
Kakek Cu keng yang melihat nonanya seperti habis bertarung ...bernafas lega karena lawannya roboh tewas di dekat kakinya...
Lalu , si pemuda berbaju pelajar juga telah tiba ditempat itu , dia melihat sekeliling...lalu melesat membantu para pendekar Sekte Pisau Terbang yang kewalahan menghadapi manusia rawa.
" Sahabat , kalian mundurlah...biar aku yang hadapi mereka.. " Yu Chen tiba di dekat si rajawali hitam , Ji Sok.
Ji Sok yang sudah terluka parah karena keracunan dari serangan manusia rawa yang lihai itu. Ia melihat kedua mata pemuda itu . Jadi yakin...mengangguk lalu meneriaki adik seperguruannya yang tersisa dua orang untuk minggir dari medan pertarungan..kedua adiknya menurut melompat ke belakang..keadaan mereka juga terluka parah..pedang mereka sudah patah menjadi dua.
Si Manusia rawa yang masih berjumlah 5 orang itu mengejar Ji Sok dan kawan -kawan..namun,..
" Mundur..." Seberkas sinar hijau menyambar ke arah manusia rawa itu.
" bruk..." satu dari manusia rawa tewas dengan perut berlubang. Empat manusia rawa yang melihat rekannya tewas. Seolah tak perduli..mereka terus maju menerjang ke arah Yu Chen...
" Kalian , Robohlah..." Yu Chen membentak halus , melesat sinar hijau keemasan pemuda itu mengerahkan Jurus campuran dari Kitab Pengejar Arwah dan kitab Pedang Garuda Surgawi . Jurus Sentilan Garuda Pencabut Nyawa .
Empat sinar hijau keemasan melesat ke arah para manusia rawa yang berlari ke arah Yu Chen. Cahaya itu menembus kepala mereka...lalu kepala mereka meledak...isi kepala mereka berhamburan. Musnah sudah manusia rawa bangkai.
Ji Sok dan adik - adiknya terpana melihat kehebatan pemuda pelajar yang menolong mereka. Tak disangka anak muda berambut putih riap riapan itu dalam waktu singkat bisa membasmi manusia rawa yang lihai .
Rasa terkejut mereka belum hilang..karena melihat kehebatan gadis bermarga Yo..yang mereka lihat bisa membunuh kakek lihai penghuni rawa bangkai.
Kakek Cu Keng yang berdiri di samping si gadis berpayung ikut menonton pertarungan Yu Chen melawan manusia rawa. Ia terbelalak kagum melihat sepak terjang pemuda bermata merah tersebut.
" Siàpa dia , Paman Cu Keng..ku lihat ia datang bersamamu.. " Gadis itu bertanya pelan..tertarik melihat kehebatan Yu Chen. Gadis bermarga Yo itu melihat kemampuan orang yang datang bersama pelayannya tak disebelah bawah tingkatnya
__ADS_1
" Nona..namanya Yu Chen dia adalah seorang perantau dengan tujuan seperti kita..yaitu , mencari pengalaman di Pegunungan Merak Emas ini...tapi, aku tak sangka dia sehebat itu padahal sikapnya terlihat lemah lembut..sikap khas seorang pelajar. " Pelayan tuanya menjelaskan.
Lalu , mereka berdua melihat pemuda itu membantu mengubur para pendekar Sekte Pisau Terbang. Hati si pemudi berbaju merah menjadi kagum dengan kebaikkan hati Yu Chen.
Yu Chen menghampiri Ji Sok dan kawan - kawannya...melihat mereka terluka karena racun segera mengeluarkan sebuah guci kecil berwarna putih..
" Ini makan pil jahe giok..ini bisa membantu menetralkan racun dan memulihkan tenaga...makan dan seraplah.." Kata Yu Chen tulus memberikan pil kepada Ji Sok dan kawan - kawan.
Ji Sok dan adik - adik seperguruan yang tersisa dua orang itu menganguk , menerima pil jahe giok pemberian pemuda bermata merah itu. Mereka telah dan segera duduk bersila untuk menyerap manfaat dari pil tersebut.
