
Esok hari badai akhirnya mereda matahari mulai naik..dan warga kota mulai melakukan pembersihan...
Dan Yu Chen keluar kota untuk mencari markas bandit...yaitu markas sekte tawon merah.
Yu Chen tiba didepan markas sekte tewon merah
Yu Chen mendapat informasi bahwa ditempat ini memiliki sekitar tiga ratus anggota...
Tak disangka tempat ini hanya berupa kemah..ia mengira dari namanya sekte tawon merah akan memiliki tempat atau gedung mewah.
Ia memeriksa dan merasa aneh..karena sarang tawon merah ini terlihat sepi tak ada penjaga yang menjaga didepan pintu .
Yu Chen melangkah masuk..dan tempat itu sepi tak ada seorangpun..
" Hemm ..sepertinya mereka telah pergi.." Batin Yu Chen..
Karena tak ada apa pun...Yu Chen memutuskan membakar perkemahan yang ada disana..
Setelah membakar habis...ia pergi....
Yu Chen kembali ke kota dan ia membeli kereta kuda karena walau badai sudah berlalu tapi hujan masih saja turun.
Hujan turun begitu deras , membuat kereta kuda Yu Chen berjalan lambat...hujan begitu deras seolah dituang dari langit.
Ia terus berjalan hingga ditikungan langkah kereta kuda terhenti karena ada longsor didepan jalan.
Yu Chen memutuskan memutar jalan dan ia melihat ada jalan kecil di ujung jalan..
Karena ia tak tahu jalan..ia terus jalan karena tak ada pilihan lain...
Jalan kecil tersebut cukup lebar untuk bisa dilewati..kereta kuda Yu Chen terus melangkah memasuki sebuah desa kecil...
Desa kecil itu cukup ramai...Yu Chen mengarahkan kereta kudanya ke bangunan terbesar di desa kecil itu.
Ketika sampai di depan bangunan kecil itu. Seorang pelayan tua menyambut Yu Chen dengan senyuman ramah.
" Tuan muda , silakan berteduh ditempat kami. Meskipun tempat kami sederhana tetapi kami menyediakan makanan terbaik dan arak lezat ." pelayan tua itu menjelaskan penuh semangat.
Mulut Yu Chen tersenyum ramah..namun mata merahnya menyisir seluruh ruangan..
Pelayan tua itu membawa dirinya ke satu meja ...lalu pelayan tua itu pergi ke dapur.
Yu Chen mengeringkan diri dengan handuk. Ia melihat diatas meja ada beberapa bakpao Dirinya sangat lapar mengambil satu...
" hemm..nikmat.." kagum Yu Chen karena lapar makanan sederhanapun jadi terasa enak.
__ADS_1
Sambil menikmati bakpao itu..mata Yu Chen terus memeriksa sekelilingnya.
Tak lama pelayan itu kembali membawa seguci arak wangi ,dia mengatakan koki didapur sedang memasak hidangan istimewa untuknya dan memintanya sabar menunggu.
" Maaf , saya memesan sayur biasa saja , tidak perlu repot - repot " Seru Yu Chen..
" Ah tak masalah ..tuan silakan nikmati arak wangi ini.." Desak pelayan itu..
Karena tak pilihan..Yu Chen menikmati arak itu..dan hemm enak pikirnya..seteguk demi teguk ia minum araknya..
Melihat Yu Chen terus minum arak....pelayan itu diam - diam tersenyum misterius...
Pelayan tua datang membawa hidangan hangat...hidangan itu masih mengepul tampak asap melayang - layang ...wangi harum... Mencium aroma hidangan wangi datang ditambah perut sudah sangat lapar..Yu Chen melahap hidangan itu dengan nikmat.
Usai menghabiskan hidangan itu...Yu Chen mengeluarkan sekeping emas dan beranjak keluar ..tiba - tiba kepalanya menjadi pusing..
" Apa yang terjadi ?? Keluhnya sambil memegang kepala. Matanya melirik kearah pelayan tua itu.
Berbeda dengan sebelummnya , pelayan tua itu kini tersenyum sinis..lalu menjawab mencibir..
" Ah..ini aku tak tahu.... Aku lupa bertanya hidangan apa yang dimasak oleh koki didapur hehehe " ia menjawab sambil terkekeh.
