Berlianku Yang Rapuh

Berlianku Yang Rapuh
PRIA BAIK-BAIK ITU SUAMIKU


__ADS_3

***


Arya masih diobservasi di ruang UGD. Mamah yang menunggunya di dalam. Sementara Papah dan Yasmeen menunggu di luar ruangan. Papah memperhatikan ada yang salah dengan menantunya.


"Nak, sendal Yasmeen kemana?", tanya ayah Arya.


"Oh.. Itu, tadi Yasmeen tinggal di mobil Pah, soalnya Yasmeen nggak bisa pakai high heels", jawabnya.


"Kakimu masih sakit? Biar Papah belikan sendal dulu, barangkali di koprasi rumah sakit ada. Tunggu di sini",


"Terimakasih Pah, maaf merepotkan", kata Yasmeen.


Selang beberapa menit Mamah keluar dari UGD dan menyampaikan bahwa Arya sudah bisa pindah ke kamar perawatan.


"Semua baik-baik aja sayang, cuma gerdnya kambuh. Mungkin mas cuma kelelahan", jelas Mamah. Mamah terlihat cukup tenang, seperti sudah biasa mengalami kejadian seperti ini.


"Alhamdulillah, Yasmeen takut mah", sahutnya sambil menghambur ke pelukan ibu mertua.


"Nggak apa-apa sayang. Ngomong-ngomong Papah kemana nak?", tanya Mamah.


"Maaf mah, tadi Papah bilang mau ke koperasi sebentar. Mau belikan sendal jepit untuk Yasmeen", jelasnya sambil melihat kakinya yang tak beralas.


"Ya Allah nak, kemana sendal Yasmeen?",


"Yasmeen lepas di mobil Mah, kaki Yasmeen belum bisa dipakaikan high heel", ucapnya.


"Masih sakit kakimu nak?"


"Nggak kok Mah, cuma belum lancar dipakai jalan"


***


Di kamar VVIP Arya masih tertidur dibawah pengaruh obat. Dengan selang oksigen di hidungnya dan infus ditangan kanannya. Kamar yang cukup besar, ada dua sofa bed dan dua kursi kecil disamping ranjang pasien.

__ADS_1


Mamah dan Papah cerita banyak tentang kehidupan Arya sebelum menikah dengan Yasmeen. Setelah pernikahan pertamanya yang gagal Arya sempat terpuruk. Dokter bilang penyakit gerdnya muncul karena kondisi psikologis Arya yang menahan kesedihan mendalam.


Arya selalu berusaha bersikap baik-baik saja di depan semua orang. Namun sebagai seorang ibu, naluri Mamah begitu peka merasakan luka yang diderita putranya. Sebab itu Mamah selalu memohon agar Arya bisa membuka hati untuk wanita lain. Mamah juga sempat mengenalkan anak sahabatnya dan wanita lain yang dinilai baik. Namun Arya selalu menolak dengan alasan ingin fokus pada bisnisnya.


Arya adalah pria baik-baik. Meski memiliki banyak teman wanita dari berbagai kalangan, dia tidak bermudah-mudahan menjalin hubungan spesial dengan mereka. Walau tak bisa dipungkiri, tidak sedikit wanita yang mendekatinya dengan segala cara.


Wajar saja ketika Arya menjelaskan alasan pernikahannya yang cukup mendadak, Mamah langsung merestui. Sebab sang ibunda percaya bahwa keputusan putranya tidak diambil dengan sembrono.


Adzan dhuhur berkumandang. Yasmeen izin menunaikan sholat, bergantian dengan Mamah agar tetap ada yang menjaga Arya di kamar. Sementara Papah sudah terlebih dulu menuju mushola rumah sakit sebelum tengah hari tadi.


"Mah..", terdengar suara Arya yg payau berusaha memanggil.


Mamah beranjak dari sofa untuk memeriksa kondisi putranya yang masih terbaring lemah. Wanita berusia 65 tahun itu menyibakkan gorden pembatas hingga Arya bisa melihat seluruh isi ruangan.


