
...
Pagi itu setelah mengantar Yasmeen ke rumah Mamah, Arya langsung melesat menuju kantornya. Sekotak bekal serta sebotol jus buah tersimpan rapi dalam tas makanan yang dibawakan istri tercintanya. Arya tersenyum, sudah lama ia ingin merasakan makan bekal makanan buatan istri. Dan sekarang Tuhan mengabulkannya. Di hadirkan seorang wanita rumahan dan pandai mengurusnya, merupakan anugerah terindah dalam hidup Arya.
Pagi ini acaranya cukup padat. Meeting bersama kolega dan presentasi produk baru. Lewat tengah hari Arya baru sempat beristirahat. Tiba-tiba smartphonenya berdering saat Arya baru saja merebahkan diri di kursi kerja dalam ruangan pribadinya.
"Jam makan siang nih, gue lagi di daerah SCBD. Bisalah Ya kita lunch sebentar", cerocos suara di seberang sana.
"Assalamualaikum Lyn", jawab Arya.
"Waalaikumsalam pak ustadz, sorry-sorry",
"Gue udah dibawain bekal sama istri, ini baru aja istirahat sih",
"Wah gila sih, seorang Arya makan bekal ya sekarang. Salut loh gue sama istri lo",
"Hmm , cita-cita gue malah ini. Makan bekal buatan istri di kantor. Emm sorry gue makan dulu ya Lyn",
"Oke-oke, selamat makan siang bapak CEO",
Selang beberapa menit Arya menutup telepon dan mulai menikmati makanannya, pintunya diketuk dari luar.
Tok.. Tok..
"Masuk", jawabnya sambil mengunyah makanan.
"Maaf pak, ada tamu di depan", kata asisten pribadinya.
"Siapa Sel?"
__ADS_1
Belum sempat sekertarisnya menjawab, Alyna menyelonong sambil membawa dua cup kopi.
"Gue! He he", jawabnya tanpa rasa bersalah.
"Alyna!", Arya terkejut.
"Maaf bu, ibu nggak boleh sembarangan masuk", larang asisten Arya.
"It's Ok! It's Ok! Dia teman saya, silakan kembali ke depan. Tolong pintunya jangan ditutup ya Sel!", pesan Arya.
"Baik pak", jawab asisten meninggalkan ruangan.
"Sorry Ya, gue cuma mampir sebentar kok, mau ngasih ini. Gue sama temen di depan, jadi nggak bisa lama", terang Alyna sambil menyerahkan Late kesukaan Arya.
"Ngagetin gue aja tau nggak. Sama siapa lo? Pacar?"
"Pacar.. Pacar.. Sini deh gue kasih tau", jelas Alyna sambil menarik Arya untuk bangkit dari tempat duduknya.
Arya yang sama sekali tidak bersiap hanya bisa mematung sepersekian detik.
"Udah gila ya lo Lyn!", bentak Arya sambil mendorong tubuh Alyna agar menjauh.
"Iya! Gue gila Ya! Gue gila karena lo!", sahutnya.
"Keluar lo sekarang!", usir Arya.
"Sorry ya, gue nggak bisa nahan lagi untuk bilang. Gue udah lama nunggu lo Ya!", terang Alyna dengan memelas.
__ADS_1
"KELUAR!", bentak Arya hingga mengejutkan orang-orang di luar ruangan. Semua karyawan di luar ruangan hanya bisa berbisik-bisik sambil menebak apa yang telah terjadi di ruangan bosnya.
Alyna pergi meninggalkan ruangan diikuti seseorang dengan jaket hitam dan membawa sling bag.
"Maaf pak, ada keributan apa barusan? Maaf saya lancang pak", tanya Sela assisten pribadinya.
"Tolong selanjutnya kalo ada tamu hubungi saya lewat telepon dulu",
"Baik pak",
. . .
"Jadi mas Arya bilang nggak mau dibuatin pesta resepsi?", tanya Mamah.
"Maaf mah, sebenernya Yasmeen juga keberatan. Karena Yasmeen nggak nyaman berdiri dihadapan banyak orang. Yasmeen minta maaf mah, kalo kami mengecewakan Mamah", jelas Yasmeen.
"Hmmm.. Kalo itu memang kemauan kalian berdua, Mamah ikut aja deh. Yang penting rumah tangga kalian adem, ayem, Mamah ikut seneng. Oiya, jadi Yasmeen kemarin periksa ke dokter? Kenapa?",
"Iya Mah. Mas Arya yang bujuk Yasmeen supaya diperiksa. Karena Yasmeen..",
"Kenapa? Sakit karena baru pertama ya?",
"Mmm.. Iya Mah", jawab Yasmeen malu-malu.
"Nggak apa-apa nak. Itu wajar kalau baru pertama kali. Yasmeen nggak kapok kan? Mas nggak maksa Yasmeen kan?",
"Nggak kok Mah, mas Arya selalu baik. Mas Arya orangnya penyayang banget",
"Syukurlah kalo begitu, cepat kasih Mamah cucu ya nak? Mamah udah nggak sabar mau gendong cucu",
__ADS_1
"insyaAllah Mah, doakan kami ya"..
...