya. Hatinya sakit melihat foto itu apapun penjelasannya.
__ADS_1
Arya memutuskan pergi ke kantor untuk meminta rekaman CCTV saat kejadian. Beruntung di ruangan pribadinya ada kamera pengawas.
Yasmeen merasa dilema, apakah harus percaya suaminya atau harus waspada. Ditengah kesedihan dia menuliskan sebuah puisi.
RISAU
Saat sang angin mulai membisikkan tentangnya
Namun aku tak pernah tahu apa maksudnya
Seakan menyentuh, sampai menusuk relung kalbu
Hingga membuat hati ini menjadi bisu
Namun, entah apa isi bisikan angin itu
Yang ku harap hanyalah berita kesenangan
Tanpa disertai dengan duka dalam hati
Namun, nyatanya bukan itu maksud dari sang angin
Hingga rasa gelisah pun mulai tertanam pada hati dengan seketika
Dan membuat penat bertanya
Yasmeen cukup pandai merangkai kata. Banyak puisi tersimpan rapi dalam ponselnya yang jadul.
__ADS_1
. . .
Terimakasih sudah membaca 💜 Jangan lupa like, komen dan share ya