Yu Chen terus memegang kepalanya lalu badannya agak bergoyang dan terduduk lemas..
" Apa yang koki masukkan dalam masakanya..?? Tanya Yu Chen dengan suara gemetar.. wajahnya terlihat pucat...
Yu Chen tak berdaya...ia pun jatuh pingsan..
"hahahah...kakak kita berhasil.." pelayan tua itu berseru dan dari dalam dapur keluar kakek kurus ..kakek itu terkekeh..
" hehehe..kita dapat satu lagi..segera bereskan .... bawa kedalam..." . Perintahnya tegas..
Si pelayan mengganguk lalu berjalan ke arah Yu Chen untuk mengangkat tubuhnya..namun saat ia memegang pundak..
" Desss....." sebuah kaki menendang perutnya..
Serangan mendadak ini mengenai perutnya..pelayan tua itu terjengkang ...ia meringis memegang perutnya yang terasa mules..
Ia melotot melihat Yu Chen berdiri dengan tegak seolah baik - baik saja..
" hemm ..kau bagaimana...?? " tanyanya heran..
" huh racun murahan begitu ..bagaimana bisa mempengaruhiku.." ejak Yu Chen..
" Sejak awal datang.."
__ADS_1
Memang sejak awal tiba Yu Chen sudah merasakan hal mencurigakan...ia tahu pelayan tua itu orang yang berbahaya..ia pura -pura terjebak.
Si Koki pun kaget segera ia mengeluarkan sepasang golok pemotong babi..
Dan si pelayan tua meloncat bangun ditangannya ada sebatang pedang..
Dengan penasaran mereka menerjang Yu Chen..pertarungan hebatpun terjadi di dalam bangunan kecil itu..gerakan keduanya sangat cepat..mereka mendesak Yu Chen sampai ratusan jurus..dan Yu Chen hanya bisa bertahan.
Keduanya terus menyerang..mereka gembira karena bisa mendesak pemuda itu..sambaran pedang dan golok pemotong babi menimbulkan angin hebat yang menghancurkan semua meja kursi tempat itu.
Hingga mencapai puncaknya...mereka meloncat mundur untuk melihat hasil serangan mereka. Mereka berdua telah mengerahkan jurus andalan masing - masing..
Debu menggepul tinggi..sosok Yu Chen tertutup debu..angin sepoi - sepoi meniup perlahan debu itu menipis..dan dari balik debu terdengar bisikan..
" Seni Pengejar Arwah : Sentilan Maut "
Melesat dua sinar hijau ke arah si koki dan si pelayan tua itu..sinar hijau melesat cepat dan mengenai dada mereka..
" Cusss..."
Mereka roboh terjengkang dengan dada bolong...
Debu sudah terangkat terlihat Yu Chen mengebut jubahnya..
" Sial bikin kotor saja..." ia memaki...
Melihat musuhnya tewas Yu Chen tak perduli ..ia melemparkan kedua mayat ke dalam dapur..setelah itu ia duduk kembali sambil menikmati arak..malam sudah datang..ia memutuskan untuk bermalam di rumah makan itu.
Matahari sudah naik tinggi...
Yu Chen naik kereta kuda dan mengarahkan kereta kudanya keluar desa...
Ia melanjutkan perjalanannya...
Yu Chen tak ada tujuan tertentu..dia hanya melangkah kemana kakinya melangkah..menyerahkan segalanya kepada takdir..disana sampai maka ia akan menetap..
Setelah puas di suatu tempat ia akan melangkah lagi ..melanjutkan perjalanan..
Yu Chen terus berjalan memasuki pedalaman wilayah selatan Kekaisaran Han...
Kereta kuda Yu Chen memasuki hutan lebat...siang itu cuaca sangat baik...
Terus berjalan hingga Yu Chen sampai di tempat yang sangat indah...ia tiba ditepi sungai kecil..yang dari atas mengalir air terjun...tempat itu sangat asri dan adem..
Yu Chen meloncat dari kereta kuda..lalu berjalan ke atas batu...ia rentangkan tangan...ia nikmati angin yang menyapu lembut wajah dan tubuhnya ..matanya terpejam...rambut panjang riap riapnnya terurai indah...
__ADS_1
Bersambung....