
Sebuah kereta mewah di kawal sekitar lima puluh orang bersenjata lengkap . Dan melihat sikap mereka yang gagah mudah di duga mereka adalah seniman bela diri tingkat tinggi.
Kereta mewah ini sungguh hebat karena di tarik oleh empat banteng perkasa. Selain kereta banteng perkasa ini ada beberapa kereta kuda membawa barang - barang . Entah apa isinya...
" Hemm...rombongan klan keng...salah satu klan terbesar di kekaisaran Han.." terang kakek Cu...
Kakek Cu berkata lebih lanjut , klan keng adalah klan yang hampir seluruhnya memegang kekuasaan di militer . Pengaruh mereka sangat kuat karena banyak prajurit - prajurit berkepandaian tinggi ada di bawah naungan klan Keng..bahkan ketiga putera dari Jenderal Keng Ok , ketua klan keng..
Ketiga putera dari jenderal Keng Ok sangat terkenal sebagai perwira - perwira gagah nan hebat..banyak sudah keturunan Klan Keng dari berbagai generasi menjadi pahlawan - pahlawan yang disegani dan di hormati serta di sanjung oleh rakyat kekaisaran Han.
Yu Chen , Yo Lan dan Kakek Cu berjalan santai...tapi , karena rombongan ini juga berjalan lambat jadi Yu Chen dan kawan - kawan sudah dekat dengan rombongan klan keng ini...
" Siapa kalian " bentak salah satu pendekar yang mengawal..pendekar ini kebetulan mengawal di barisan belakang dan melihat Yo Lan , Yu Chen , dan Kakek Cu muncul dari sebuah tikungan...
" Hemm..kami hanya sekedar lewat " kata Yu Chen dingin ..
Mereka tidak punya niat menggangu rombongan ini...karena hari sudah hampir malam..mereka harus bergegas mencari tempat menginap yang baik. Mereka tak mau bermalam ditengah hutan lebat.
Ketiganya terus melangkah dengan ringan...
" Kalian tidak boleh lewat sini... " bentak pendekar yang menghadang...
" Hei...manusia jahanam kau kira kami apa ? Perampok ? " Kata Yo Lan ada kilat di mata cantiknya.
" Gadis bermulut lancang..." Pendekar pengawal klan keng ini balas memaki Yo Lan..
Merembes hawa membunuh dari tubuh Yu Chen mendengar gadis pujaan hatinya di maki....
Hawa membunuh hebat ini menarik perhatian para pendekar lain yang mengawal rombongan klan keng. Dengan hawa membunuh sehebat ini membuat mereka waspada.
Pada saat itu , seorang pemuda bertubuh pendek turun dari kereta mewah . Pemuda bertubuh pendek ini terlihat tampan dan berusia dua puluh tahun , menggunakan pakaian khas militer. Walau bertubuh pendek sikapnya sangat gagah..
__ADS_1
Pemuda yang terlihat masih muda ini sebenarnya sudah berusia lima puluh tahun.. Dia adalah salah satu pendekar dari klan keng yang mempunyai nama harum di dunia persilatan dengan julukan si dewa bumi Keng Cui...
Si Dewa Bumi Keng Cui ini berada dalam ranah pendekar suci 3 gerbang. Dia sering pergi membasmi bajak - bajak laut yang mengganas di lautan tengkorak..di bagian barat kekaisaran Han.
Keng Cui ini menyadari keberadaan Yu Chen , Yo Lan dan kakek Cu yang sedang bersitegang dengan para pendekar yang mengawal dirinya.
Dia memperhatikan ketiga orang di depannya dan segera bergegas menghampiri...
" Senior Cu , apa kabar ?? Tak kusangka kau Si Tubuh Besi Utara yang selalu di utara bisa tersesat di selatan ini..?? " Tanyanya setelah mengenal kakek Cu..
" Hemm..Keng Cui ...ternyata kau...kami tak hanya ingin lewat.." kata Kakek Cu...