Hawa hangat mengalir dari pusar mereka..lalu mereka mengolah hawa hangat itu menembus dada trus ke kepala...aura bersinar ditubuh mereka. Mereka terkejut selain sudah sembuh dari racun..menyerap pil jahe giok membuat tenaga pulih ..juga membuat tenaga dalam mereka meningkat pesat.
Ji Sok bangun lalu menjura kepada Yu Chen yang masih berdiri dan memperhatikan mereka..
" Tak masalah...sobat , mari kita mengubur yang tewas dalam pertarungan...kita harus segera melanjutkan perjalanan ..kita tak bisa bermalam disini..karena, saat malam tempat ini akan lebih berbahaya..aku akan membantu pula.." Usul Yu Chen.
Ji Sok setuju, segera mereka mengubur rekan - rekan yang gugur , sebagai pendekar aliran putih murid - murid Sekte Pisau Terbang ini mengubur pula manusia rawa yang menjadi lawan mereka.
Usai mengubur Ji Sok dan kedua adik seperguruannya berdiri berdoa sejenak menghadap kuburan pendekar Lee Han dan adik - adiknya yang tewas..para saudagar yang di kawal merasa tersentuh hatinya...ikut pula mendoakan.
Yu Chen meninggalkan pendekar - pendekar Sekte Pisau Terbang yang sedang berduka..berjalan menuju kakek Cu Keng dan gadis muda bermarga Yo.
" Nona apakah anda baik - baik saja.." ia bertanya halus kepada nona cantik di depannya.
Nona itu diam...lalu sepasang matanya bertemu dengan tatapan Yu Chen..bergetar hatinya..ia tak tahu kenapa hatinya bergetar..bukan rasa takut dan gentar..tapi getaran perasaan lain..ia tak mengerti apa itu?.
__ADS_1
" aku baik - baik saja..." Jawabnya lirih setelah mengatasi getaran hatinya. Wajahnya sejenak merona merah. Namun hanya sekejap dan tak terlihat oleh pemuda itu yang sedang menoleh ke arah kakek Cu keng..
" Kakek Cu ayo ambil perahu yang kita buat.." Mereka pamit ke nona muda itu ..lalu melesat kedalam hutan untuk mengambil perahu yang mereka buat.
Dengan cepat mereka sampai ke hutan itu..lalu dengan mengangkat perahu bersamaan..Yu Chen dan kakek Cu Keng berlari cepat ke arah rawa bangkai.
Begitu sampai mereka , meletakkan perahu ditepi rawa bangkai..mereka semua termasuk rombongan saudagar yang dikawal ketiga murid sekte pisau terbang..naik ke perahu lalu mendayung untuk menyeberangi rawa bangkai .
Dalam diam mereka menatap kedepan...lalu tak lama sampailah mereka semua diseberang rawa bangkai...mereka terus berjalan...hingga sampai disebuah tanah lapang..disekilling tanah lapang itu terdapat goa - goa..
Mereka segera masuk dan membersihkan goa itu..api unggun telah dinyalakan dan goa itu menjadi terang...mereka memutuskan menginap di Goa terbesar untuk bersama - sama melewati malam.
" Aku akan mencari makanan dan minuman di sekitar sini.." kata Yu Chen..Yu Chen berkelebat masuk ke hutan disebelah kiri di tempat itu.
Semua kagum dengan kecepatan Yu Chen. Si gadis berpayung masih dingin sikapnya acuh tak acuh itu berdiri di bawah pohon besar.
" kakek Cu siapkan tempat tidurku...carilah rumput kering " Perintahnya , kakek Cu segera melakukan perintahnya. Di bantu oleh pendekar - pendekar Sekte Pisau Terbang. Tempat istirahat mereka semua sudah selesai dibereskan.
Bayangan Yu Chen berkelebat datang..pemuda itu sudah membawa seekor kambing dan beberapa kantong berisi air minum.
Segera ia panggang , kambing itu telah dibersihkan olehnya di sungai kecil yang ditemukannya disebuah lembah. Pemuda berbaju pelajar itu juga membagikan kantong air minum kepada Ji Sok dan rombongannya.
Wangi harum daging kambing mulai tercium hidung mengusik perut..
Bersambung.....
__ADS_1