BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
44. Dusun Salju


__ADS_3

Yu Chen , Yo Lan dan kakek Cu Keng berkelebat masuk ke Istana kuno...begitu masuk mereka tiba disebuah dusun..dusun ini bernama dusun salju.


Dusun salju ini , sebuah dusun besar...mirip sebuah kota yang dikelilingi gunung -gunung besar..dusun ini turun salju yang bisa dikatakan setengah badai..angin dingin berhembus...


" Hemm..dimana kita?? " Yo Lan bertanya


" Sepertinya begitu kita memasuki gerbang ini , kita akan terlempar kesuatu tempat.." Yu Chen menjelaskan setelah mengecek informasi pada sistemnya..kakek Cu Keng hanya diam...


" Ayo .. kita jalan terus .." kata Yu Chen.


Mereka terus berjalan hingga sampai disebuah kedai teh....kedai itu terlihat sepi...mereka tiba di depan kedai teh ..yang segera disambut oleh pelayan wanita tua


" Silakan masuk , tuan -tuan.." kata pelayan wanita tua ramah..


Yu Chen , Yo Lan dan kakek Cu Keng mengikuti si pelayan tua...begitu masuk..kedai yang terlihat kecil..didalam kedai ini menjadi sebuah ruangan yang sangat luas...banyak patung - patung batu...si pelayan wanita tua itu menghilang seolah tak pernah ada..pintu kedai teh itu telah tertutup.


Ruangan ini sangat luas...begitu pintu tertutup ...patung - patung batu yang memegang berbagai senjata itu..tiba - tiba menjadi hidup dan menyerang mereka..patung batu yang memegang busur panah langsung menembak mereka..


" Syurrr...." panah batu itu melesat dengan kecepatan tinggi....sinar hijau keemasan menyambutnya..


" Duar.." panah itu pecah berantakan...sinar hijau itu terus menerobos menyerang patung batu yang memegang busur...terdengar sebuah ledakan..


" Duar.." Patung batu itu hancur berantakan...


patung batu yang lainnya turut menyerang mereka bertiga...total ada dua belas patung batu yang mengeroyok mereka...dan tingkat patung batu ini setara pendeka raja puncak mendekati ranah pendekar suci.


Segera sinar hijau keemasan menyerang patung -patung batu ini..begitu terkena sinar hijau keemasan..patung - patung batu ini meledak dan hancur berkeping - keping...


Mereka bertiga senang karena sangat mudah menghadapi serangan atau hadangan patung batu ini..


" Ayo.." kata Yu Chen , baru saja satu langkah..


" Syutt.." sebuah panan batu menyerang Yu Chen...


" Awas..." Sebuah Jarum merah menyambut anak panah batu...


" Duar..." kembali anak panah batu pecah kali ini dari jarum merah Yo Lan...


Lalu betapa terkejutnya Yu Chen melihat patung batu yang memegang panah..yang pertama hancur kini telah utuh kembali..dan patung batu yang lain juga sama serpihan mereka menyatu kembali dan mereka hidup kembali...

__ADS_1


" Mereka tak ada habisnya " kata Yo Lan dan kakek Cu yang menyambut dan membalas serangan patung - patung batu ini...


Pada saat itu elang petir melesat di udara dan hinggap disebuah tiang tinggi...informasi masuk ke otak Yu Chen...


" kalian tahan mereka..aku akan menerobos.." belum habis kata - katanya Yu Chen sudah meloncat tinggi melampaui kepala patung batu..


Yo Lan dan kakek Cu bahu membahu menghadapi serangan patung - patung batu...


Yu Chen yang sudah melompat jauh...begitu kakinya menyentuh tanah langsung melesat kedepan..sampai disebuah tikungan..ditikungan ini berdiri sebuah patung batu berpakaian seperti seorang jendral militer.


Baru kaki Yu Chen menyentuh tanah...patung jendral militer ini sudah menyerang pemuda itu dengan pedang batu...


" brakkk.." tanah hancur terkena hantaman pedang batu...


Yu Chen melompat tinggi dan dari jarinya melesat sinar hijau keemasan....menyerang kearah kepala patung jendral ini..


" bruak.." kepala patung batu ini hancur dan setelah menunggu cukup lama..patung jendral ini tak menyatu kembali...dugaan Yu Chen benar..pemuda ini ingat disebuah game ada permainan seperti ini..


