
. . .
Berkali-kali Rania mencoba menggugurkan janinnya sendiri namun Tuhan menakdirkan bayi itu menjadi mahluk yang kuat. Setiap kali Rania periksa kehamilannya dokter selalu berkata bayinya sangat sehat. Walaupun dari luar perut Rania terlihat kecil, namun bayinya tumbuh dengan berat yang normal. Hanya saja posisinya seperti sedang bersembunyi di dalam rahim Rania.
Merujuk pada hukum ini:
Ada banyak sisi dari wanita yang hamil di luar nikah, antara lain :
1. Wanita yang berhubungan badan diluar nikah akan gampang sekali hamil, hanya sekali berhubungan badan bisa langsung hamil. Hal ini berbanding terbalik dengan wanita menikah yang sangat susah untuk hamil, bisa berbulan bulan bahkan bertahun tahun.
2. Wanita yang hamil diluar nikah bisa menyembunyikan perutnya yang membesar sehingga kelihatan biasa saja. Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang akan membesar perutnya saat hamil.
7 bulan usia kehamilan Rania, tapi tidak ada yang janggal dari penampilannya. Rania tetap melangsungkan pernikahan dengan Arya kekasihnya, bukan dengan Daniel, ayah biologis dari janin yang dikandungnya.
Di pernikahan itu, Daniel yang tak lain adalah sahabat Arya sejak kecil menjadi saksi pernikahan mereka. Sekuat hati Daniel menahan sakit melihat wanita dan calon ibu dari anaknya menikah dengan pria lain. Salah siapa? Mereka sendirilah yang bermain api dalam cinta segitiga ini.
"Selamat ya bro..", Ucap Daniel merengkuh dan menepuk pundak Arya.
"Thank you bro, gue berdoa supaya lo cepat nyusul", balas Arya yang memberikan senyum tulus, belum mengetahui rahasia besar yang akan membuatnya merana.
"Selamat ya Ran..", Daniel menggamit tangan Rania dengan mata berkaca-kaca.
"Mma.. Makasih Dan", jawab Rania gemetar.
Arya yang tulus tak menyadari kejanggalan itu. Sehingga pesta pernikahan berlangsung sewajarnya.
Malam itu seharusnya menjadi pengalaman pertama bagi mereka berdua, namun nyatanya Rania telah mencuri start. Di salah satu room hotel tempat mereka melangsungkan resepsi pernikahan itu mereka menghabiskan malam pertama Arya.
"Kamu nggak sakit by?", tanya Arya ketika berhasil menerobos dengan mudah.
"Nggak by, cepat by jangan berhenti..", racau Rania yang hampir menuju puncaknya.
Arya yang merasa semua normal gencar melancarkan aksinya hingga setengah tenaganya terkuras dan hampir rebah seluruh tubuhnya di atas Rania.
"By perutku sakit, jangan menindih perutku", pinta Rania..
"Oh maaf sayang, aku nggak sengaja", jawab Arya.
"Nggak apa-apa by, aku sayang kamu.. By, jangan pernah tinggalin aku", ucap Rania yang terdengar seperti sedang ngelantur.
Arya mengecup kening wanita itu dan menyibakkan rambutnya yang dibasahi peluh.
"Aku juga sayang kamu by, kamu hari ini cantik sekali",
__ADS_1
"Jadi kemarin-kemarin aku nggak cantik?", desis Rania.
"Cantik, semakin hari kamu semakin cantik",
. . .
Pagi itu tak ditemukannya tanda kegadisan yang biasa diceritakan orang. Tapi Arya bukan pria kolot. Dia tahu bahwa robeknya selaput dara pertama kali saat berhubungan intim juga tidak harus ditandai dengan keluarnya bercak darah. Pasalnya, ada selaput dara yang masih utuh juga bisa jadi tidak mengeluarkan darah karena pada saat berhubungan tidak sampai menyentuh pembuluh darah pada area **** *.
Rania keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono dan rambut yang tergerai basah. Berjalan perlahan mendekati Arya yang duduk di sudut ranjang.
"Hayo lagi mikirin apa?", bisiknya spontan sambil memeluk Arya dari belakang.
"Hmm.. Mikirin apa ya.. Mikir program hamil aja yuk by", jawab Arya.
Rania tersentak dan menelan salivanya dengan gugup.