"Iya nak, gimana rasanya sekarang?", tanya Mamah.


"Yasmeen mana mah?", tanyanya lagi setelah berusaha menelan saliva dengan susah payah.


"Yasmeen baru aja keluar untuk sholat. Sudah baikan rasanya nak?", Mamah masih menanyakan pertanyaan yang sama.


"Mah, tolong bookingkan hotel yang bagus dekat sini", celoteh Arya seperti orang yang mengigau dibawah pengaruh obat bius.


"Nak, kamu belum sadar sepenuhnya ya? Efek obat tidurnya masih ada ya?",


"Mah.. Arya serius, udah nggak kuat Mah", ujar Arya yang semakin tidak jelas.


"Mana yang sakit nak? Sebentar Mamah panggilkan dokter ya?",


"Arya nggak perlu dokter mah, Arya butuhnya Yasmeen", jawabnya meracau.


"Iya sabar, istrimu masih sholat nak",


"Kalo gitu Arya juga sholat dulu", sahutnya sambil beranjak dari ranjang pasien melepas selang oksigen dan menenteng infusnya.

__ADS_1


"Nak, serius udah kuat untuk jalan?", tanya Mamah keheranan.


Kelar mengambil wudhu di kamar mandi Arya menunaikan sholat dengan cara duduk. Ia melakukan kewajiban semampu yang dia bisa karena tangannya masih tertancap infus. Selesai sholat mereka mengobrol lagi sambil menunggu Papah dan Yasmeen kembali ke kamar.


"Nak, kira-kira kenapa gerd mu kambuh?", tanya Mamah yang duduk di samping ranjang pasien sambil mengupas buah untuk Arya.


"Mungkin gara-gara mandi subuh mah. Airnya dingin banget, Arya nggak kuat sebenernya", jawab Arya.


"Mamah udah feeling. Airnya memang dingin banget waktu Mamah wudhu tadi subuh. Mamah yang salah, lupa ngingetin Yasmeen kalo kamu nggak kuat hawa dingin", terang Mamah.


"Udah mah, Arya nggak apa-apa kok. Mungkin juga karena belum sempet buka puasa Mah. Kepala atas sama kepala bawah rasanya pusing semua", jelas Arya sedikit vulgar.


Mamah yang langsung menangkap maksud Arya heran dan berusaha menggali informasi lebih dalam.


"Masa belum belah duren? Kan udah 2 malem nak? Terus semalem ngapain Arya keramas dingin-dingin begitu?", tanya Mamah heran.


"Demi Allah mah.. Belum, Arya cuma nemenin Yasmeen mandi kok, Arya mandi aja sekalian. Yasmeen masih harus ditraining dari awal mah", celotehnya tanpa sungkan.


Ditengah pembicaraan mereka Papah dan Yasmeen masuk secara berurutan.


"Loh, udah sehat nak?", tanya Papah yang melihat Arya sudah sadarkan diri duduk di ranjangnya.


"Arya nggak sakit kok pah", jawabnya ngeles.


"Mas, gimana rasanya sekarang? Mana yang sakit?", berondong Yasmeen sambil mengusap-usap lengan Arya.


Arya tersenyum melihat perlakuan istrinya. Lalu menghentikan usapan Yasmeen dan melingkarkan tangannya di pundak.


"Sini peluk sayang..", ucap Arya degan manja di depan kedua orangtuanya.


"Duh, pindah yuk Mah takut ganggu penganten baru", ledek Papah.


Suasana mencair setelah sempat menegang hari ini. Arya terlihat nyaman dan biasa saat memperlihatkan rasa sayangnya pada Yasmeen didepan kedua orangtuanya. Mamah yang telah lama merindukan senyum Arya yang sebahagia ini merasa terharu.

__ADS_1



Baca terus karya ku ya.. Jangan lupa, like , komen dan share. Terimakasih 🥰


__ADS_2