BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
67. Rasa Nyaman


__ADS_3

Pemuda itu menoleh lalu sejenak memandang kagum kepada wajah cantik Yo Lan..rambut hitam panjang di kening gadis jelita ini tertiup angin bergoyang - goyang menambah keayuan wajahnya..


" hemmm....belum puaskah kau melihat ,kakak Yu..? Gadis itu lirih kedua pipinya memerah karena ditatap begitu tajam oleh pemuda yang berdiri disampingnya...


" aku tak 'kan pernah puas melihat keindahan surgawi.." kate pemuda itu..


" Ihh.." Yo Lan mencubit tangan Yu Chen...yang herannya tak kesakitan malah tertawa....


" Yo Lan kau tak ku minta makan apel giok..kau paham dan tak menjadi iri kan? " tanya pemuda ini..


" Tidak..aku paham..." lirih gadis itu menjawab..


" Bagus...skrng kau bersila terima tenaga yang kuberikan...kau olah..dan segeralah menembus pendekar suci 10 gerbang " kata Yu Chen..


Yo Lan segera bersila...terasa telapak tangan Yu Chen mencengkeram kepalanya...sebagai ahli silat tingkat tinggi otomatis tenaga dalam pada dirinya melakukan perlindungan...karena kepala adalah bagian yang sangat rawan..


" Jangan melawan..terimalah.." kata Yu Chen..


Segerah hawa hangat memasuki ubun - ubun kepala gadis ini...hawa hangat menjalar merasuk dada dan terus ke pusar...hawa hangat ini berputar dan segera menyatu dengan tenaga dalam yang berada di dalam pusat energinya...


Berputar cepat mendatangkan sebuah rasa lega...rasa lega ini menjalar kesemua tubuh Yo Lan lalu rasa kantuk timbul...


" Jangan tidur...alirkan rasa lega ke seluruh tubuh..lalu kembalikan ke pusar dan arahakan ke dada lalu tembuslah batas dikepala.." terdengar suara lembut Yu Chen..walau terdengar lembut. Ajaib suara ini seperti angin sejuk dihati Yo Lan..


Angin sejuk yang membawa Yo Lan kembali dan tidak terlena oleh kantuk hebat karena rasa lega diseluruh tubuhnya...


Gadis ini menurut...rasa lega ini dia olah..pertama dia alirkan ke jari - jari dikedua kakinya.. Terus menjalar lalu naik ke pusarnya..


Dari pusar ini timbul hawa sejuk seperti embun menjelang pagi..sebelum cahaya muncul...terus merayap kedua jari - jari tanganya..


hawa sejuk dari pusar naik ke dada...berputar disana membawa rasa nyaman luarbiasa...trus naik ke kepala yang cantik ini...Yu Chen telah menarik tangannya..


Aura merah terang meraja dari tubuh Yo Lan mendatangkan ganda harum disekitar...kapal besar itu di penuhi aura terobosan dari para pendekar yang berhasil menembus batas - batas mereka...


Aura dahsyat ini terasa sampai jauh...membuat semua yang ada disekitar menjadi sunyi karena aura ini meneka mereka yang jauh lebih lemah.


Hanya juru kemudi kapal yang terus bekerja menjalankan kapal agat bisa menyusuri sungai dengan baik...


Tak lama..Aura tempur ini perlahan meredup lalu menghilang...Yo Lan telah berdiri tersenyum manis kepada pemuda itu .


Pemuda ini berbalik dan mendapatkan Si Dewa Bumi dan dayang - dayang cantiknya beserta pasukanya berlutut di depan Yu Chen...


" Kami keluarga Keng mengucapkan terima kasih.." Si Dewa Bumi bersimpuh yang diikuti oleh pasukannnya...


Yu Chen melihat mereka semua telah meningkat hebat...mungkin ini adalah pasukan super elit...dimana pengawal atau prajurit adalah seorang Pendekar Suci 3 gerbang yang paling rendah...

__ADS_1


"Tak perlu sungkan...semuanya pulihkan diri...lalu bersiaplah..tiga jam lagi kita akan tiba di seberang...kita harus segera mencapai Kota Bintang.." Kata Yu Chen...


Tiga jam segera berlalu...


Rombongan ini segera turun dari kapal lalu karena saat ini level pasukkan sudah diranah Pendekar Suci perjalanan berjalan dengan cepat dan lancar tanpa hambatan...


Rombongan ini mendapati kenyataan desa - desa kecil dan kota - kota kecil disepanjang perjalanan ke kota Bintang itu sangat suram...


Desa dan kota kecil yanf mereka lewati itu kosong melompong tak ada satu manusiapun..


Rumah - rumah kosong seperti ditinggalkan secara tergesa..disetiap alun - alun kota di dinding pengumuman tertulis...


" segera menuju Kota Bintang untuk berlindung dari serangan siluman bermata besar.." demikian isi pengumanan tersebut.


