
...
Benar memang tidak ada rumah tangga yang sempurna. Baru saja Arya dan Yasmeen mengecap manisnya pernikahan, kini mereka sedang dibayang-bayangi kehadiran orang ketiga.
Arya sangat khawatir akan keutuhan rumah tangganya. Dia benar-benar tidak ingin pernikahannya kandas untuk yang kedua kalinya. Kenapa Alyna bisa berbuat nekad seperti itu? Kenapa tiba-tiba Alyna menciumnya?
Ah.. Dia tak habis pikir. Sekarang hubungan dengan teman dekatnya menjadi canggung.
"Mas, nanti kalau Yasmeen hamil kita cari klinik lain ya?", ucap Yasmeen tiba-tiba.
"Yasmeen mau ganti dokter? Tapi dokternya harus perempuan, mas cemburu kalau dokternya laki-laki",
"Yasmeen cemburu kalau dokternya mba Alyna",
"Sayang.. Please jangan mulai..",
"Iya mas, atau nanti kalau Yasmeen hamil periksanya ke bidan aja?",
*Ting tong... Ting tong..*
Suara bel apartemen. Arya bergegas membuka pintu. Tanpa melihat CCTV. Tak disangka, yang bertamu adalah orang yang kehadirannya tidak diinginkan. Dari ambang pintu Arya menahan tamunya masuk,
__ADS_1
"Daniel, mau apa lo ke sini",
"Rania bro, gue ke sini untuk Rania. Bisa gue jelasin sebentar?", pinta Daniel.
"Bro kata lo? Gue bukan sodara lo dan gue nggak mau tau lagi urusan kalian berdua!",
"Please Ya, kali ini gue mohon tolong gue",
"Siapa mas?", Yasmeen keluar kamar karena mendengar suara ribut dari ruang depan.
"Masuk!", bentak Arya pada Yasmeen.
*Brak*
Selang beberapa waktu sebuah pesan WhatsApp masuk ke smartphone Arya.
'Rania overdosis obat penenang bro, dia manggil-manggil nama lo terus', terang pesan dari nomor baru itu.
Arya tak mau menghiraukannya. Toh apapun yang terjadi dia tidak bertanggungjawab atasnya. Dia memilih kembali ke kamar untuk menjelaskan pada Yasmeen atas sikapnya barusan.
__ADS_1
"Sayang, maaf tadi mas kasar", bisiknya di telinga Yasmeen yang sedang berbaring membelakanginya.
Yasmeen hanya mengangguk, lalu mereka menjadi canggung. Arya yang sedang lelah mental membiarkan Yasmeen. Memberi ruang agar Yasmeen bisa lebih tenang. Lalu memutuskan untuk mandi dibawah guyuran shower agar hati dan kepalanya dingin.
Saat Arya berada di kamar mandi smartphone nya beberapa kali berdering. Yasmeen penasaran, Dibukanya pesan-pesan itu dan mendapati foto Rania yang sedang terbaring lemah.
Hatinya kacau, kemarin dokter sekarang masa lalunya. Berat sekali ternyata mencintai seorang Arya. Tanpa diduga Arya keluar dari kamar mandi dan mendapati Yasmeen sedang membuka smartphonenya.
"Mas mau pergi?", tanya Yasmeen dengan polos.
"Nggak sayang, Yasmeen udah baca pesan itu? Mas nggak mau menemui dia",
"Mas, Yasmeen cemburu", rengeknya.
"Sayang, jangan terlalu dipikir soal itu. Kita fokus dengan pernikahan kita ya?",
"Mba Rania sakit overdosis, apa itu mas?",
(Overdosis adalah efek samping serius yang timbul karena konsumsi obat lebih dari jumlah normal. Overdosis umumnya terjadi karena penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Overdosis merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera. Overdosis yang tak ditangani dapat menyebabkan kematian)
"Sudah lah sayang, mas mohon biarkan saja. Jangan dibahas",
__ADS_1
"Tapi..",
"Yasmeen please. Mas Arya nggak tau kenapa bisa begitu. Tapi tolong bantu mas untuk menjaga keutuhan rumah tangga kita. Mas nggak ingin kita jadi canggung begini. Mas nggak mau pergi",