
Seperti yang diceritakan di atas ..kekaisaran Han saat ini sedang bobrok dibagian dalam. Hal ini terjadi karena Kaisar yang berkuasa sudah memasuki usia tua. Juga , karena terjadi pertentangan dikalangan istana , ditambah adanya pemberontakan ditempat - tempat yang jauh dari ibukota kekaisaran Han.
Pemberontakan terjadi dimana - mana , yah walau pemberontakan kecil - kecilan namun cukup untuk merongrong kewibawaan kekaisaran Han.
Kaisar Han memiliki banyak selir dan pangeran yang tak terhitung..dari sekian banyak pangeran ada satu yang sangat berambisi yaitu pangeran ke - 3.
Pangeran ke - 3 ini mempunyai pengaruh kuat dikalangan militer. Ini dikarenakan ia mempunyai banyak saudara kerabat dari pihak ibu yang memiliki kekuasaan di militer kekaisaran Han.
Bahkan ia pada akhir - akhir ini mempunyai hubungan dengan orang - orang dari dunia persilatan. Rumor beredar banyak Pendekar pilihan berada di pihaknya.
Demikianlah sekilas keadaan atau kondisi dari kekaisaran Han..
*********
Selama dua hari Yu Chen menetap di dekat sungai yang indah itu..ia melanjutan perjalananan hingga sampai di kaki sebuah pegunungan.
Pegununan itu bernama Pegunungan Awan Putih ..sebelum sampai di kaki pegununan Awan Putih Yu Chen telah melewati beberapa desa dan ia telah mendapat informasi tentang wilayah itu.
Pada suatu pagi yang cerah , dengan mentari mulai naik tinggi. Dibagian paling dingin di Pegunungan Awan Putih yang berada paling timur terlihat seorang gadis jelita menuruni lereng dengan sikap ceria.
Darah ini bertubuh ramping , caranya melangkah kaki yang ringan akan membuat siapapun tahu bahwa gadis ini adalah seorang Pendekar wanita.
Gadis ini terlihat baru berusia delapan belas tahun. Penampilannya biasa saja dan dia memakai sebuag gelang emas kecil dilengannya.
Jika dilihat dari dekat akan menimbulkan ngeri dihati. Karena dilengan yang melingkar bukan emas melainkan ular kecil berwarna emas.
Ular emas kecil itu masih hidup karena keluar lidah hitam menjilat - jilat pertanda ular itu sangat beracun.
Gadis itu bernama Lu Mei ..gadis ini merupakan murid dari petapa yang kebetulan melakukan pengasingan di salah satu goa di Pegunungan Awan Putih itu.
Ia awalnya sedang bertamasya dengan kedua orang tuanya namun saat mlewati pegunungan itu mereka di rampok kawanan bandit yang merajalela disana.
Walau ia dan orang tuanya menyewa pengawalan untuk perjalanan ini namun kawanan perampok gunung itu terlalu hebat.
Mereka membunuh para pengawal dan kedua orang tuanya..ia disuruh ayahnya untuk lari saat pertempuran terjadi.
Lu Mei berlari tanpa arah...ia berlari tanpa melihat kiri kanan...karena panik dikejar para bandit..iapun terjun ke dalam jurang tak berujung.
__ADS_1
Lu Mei berteriak..tubuhnya melayang di udara...bisa dipastikan ia akan tewas dengan badan remuk.
Namun , jika Tuhan belum menakdirkan ia tewas maka tak ada kekuasaan apapun yang bisa mengambil nyawanya atau hidupnya.
Di dunia ini Tuhan lah pemilik hidup setiap insan.
Tubuhnya melayang dengan cepat..karena ia terjatuh dalam keadaab berlari jadi daya tekanan sangat kuat.
Tubuhnya meluncur..dan disaat paling gawat ada sebuah tangan terjulur menyambutnya...
Tangan itu adalah tangan petapa yang sedang mengasingkan diri disitu..teriakan nyaring dari mulut Lu Mei membuatnya terbangun dari semedi panjangnya dan dengan gerakan cepat ia menangkap tubuh Lu Mei yang sedang melayang jatuh.