"Ha.. Hamil by?", gagapnya mengingat usia kandungannya sudah semakin tua dan dia tidak pernah berhasil menggugurkannya.
"Iya mby.. Kamu setuju kan kalau kita segera punya anak? Pasti dia lucu by.. Mirip kamu", jelas Arya.
"I.. Iya by, aku juga senang kalau kamu maunya begitu",
. . .
2 Bulan pernikahan mereka berjalan. Pasangan ini bahagia menjalani kehidupan pengantin baru. Hingga pada suatu hari, Arya menemukan Rania terduduk di kamar mandi dengan kondisi berlumuran darah.
"Biar Papah yang nyetir! Kamu temani Rania di belakang!", teriak Papah yang kala itu tak kalah panik.
"By, bangun by.. Kamu kenapa?", Arya mencoba menyadarkan Rania.
"By, maaf..", bisik Rania.
Rania langsung masuk ke IGD. Dan ketika dokter keluar semua langsung tersentak.
"Ibunya mengalami pendarahan, tapi kondisi bayi sangat sehat. Masih memungkinkan untuk dilahirkan secara normal, tapi kami tetap meminta persetujuan keluarga", ucap dokter.
"Apa dok? Bayi? Maksud dokter apa?", tanya Mamah yang langsung bisa mencerna informasi dari dokter.
Arya terduduk lemas, tak kuasa menjawab pernyataan dokter. "Bayi siapa itu? Berita apa ini?", Gumamnya.
Rania berhasil melahirkan bayinya dengan normal, bayi perempuan yang cantik. Secantik ibunya. Arya mendekati Rania yang terbaring di ranjang perawatan. Netranya memerah dan air matanya menggenang.
Dengan gontai ia menopang tubuhnya pada side rails ranjang Rania.
__ADS_1
"Jelasin by.. Apa maksudnya ini semua?", tanya Arya dengan air mata yang tak tertahankan lagi.
"Mmmaaaf by.. Maafin akuu..", pinta Rania dengan terisak.
"Siapa ayah dari anak itu?",
"By maafin aku by.. Aku cinta kamu by", ucap Rania dengan gemetar.
"SIAPA?! JAWAB AKU SIAPA?!", Bentak Arya yang tak sanggup lagi menahan amarahnya.
"Daniel by", ucap rania lirih.
"DANIEL?! TEGA KAMU RANIA!", Arya belum mampu menurunkan nada bicaranya.
"Hari ini juga, aku ceraikan kamu Rania!"
Arya keluar dan membanting pintu. Seketika itu dunia Rania runtuh. Dan tak kalah hancurnya hati Arya yang tulus mencintai Rania.
. . .
Rania tersentak dari tidurnya. Melihat sekeliling dan hanya mendapati Daniel di sebelahnya.
"Sayang kamu mimpi lagi?", belai Daniel dengan lembut. Dia sangat mencintai Rania apapun kondisinya.
"Arya mana Dan, Arya mana?", racau Rania.
"Bunda.. Bunda udah bangun?", kata anak perempuan yang baru saja keluar dari kamar mandi dalam ruangan itu.
"Sini sayang, Bella kangen ya sama bunda?", ucap Daniel merentangkan lengannya untuk disambut oleh anak itu.
"Bella..", bisik Rania lirih.
"Ya bunda, Bella kangen bunda. Bunda cepat pulang ya",
"Bella kenapa di sini?", ucap Rania yang terbaring lemah.
"Bella maksa ikut ke sini Ran, dia kangen banget sama kamu. Cepat sehat ya sayang", jelas Daniel.
"Bunda, kata ayah Bella sebentar lagi punya adik ya?", tanya anak itu polos.
8 tahun telah berlalu. Rania masih terjebak dalam masa lalunya bersama Arya. Sungguh penyesalan yang tak dapat diperbaiki. Meski begitu, Daniel lelaki yang akhirnya mengambil tanggungjawab sebagai suaminya begitu mencintai Rania walau tak pernah memenangkan hatinya..
. . .
__ADS_1
Bersambung..
Episode sebelumnya dan episode ini adalah cerita flashback tentang Arya, Rania, dan Daniel. Semoga pembaca tetap suka karyaku. Dukung author ya biar makin semangat menulis cerita ini.. Terimakasih 😊