BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
60. Pekik


__ADS_3

Semua waspada karena tiba - tiba kabut tebal datang membawa hawa membunuh mematikan. Hanya orang - orang yang telah membunuh dengan jumlah yang tak terhitung yang mampu mengeluarkan nafsu membunuh sedemikian pekat.


Yu Chen sudah melihat melalui penglihatan si elang petir yang mampu menerobos dibalik kabut. Diam - diam pemuda bermata merah ini sudah bersiap dengan segala kemungkinan..dia hanya berusaha untuk melindungi Yo Lan dan Kakek Cu.


Kabut menipis dan nampak seorang pria tampan berwajah pucat telah berdiri didepan jasad si dewi salju. Pria ini adalah Singkoan Ji saudara kembar dari wanita cantik bernama Singkoan Mi alias si dewi salju .


Pria ini melirik kearah jasad Si Dewi Salju dan berkata...


" Bangunlah kau jangan pura - pura mati " katanya...lalu terdengar suara tawa cekikikan...


dan wanita cantik itu bangkit..


" Hihiii....Adik Ji kau tak bisa bersandiwara.." katanya tingkahnya seperti kuntilanak..


Terkejut Yo Lan melihat lawannya masih hidup bahkan tak terluka oleh serangannya. Padahal dia yakin bahwa serangannya sangat ampuh...


" Kau bagaimana bisa..??" Tanya Yo Lan...


"Hahaah...karena ini..." kata wanita cantik berwajah biru itu...lalu dari seluruh tubuhnya nyamuk - nyamuk salju dengan jumlah tak terhitung berjatuhan ke tanah dalam keadaan mati.


"Dia menggunakan nyamuk sebagai tameng atau pertahanan.." kata si dewa Bumi....


Yo Lan geram ingin maju lagi tapi tenaga dalamnya telah terkuras cukup banyak...beruntung dia memiliki topi yang bisa menambah tenaga dalam jika tidak dia pasti sudah roboh pingsan.


Perlu waktu bagi topi ajaibnya untuk mengisi ulang tenaganya. Seolah mengerti kegundahan sang kekasih. Yu Chen perlahan maju dan berkata..


" Biar aku yang menghabisi mereka..." kata Yu Chen kepada Yo Lan...


" Tidak..aku tak' kan puas jika tak membunuh mereka dengan tanganku sendiri.." Yo Lan berucap...


Mendengar ini Singkoan Mi tertawa...


" Hihihi...kalian bocah - bocah...di pikir mudah saja membunuh kami...hiihi..Adik Ji Ayo kita bantai mereka..." kata si dewi salju..


" Tidak sekarang....kita harus mundur...biarkan para siluman hijau yang membasmi mereka " kata si pengendali kabut...


Saat itu tampak angin hitam berputar - putar..

__ADS_1


dan keluarlah kawanan binatang buas dan siluman bermata besar dalam jumlah besar..sekitar seribu jumlah mereka...


Singkoan Ji dan Singkoan Mi hendak mundur namun saat itu sinar hijau keemasan menyambar...


" Dess..!!" Sinar hijau keemasan yang di lepas oleh Yu Chen mengenai tangan mereka. Dan ini membuat mereka terpelanting . Namun , kabut kembali menutupi penglihatan mereka yang ada di mansion walikota.


Si dewa bumi dengan pengerahan tenaga dalam.


dari kedua tanganya keluar angin meniup kabut.


kabut menipis dan kedua manusia iblis itu sudah tak tampak lagi alias sudah kabur.


Kawanan binatang buas dan siluman hijau bermata besar menerjang mereka..kembali pertempuran terjadi. Tapi dalam waktu singkat para pendekar ini bisa membasmi kawanan binatang buas dan siluman hijau ini..


Tak berhenti sampai situ si dewa bumi melakukan pembersihan ke seluruh kota..dan mereka mendapat kenyataan di kota rusa ini sudah tak ada seorangpun manusia. Kota Rusa ini sudah musnah.


Malam datang...mereka terpaksa menginap di mansion walikota...sambil berbincang mereka mereka menikmati makan malam....


" kita harus bergegas..entah seburuk apa kota bintang..." Kata Si Dewa Bumi...