Ia tangkap lalu ia masukkan ke dalam goa nya..dan mendapat kenyataan bahwa Lu Mei telah pingsan.
Petapa itu memeriksa kondisi Lu Mei...lalu terlihat ia bernafas lega karena gadis kecil itu baik - baik saja. Ia pingsan karena kaget saja.
Tak berapa lama Lu Mei tersadar ..ia membuka matanya yang indah...ia mendapati dirinya sedang berbaring atas rumput jerami.
kaget ..segera ia melompat bangun..ia kaget karena saat melirik ke sebelah kiri..diatas batu ada seorang manusia kurus..sangat kurus seperti tengkorak.
" Ssiapa kau ..??? " Lu Mei bertanya tergagap karena hatinya merasa takut..
" Hehhe..Aku..aku tak tahu siapa aku.." Jawab manusia tengkorak itu.
" kau gila berarti karena tak tahu siapa dirimu.." ketus Lu Mei..
" hahahaaah..anak muda aku telah lama melupakan diriku..kau boleh sebut aku petapa tua ". Kata si tengkorak mengenalkan diri.
" Baiklah , petapa..boleh aku bertanya , dimanakah aku berada saat ini ???", tanya Lu Mei.
" Sekarang kau ada di Goa ku bertapa.. " jelas petapa tua itu..
Lu Mei bangkit untuk keluar goa dan segera ia berteriak kaget..ia kaget karena sekeliling goa itu adalah jurang curam...kakinya jadi lemas ..dengan gontai ia masuk kembali ke dalam goa
Ia masuk disambut kekeh dari petapa tua itu.
" Hehehe jangan lesu seperti itu...lebih baik kau ambilkan air minum untukku..di ujung goa ada tetesan air dari gunung dan itu adalah air murni..cepat ambil aku haus..sudah lama aku tak minum.." desak petapa itu.
__ADS_1
Lu Mei menurut..ia melihat disitu ada semacam lekukan seperti mangkuk menampung tetesan air itu..dan dibawah dekat situ ada mangkuk - mangkuk kecil..
Segera ia ambil satu...setelah dibersihkan..ia ambil air itu dan ia minum seteguk...
" hemmm segar...!! " katanya.
Ia ambil mangkuk untuk mengisi air dan ia memberikan kepada petapa itu..petapa itu minum dengan lahap..
" terima kasih , anak baik...aku sudah lama tertidur dalam meditasiku..aku telah lama melupakan kebutuhan badanku..kini setelah aku tersadar aku menjadi haus dan lapar... " terang petapa itu.
"Setelah puas minum ..sekarang aku lapar..kau bersihkan dan bakar ular ini.." petapa itu melemparkan dua ekor ular yang entah dari mana.
Lu Mei mengambil lalu membersihkan kedua ular itu ...lalu memangganya..wangi harum segera tercium karena di ujung goa dekat air..ada guci - guci berisi bumbu..cukup lengkap..
Kedua ular itupun matang...mereka berdua Lu Mei dan petapa tua memakan daging ular itu dengan lahap.
Setelah makan..timbul rasa kantuk hebat..dan tak tertahan gadis kecil itupun tertidur pulas...
Petapa itu terkekeh melihat keadaan Lu Mei..
biar gadis itu tertidur seperti itu karena daging ular itu bisa menimbulkan rasa hangat..dan rasa hangat itu bisa menyembuhkan segala luka yang ada baik diluar maupun dalam tubuh.
Petapa itu tak bisa bangun karena saking tuanya dan juga karena sudah terlalu lama bersila jadi kedua kakinya menempel..tak bisa dilepas...jika dilepas secara paksa bisa patah atau hancur.
" haah takdir ..sungguh takdir ..." ia mengeluh..
" biarlah semua yang kupunya akan ku wariskan kepada gadis ini.. " lanjutnya..
Malam pun datang....
Malam itu sangat gelap..
Dilangit tiada bulan maupun bintang...
Gadis kecil itu tertidur pulas...terdengar suara lembut pernafasannya...
Bersambung.....
__ADS_1