Berlianku Yang Rapuh

Berlianku Yang Rapuh
PRAHARA RUMAH TANGGA


__ADS_3

...


Yasmeen terdiam mengingat kejadian di ruang pemeriksaan tadi. Suaminya begitu akrab dengan dokter cantik itu. Bisa-bisanya mas Arya menyentuh tangan wanita itu dengan luwes. Yasmeen tidak tahan membayangkan mas Arya seakrab itu dengan wanita-wanita di luar sana, dengan rekan-rekan kerjanya.


"Sayang, Yasmeen laper nggak? Mau makan apa?", tanya Arya mengagetkan lamunannya.


"Yasmeen nggak lapar mas", sahutnya singkat.


Arya menggamit jemari Yasmeen dengan tangan kirinya, sementara tangan kanan tetap memegang kemudi. Digenggam dan sesekali ibu jarinya mengusap. Dia tahu istrinya sedang cemburu.


Yasmeen mengalihkan pandangan, memalingkan wajahnya ke arah jendela samping. Arya sedikit menarik tangannya agar sampai untuk dikecup.



Lalu diusap-usapkannya punggung tangan Yasmeen ke dada. Yasmeen yang diperlakukan begitu akhirnya menoleh. Arya tersenyum, namun tetap tak menjelaskan apa-apa.


Yasmeen tak bisa lagi menahan rasa kesalnya. Dia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Arya. Lalu memalingkan wajahnya untuk menangis. Arya yang sudah tidak bisa berpura-pura bodoh lagi akhirnya menepikan mobilnya di SPBU.


"Sini sayang", bujuk Arya dengan mencondongkan badannya untuk memeluk Yasmeen.


Apapun suasana hati Yasmeen, pelukan Arya lah obatnya. Hatinya sedang kacau dan air matanya pun berderai. Tapi di pelukan suaminya rasanya begitu nyaman.


"Mas Arya yang salah, mas minta maaf.. Yasmeen kesal ya sama mas?",


Yasmeen hanya mengangguk sambil sesenggukan. Sungguh wanita yang rapuh. Kadar kedewasaan mereka benar-benar berbeda jauh.


"Apa mas Arya punya banyak teman wanita yang seperti dokter itu", tanya Yasmeen masih dengan suara yang sesenggukan.

__ADS_1


"Sayang minum dulu", ucap Arya sambil membukakan sebotol air mineral.


Yasmeen menggeleng, "Jawab mas", katanya dengan nada sedikit meninggi.


"Sayang.. Mas punya banyak teman wanita bukan berarti mas suka dengan mereka",


"Tapi Yasmeen cemburu mas! Mas Arya tadi pegang tangan dokter itu! Yasmeen nggak pernah begitu sama laki-laki lain!",


"Sayang.. Maafin mas yang masih banyak khilaf ini.. Mas Arya janji, mas akan lebih berhati-hati. Mas akan belajar mengimbangi Yasmeen. Hhmm?", angguknya.


"Mas.. Apa sebenarnya Yasmeen nggak pantas untuk mas Arya? Yasmeen cuma lulus madrasah aliyah. Yasmeen seperti kambing congek waktu mas ngobrol sama dokt.. Hmmmph..hmmp", belum selesai menuntaskan kata-katanya, Arya keburu ******* bibir Yasmeen. Untung saja aktifitas mereka tidak terlihat dari luar karena menggunakan privacy glass. Arya membungkamnya cukup lama hingga Yasmeen mulai mencengkram dadanya karena hampir kesulitan bernapas.


Setelah dilepaskannya hisapan itu Arya menempelkan hidungnya ke hidung Yasmeen dengan napas yang menderu. Lalu dengan tatapannya yang tajam dia berbisik, "Jangan bilang seperti itu lagi sayang, atau nanti mas hukum", ancamnya.


Masih berjarak 1 inci dari wajah Yasmeen, Arya memejamkan matanya dengan napas yang terengah-engah. Membelai wajah sang istri lalu mencium keningnya dengan lembut.


Yasmeen mengangguk. Mereka saling berpelukan dan memaafkan satu sama lain.


"Mas, tolong ingat Yasmeen setiap kali mas sedang bersama teman wanita. Tolong jangan pernah bertemu teman wanita berduaan aja", pinta Yasmeen.


"Ya sayang, mas Arya janji. Mas akan ingat itu",


...


Waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB. Arya masih berkutat dengan laptop sementara Yasmeen tertidur disebelahnya. Arya menengok ke sebelah lalu memberi istrinya sebuah kecupan yang lembut.


Memeriksa laporan keuangan kantornya cukup membuat mata lelah. Arya menyambar smartphone nya yang tergeletak di nakas samping tempat tidur. Sudah lama dia tak berselancar di sosial media. Dan memang dia bukan tipe pria yang selalu update kabarnya di dunia maya. Karena itu, Arya termasuk orang yang tidak mudah untuk dihubungi. Saat membuka insta dia menemukan notifikasi permintaan mengikuti.

__ADS_1


*Deg*


"Alyn", bisiknya.


Arya membuka profil dokter cantik itu. Di situ terpampang foto-foto Alyna mulai dari aktifitas kerjanya, kegiatan yoga dan foto-foto plesir ke luar negeri. Beberapa foto dengan baju sexy juga terpampang di sana.


*Tring* notifikasinya berdering lagi. Ternyata pesan inbox dari Alyn.


'Jahat lo Ya, gue udah follow dari 3 tahun yang lalu baru di konfirm', ketik wanita itu yang ternyata sedang sama-sama online.


'Sorry Lyn, gue jarang main ginian', balas Arya.


'Weekend ada acara nggak Ya? Gue denger anak-anak alumni mau bikin acara',


'Hmm.. Ada sih, gue ada acara Lyn'


'Wah, sibuk ya bapak CEO. Ayolah sekali aja dateng ya',


'Maaf ya Lyn, gue ada acara sama istri',


'Aduh kalo udah ngomongin istri gue nggak bisa bujuk lagi deh. Btw inget pesen gue tadi ya, puasa dulu! Jangan lupa obatnya diminum biar cepet sehat lagi. Salam buat dek Yasmeen ya! Kayaknya nggak cocok deh kalo gue panggil bu Yasmeen', ketik Alyna. "Nggak cocok karena harusnya gue yang dipanggil nyoya Arya", gumam Alyna di sana.


'Siap bu dokter', balas Arya mengakhiri obrolan.


. . .


Terimakasih sudah membaca. Dukung karya ku ya. Jangan lompat bab, kasih komen, like dan share. Luv luv ❤️

__ADS_1


__ADS_2