
Sendirian di apartemen. Istirahat di kamar dengan jendela besar yang terbuka. Dengan balkon yang nyaman sekedar mengamati sibuknya kota jakarta dari lantai 24. Cukup menyenangkan bagi Yasmeen yang introvert. Dia menikmati harinya sebagai nyonya di rumah, sesekali menghirup udara bebas kota jakarta dari ruang terbuka itu.
Arya berpesan nanti akan pulang sebelum sore. Dia juga meninggalkan sebuah smartphone untuk kepentingan komunikasi. Semua bahan makanan tersedia di lemari pendingin yang dipesan tadi pagi via service apartment. Wah, hidup bermalas-malasan yang diimpikan banyak gadis.
Yasmeen tidak heran dengan kehidupan seperti ini. Dia masih bisa mengingat masa-masa bersama orangtuanya yang serba berkecukupan.
Sejak pagi Yasmeen merasa sangat letih. Meski seharian dia tidak mengerjakan aktivitas berat sama sekali. Perut bagian bawahnya juga terasa nyeri.
Handphone berdering, ternyata panggilan dari Mamah.
"Assalamualaikum nak, lagi apa sekarang?", sapa suara di seberang sana.
"Waalaikumsalam warahmatullah, Mamah.. Yasmeen lagi istirahat. Mamah kemarin sampai rumah jam berapa?",
"Kok suaranya lemes banget. Yasmeen lagi nggak enak badan ya?",
"Nggak kok Mah, mungkin karena capek aja", jawabnya dengan suara sedikit serak.
"Mas Arya nggak nakal kan sayang?", goda Mamah.
"Nggak kok Mah.. Mas Arya baik sekali, Mamah juga. Yasmeen kangen Mamah",
"Yaudah, nanti minta Mas antar Yasmeen kesini ya. Yasmeen kan belum ke rumah Mamah",
"insyaAllah kata Mas Arya nanti weekend kami ke rumah Mamah. Maaf ya Mah.. Kami belum sempat ke rumah",
"Hmm.. Mamah ngerti sih Mas sibuk banget. Tapi Mamah mau ngomongin soal resepsi pernikahan kalian",
"Resepsi mah? Kok Mas nggak bilang, mau ada pesta pernikahan?",
__ADS_1
"Ini permintaan Mamah, Arya memang belum bilang nak. Yaudah Yasmeen istirahat kalo gitu",
...
Pukul 15.45 WIB Arya pulang dan mendapati istrinya tertidur dengan wajah yang sembab.
"Assalamualaikum.. sayang, putri tidurku. Mas pulang", goda Arya sambil menciumi Yasmeen.
"Mas.. Perut Yasmeen sakiiitt", isaknya.
Ternyata sejak tadi Yasmeen menahan rasa tidak nyaman. Arya menawarkan untuk periksa ke dokter tapi dia menolak.
"Sayang kenapa nggak telepon Mas dari tadi? Kita ke dokter ya? Please..", bujuk Arya.
Setelah dibujuk dengan sabar akhirnya Yasmeen mau dibawa ke klinik. Mereka bergegas ke sebuah klinik bersalin yang disana pasti ada jadwal praktek dokter SpOG (dokter kandungan).
...
Dengan didampingi suaminya Yasmeen masuk ke ruang pemeriksaan. Beruntung mereka datang saat ada jadwal praktek dokter perempuan.
"Silakan duduk", kata dokter berambut ikal dan mengenakan masker itu.
"Ibu Yasmeen ada yang bisa saya bantu?", tanyanya lagi dengan ramah.
"Mm.. Itu.. Perut saya sakit dok", jawab Yasmeen malu-malu.
"Begini dok, jadi kami baru saja menikah. Mungkin istri saya perlu perawatan luka", terang Arya lebih jelas.
"Wah, jadi pak Arya sudah menikah lagi ya? Saya ketinggalan berita nih", sahut dokter.
"Maksudnya dok?", tanya Arya heran.
__ADS_1
Dokter cantik itu lalu membuka masker dan membuat Arya mengenalinya. Ternyata dia bukan orang asing.
"Alyn! Kok? Bukannya lo di Aussie ya?", gelagap Arya.
"Apa kabar lo Ar? Gue baru aja mulai praktek sebulan yang lalu", jawabnya dengan akrab.
Mereka berbincang sangat akrab bahkan bersalaman. Membuat Yasmeen merasa tidak nyaman. Ternyata seperti ini pergaulan suaminya. Yasmeen yang lugu semakin tidak bisa membayangkan bagaimana keseharian Arya saat dia tidak disampingnya.
"Sayang, kenalin ini teman sekolah Mas", kata Arya yang mulai menyadari perubahan air muka Yasmeen.
"Hay, saya teman SMA Arya, Alyna", sapa dokter itu menyalami Yasmeen.
"Yasmeen", jawabnya singkat.
"Oh iya ini bener ya ibu Yasmeen usianya 18 tahun? Pantesan masih muda banget", celoteh bu dokter membuat Yasmeen merasa semakin tidak nyaman.
"Benar dok",
"Yaudah nanti kita ngobrol lagi. Lyn tolong periksa istri gue. Gue takut kenapa-kenapa, soalnya dari kemarin katanya sakit terus", jelas Arya.
"Kayaknya wajar deh, pengantin baru. Bapak jangan terlalu semangat dong! Haha", canda dokter itu.
Setelah diperiksa ternyata tidak ada yang salah. Diagnosa sementara karena Yasmeen terlalu tegang. Mereka disarankan untuk tidak melakukan aktivitas suami istri selama beberapa hari. Sebelum pulang mereka sempat bercerita tentang kabar masing-masing dan bagaimana pernikahan Arya terjadi.
Sebab Alyna tahu betul Arya memang pria yang ramah, tapi untuk merebut hatinya benar-benar tidak mudah. Alyna cukup heran dengan kisah mereka berdua. Namun dengan mengamati Yasmeen, Alyna paham. Bahwa ternyata Arya akan bertekuk lutut pada wanita penurut dan cenderung polos. Bukan wanita yang terlihat mengejarnya.
Alyna sempat bertukar nomor telepon sebelum mereka berdua pamit pulang. Dia sangat terkejut dengan kenyataan yang didapati. Padahal salah satu tujuannya pulang ke Indonesia adalah untuk mencari Arya. Sebab dia tahu kabar perceraian Arya beberapa tahun silam, namun saat itu masih banyak hal yang menahannya di negeri Kanguru.
"Cih, gadis kampungan itu nggak pantas bersamamu ya!", gumamnya dengan kasar.
__ADS_1
Terimakasih pembaca. Dukung Author ya.. Baca setiap bab, like, komen dan share ❤️