" Senior Cu , tolong kau lupakan kesalahpahaman ini..biarlah kalian ku traktir minum .." ajaknya
Si Dewa Bumi ini mengenal Kakek Cu yang terkenal dengan julukan Si Tubuh Besi Utara , selain senior juga kepandaian kakek Cu yang melampaui dirinya. Apalagi melihat pemuda - pemudi yang menjadi kawan Kakek Cu ini tampak tidak lemah..
" Hemm..apa yang kau lakukan di selatan ini , bocah Keng Cui.." tanya kakek Cu..
Para pendekar pengawal menjadi heran melihat tuan besar mereka yang biasanya kejam. Kini berubah menjadi orang yang sangat ramah..
" Mari kita bicara di dalam kereta saja...sambil melanjutkan perjalanan..kita akan akan bermalam di luar hutan ini.." kata Keng Cui..
Yu Chen , Yo Lan dan kakek Cu masuk ke dalam kereta mewah yang ditarik empat banteng perkasa.
Yu Chen kagum karena kereta ini bak sebuah rumah. Ada beberapa kamar , perabotannya lengkap dan terlihat mahal..di dalam kereta terdapat dayang - dayang Si Dewa Bumi..
Sambil menikmati makan malam dan minum arak wangi...Keng Cui ini bercerita bahwa dia ditugaskan oleh kekaisaran Han untuk memeriksa kota bintang yang saat ini diserang siluman.
" Kota Bintang ?? Bukannya kota bintang kota makmur di selatan ini ?? Kata kakek Cu...
Si Dewa Bumi menjelaskan bahwa tiga bulan lalu kota bintang diserang oleh kawanan binatang buas dengan jumlah sangat banyak. Walikota sudah meminta bantuan pada sekte - sekte terdekat tapi masih belum bisa mengusir kawanan binatang buas..
__ADS_1
Juga sudah meminta bantuan ke pemerintah pusat...lalu ada laporan pasukan bantuan yang dikirim oleh pemerintah pusat musnah di serang oleh kawanan binatang buas..
lalu , kota bintang sebulan yang lalu kembali mengirim laporan bahwa kawanan binatang buas menyerang kota. Kawanan binatang buas ini di tunggangi oleh siluman . Siluman ini sangat kuat..para pendekar yang membantu mempertahankan kota bintang banyak yang gugur..
kondisi kota bintang saat ini sangat genting....
" Karena itu aku di utus ke selatan.." terang Si Dewa Bumi...
" Siluman itu seperti apa , senior keng ? " tanya Yu Chen..
" Hemm..menurut laporan siluman ini berwarna hijau kedua matanya besar dan sangat kuat.." terang Si Dewa Bumi...
Mendengar ini Yu Chen menjadi penasaran...
" Senior Keng , bolehkah kami ikut ke kota bintang ?? Tanya pemuda ini...
" Tentu boleh...saat ini kota bintang sangat membutuhkan bantuan para pendekar...bantuan kalian akan sangat berarti.." Kata Si Dewa Bumi..
" Dan saya sebagai wakil pemerintah akan sangat berterima kasih jika kalian berkenan membantu.." lanjutnya...
lalu mereka makan minum sambil terus berbincang tentang keadaan kota bintang...rombongan ini terus berjalan hingga keluar hutan..dan rombongan ini berhenti di pinggir sungai...
Rombongan ini menyalakan api unggun dan beristirahat di tepi sungai...Yu Chen dan kawan - kawan masuk ke kamar masing - masing yang ada di kereta Si Dewa Bumi....
Kembali Yu Chen kagum karena isi kamar ini sangat lengkap..ada ranjang besar..meja dan kursi..ada rak buku dan kamar mandi...
" hemm...ajaib " katanya melihat isi kereta....
Usai mandi dia berganti pakaian ..lalu keluar lagi...disana sudah ada kakek Cu dan si dewa bumi yang berbincang sambil minum..segera pemuda ini bergabung....
Si elang petir hinggap di sebuah dahan pohon ambon di tepi sungai...di paruhnya ada seekor ikan..
__ADS_1
Bersambung......