Di sepanjang jalan itupula mereka menemukan jasad - jasad dan tulang belulang yang tampaknya dari penduduk yang melarikan diri. Sebagai pendekar aliran putih..mereka berhenti untuk mengubur jasad -jasad terlantar...


Tak lama mereka sampai di depan gerbang Kota Bintang..rombongan Si Dewa Bumi tak menyadari baru saja selesai perperangan yang di menangkan oleh pihak Kota Bintang yang dibantu oleh para Pendekar dari Pulau Kerang...


Walikota Kota Bintang baru saja tiba usai mengatur tempat tinggal untuk Pendekar Tua Ming Hao dan murid - muridnya...


" Ada sebuah pasukan bersenjata lengkap mendekati benteng kota.." lapor seorang prajurit kepada walikota...


" Pasukan apa?? Ada tanda yang bisa dikenali.." tanya walikota..


" Di Bendera mereka tertulis Klan Keng.." lapor lagi prajurit itu...


Rombongan Si Dewa Bumi kini telah berdiri tepat didepan gerbang...


"Tembok benteng ini tinggi bukan main" kata seorang dayang cantik Si Dewa Bumi...


" Hemm..mereka telah bertahan dengan baik.." puji Si Dewa Bumi...


" Sepertinya di tempat ini baru terjadi perperangan atau pertempuran.." kata Yu Chen..


Semua mata menyelidik dan memang betul tanah disekitar benteng hancur karena tekanan aura tempur yang hebat dan banyak potongan tubuh tersebar ..


" Sepertinya mereka usai menghalau siluman - siluman hijau bermata besar..." kata Yo Lan..


Yang seperti kita ketahui, sebelumnya rombongan ini di hadang oleh siluman hijau bermata besar dan tubuh mereka sama persis...


Saat mereka berbincang - bincang...gerbang benteng dari dalam terbuka....lalu keluar walikota yang diteman oleh sepasukkan prajurit dan pendekar yang mengawal walikota...


Segera walikkota menjura penuh hormat kepada pria bertumbuh pendek yang memakai pakaian khas militer tingkat tinggi yang bukan lain adalag Si Dewa Bumi...


" Selamat datang ,tuan..." kata walikota...

__ADS_1


" Tak perlu sungkan...ayo masuk..." kata Si Dewa Bumi...


Segera rombongan ini diarahkan ke mansion walikota...dan begitu sampai di aula besar...tanla basa basi Si Dewa Bumi minta laporan terkini yang dihadapi oleh Kota Bintang ...


Walikota segera melapor bahwa perperangan yang sebelumnya berat sebelah bisa berbalik diatasi karena kedatangan Sepasang Pedang Iblis Pendekar Tua Ming Hao beserta murid - muridnya..


Para Pendekar Pulau kerang ini bahu membahu dengan semua kekuatan di kota Bintang berhasil memenangkan perperanang untuk pertama kali.


Walikota juga bercerita dengan kemunculan Si Dewi Salju , Si pengendali kabut dan dua manusia merah hitam..


Kedatangan ketiga datuk iblis ini membuat prajurit dan pendekat terdesak...untung Pendekar Tua Ming Hao berhasil membunuh si pengendali kabut dan manusia merah hitam..


Sementara Si Dewi Salju diselamatkan oleh bayangan hitam misterius yang memasuki hutan kematian...


Berkerut alis Si Dewa Bumi...


" Mulai saat ini...pasukanku akan mengambil alih komando...prajurit kota bintang dibawah perintahku..." kata Si Dewa Bumi berwibawa...


" Baik...tuan.." jawab walikota..dan pada saat itu pelayan - pelayan mansion datang membawa hidangan...


" Maaf bukan hidangan mewah tapi setidaknya masih hangat.." kata walikota...


" Tak masalah ...ayo semua makan dulu.." ajak Si Dewa Bumi....


******


Pengumuman...


Mohon maaf kepada pembaca setia karena saya jarang update belakangan ini karena beberapa hal..


Pertama, saya baru saja jatuh sakit dan saat ini sedang dalam masa pemulihan...


Kedua , saya yang masih dalam masa pemulihan harus membagi fokus pada kehidupan nyata saya yaitu pekerjaan utama sy..


Ketiga, karena honor yg diberikan pihak noveltoon sangat memberatkan penulis...penulis sudah hampir dua bulan menulis disini dan hanya mendapatkan honor 1000 rupiah tiap bulannya..,tentu sangat berat..


saya sebagai penulis akan berusaha meneruskan petualangan Yu Chen dan tak 'kan menggantung begitu saja...sayaberusaha tiap hari akan update...


Harap maklum...


Semoga semua sehat dan berbahagia...


Salam hangat dari pencinta jendela dunia...


Maaf dan terima kasih...

__ADS_1


**********


Bersambung.....


__ADS_2