" Yah...kita harus segera memulihkan tenaga malam ini .." kata kakek Cu..


Dalam perjalanan ini akhirnya mereka sampai dan memasuki sebuah hutan besar. Saat itu hujan turun.


Rombongan ini terdiri dari pendekar tingkat tinggi . Berjalan menerobos hujan bukanlah sebuah halangan. Mereka terus berjalan...tapi hujan makin besar memaksa rombongan ini untuk berteduh.


Si Dewa Bumi memerintahkan para pengawalnya


untuk mencari tempat berteduh. Beruntung di tengah hutan ada sebuah kuil rusak. Segera rombongan ini masuk ke kuil rusak..Setelah melakukan pemeriksaan mereka semua turun dan memasuki kuil rusak...


Para prajurit telah membersihkan bagian dalam kuil rusak . Api unggu dinyalakan ..hawa hangat merajai kuil itu. Hujan semakin deras turun..kali ini dibarengi oleh petir. Si elang putih sudah hinggap di tiang kuil rusak di mulutnya ada seekor kodok...


Rombongan ini mengeluarkan bekal...mereka makan minum untuk menghangatkan tubuh...


Saat mereka menikmati makan minum dari dalam hutan yang penuh pohon- pohon purba. terdengar suara pekik suara mengerikan....


Mendengar pekik ini membuat semua waspada. Si elang petir sudah terbang menerobos hujan untuk melihat apa yang terjadi..

__ADS_1


Yu Chen mengamati dari penglihatan si elang petir tapi tak ada siapa - siapa di dalam hutan .


hujan turun lebih deras. Tapi tak masalah bagi elang petir istimewah ini.


Pekik kembali terdengar kali ini bersaut -sautan dari seluruh hutan...


" Apa itu...? " tanya seorang dayang si dewa bumi..


" Entahlah..semua waspada.." perintah si dewa bumi..


Pekik itu menggetarkan jantung...mereka jadi makin waspada karena hanya orang - orang berilmu tinggj yang mampu mengeluarkan pekik seperti itu dan sepertinya jumlah yang mengeluarkan suara ini sangat banyak.


Lalu Yu Chen melihat serombongan kawanan serigala setengah manusia berlari ke arah kuil rusak.


" Mereka datang...dan mereka sangat kuat...hati- hatilah.." Yu Chen berkata....


Pasukan si dewa bumi melihat kawanan serigala setengah manusia ini menjadi gentar juga..seumur hidup mereka belum pernah melihat hal mengerikan seperti itu..


Kawanan serigala setengah manusia ini badan bagian bawah adalah wujud serigala dengan empat kaki dan bagian atas tubuhnya seperti manusia. Bahkan muka mereka muka manusia.


Sebagai seorang militer dan pendekar suci berpengalaman si dewa bumi bisa bersikap tenang karena dia sudah melihat segala hal. Walau baru kali ini dirinya melihat kawanan serigala setengan manusia ini.


Kakek Cu Keng dan Yo Lan juga terkejut melihat kawanan serigala setengah manusia. Hanya Yu Chen yang masih bersikap tenang. Karena dia sudah sering melihat ini di game - game yang pernah dia mainkan saat dibumi...


Si Elang Petir sudah terbang masuk kembali ke dalam kuil rusak..Hujan turun semakin deras. .


Di depan kuil kini berdiri lima puluh serigala setengah manusia..mereka berdiri dibawah guyuran hujan deras..mereka setengah telanjang.


" Wahai yang didalam kuil menyerahlah.." terdengar suara serak penuh ancaman.


" Siapa yang mengutus kalian..? " tanya si dewa bumi..


" Tak penting...yang pasti kami diperintahkan untuk membunuh kalian.." suara serak itu menjawab...


" Tak segampang itu..." Aura tempur kuat keluar dari tubuh si dewa bumi yang di ikuti oleh yang lainnya...


" hemm....jika begitu bersiaplah..." aura tempur juga keluar dari kawanan serigala setengah manusia....

__ADS_1


Hujan turun semakin deras..seolah tak perduli dengan suasana mencekam di sekitar kuil rusak itu....


Bersambung.. ..


__ADS_2