Dia melesat kembali ketempat Yo Lan dan kakek Cu yang sudah menyelesaikan pertarungan ini..


" Gila..setelah lima kali hancur..akhirnya mereka tak bangkit lagi.." kata kakek Cu keng...


Yu Chen dan kawan - kawan terus jalan ke tikungan dimana tadi ada patung jendral..disana terdapat sebuah pintu terbuka..mereka masuk dan... mereka sampai disebuah...


Sebuah perpustakaan..perpustakaan ini begitu luarbiasa...kitab - kitab dengan jumlah tak terhitung ada disini..


Mereka masuk...begitu masuk ada sebuah tulisan di udara...


" Yang tak serakah ..akan mendapat manfaat.."


Yu Chen , Yo Lan dan Kakek Cu melihat tulisan ini dan berpikir...kening mereka berkerut...


" Aku tahu..kita , masing - masing harus memilih satu kitab..kita tak boleh serahkah.." Yo Lan berkata gembira .


Lalu dia maju mengambil sebuah kitab membaca judulnya..lalu dia kembalikan kitab itu..ia ambil lagi..hingga ia berhenti di sebuah kitab..


" Aku pilih ini.." katanya..segera sinar merah memasuki keningnya..dan seperti mendapat sesuatu..wajahnya menjadi sangat gembira..


Melihat ini..Yu Chen dan kakek Cu melakukan hal yang serupa...dan sebuah sinar masuk kedalam diri mereka..

__ADS_1


Setelah selesai..sebuah pintu terbuka..lalu mereka melangkah...


Begitu masuk mereka sampai disebuah gudang senjata...gudang ini penuh dengan senjata pusaka tingkat bumi..sebuah senjata tingkat tinggi..


kembali mereka menggambil masing - masing senjata..


Yu Chen mengambil sebuah baju berbentuk armor..armor ini terbuat dari sisik naga bisa melindungi dirinya dari serangan..ia harus teteskan darah ke armor ini...setelah diteteskan armor ini menjadi cahaya dan menyatu pada tubuhnya.


Yo Lan mengambil sebuah topi kecil. Fungsi atau manfaat topi ini bisa menambah tenaga terutama saat dirinya tengah bertempur dan dengan adanya topi ini bisa mencegah bahaya saat mengeluarkan Jurus pamungkasnya .


Sehingga kejadian saat melawan pasukan mayat hidup di rawa bangkai tak akan terulang lagi...topi kecil ini menambah kecantikan wajahnya..


Kakek Cu mengambil sepasang sarung tangan..fungsi sarung tangan ini adalah begitu ia teteskan setetes darah..sarung tangan ini menyatu dengan kulit tubuhnya..membuat tangannya bisa menerima senjata tanpa takut terluka dan kelebihan lainnya adalah menetralkan racun.


Mereka senang bisa mendapat senjata - senjata ini...mereka terus maju..dan sampai disebuah ruangan penuh dengan emas..


" kak Yu Chen kau ambil saja semua emas ini.." kata Yo Lan


" Tidak...ruangan ini berbentuk segitiga..kita ambil masing - masing disatu sisi..saya ditengah..kalian bagian kiri kanan.." Usul Yu Chen..semua setuju..selesai..


Mereka menuju ruangan selanjutnya..dan mereka berada diluar kedai teh..posisi mereka masih di dusun salju...kedai teh itu menghilang.


Ketiganya saling bercerita..


Yu Chen mengambil sebuah kitab tingkat bumi yang berfokus pada tangan kosong " kitab tapak samudera.."


Yo Lan mengambil sebuah kitab tingkat bumi yang berfokus pada peningkatan peringan tubuh "kitab walet merah.."


Dan , kakek Cu mengambil kitab yang berfokus tentang kekebalan tubuh yaitu " kitab Tubuh Naga "


Saat mereka berbincang...muncul sebuah lubang cahaya...dari lubang cahaya ini keluar tiga orang muda yan pernah ketemu dengan mereka di kaki gunung..kawan - kawan Ji Ku pemuda yang tewas dipatuk elang petir...


Begitu muncul..seorang dari mereka yang berada diranah pendekar raja puncak berkata mengancam...


" Serahkan yang kalian dapatkan di dusun ini..maka kalian akan mati dengan mayat utuh.." Ancamnya..


Yu Chen dan Yo Lan serta kakek Cu Keng hanya memandang dingin...


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2