
Lu Mei tidur dalam keadaan meringkuk saat matahari belum naik...suasana di goa itu sangat dingin karena udara subuh.
" Anak muda bangun sudah siang..." Suara halus menembus kesadaran gadis itu..dengan malas Lu Mei bangun...
" hemm masih gelap..." pikir Lu Mei...
" Anak muda segera kau duduk bersila untuk menerima manfaat baik dari daging ular yang kau makan kemarin..." Perintah suara itu..
Otomatis Lu Mei menurut..dia bersila dengan mata terpejam...dalam waktu singkat hawa hangat naik dari pusarnya lalu keseluruh tubuh.
Sejam berlalu...
" Cukup...kau bukalah matamu.." Perintah suara itu lagi...Lu Mei membuka matanya lalu segera berlutut sambil berkata..
" terima kasih , senior.." ia menjura...
" hahah...tak perlu kau berterima kasih...ini sudah takdir...anak baik maukah kau menerima warisan ilmu ku " kata petapa itu.
Tentu saja Lu Mei senang dengan permintaan itu..petapa itu bercerita bahwa ia berasal dari negara yang sangat jauh dari kekaisaran Han.
Negaranya berasal adalah negara yang khusus mempelajari tentang ular..dan dia salah satu ahli dinegaranya.. Setelah menjagoi dan tak terkalahkan ia memutuskan berkelana.
Ia berkelana negeri - negeri diluar negaranya ..hingga akhirnya tiba di kekaisaran Han...tak disangka saat baru menginjakkan kaki disini dirinya bertemu dengan seorang ahli racun.
Mereka bertempur sehari semalam..dan si petapa harus mengakui keunggulan lawannya..kecewa karena ia pikir di dunia ini ia tanpa tanding..tapi ia kalah mengenaskan.
Petapa itu mencari goa di Pegunungan Awan Putih dan memutuskan bermeditasi untuk memperdalam ilmunya..ia tak bisa pulang ke negaranya..selain karena sangat jauh..juga karena usianya sudah sangat lansia ( tua ).
Bertahun - tahun ia bermeditasi hingga kesadaranny terusik karena kehadiran Lu Mei
Lu Mei senang bisa mewarisi kesaktian Petapa Tua ini..karena saat kematian orang tuanya..ia bertekad untuk mencari seorang guru yang hebat.
Kini tanpa mencari ada seorang yang menawarkan tentu ia terima..
Tak terasa enam tahun berlalu...setelah belajar siang malam tanpa kenal lelah. Gurunya memanggilnya..gurunya menyatakan bahwa ia telah tamat belajar dan boleh meninggalkan atau turun gunung.
__ADS_1
" Lu Mei , dirimu sudah belajar selama enam tahun dariku , dan kau telah menguasai ilmu - ilmuku dengan baik. Namun hanya disebatas latihan..semua itu perlu kau matangkan dengan pertarungan - pertarungan yang sebenarnya..untuk itu kau harus turun gunung guna memperluas pengalamanmu. " terang gurunya panjang lebar..
" tapi guru , jika aku pergi lantas siapa yang akan melayanimu nanti ..?? " kata Lu Mei nyaring.
" hahaha...kau membuatku menjadi manja..anak baik..ketahulailah sebelum kau datang aku tenggelam dalam meditasi ku..setelah kau pergi aku akan melanjutkan pertapaanku.."
" Kau harus hati - hati dalam petualangmu..karena dunia persilatan adalah dunia yang kejam...dirimu diusia muda telah mencapai tingkat Pendekar Bergelar..bekalmu sudah cukup..namun harus kau ingat di atas langit masih ada langit.."
Demikianlah Gurunya memberi berbagai nasihat..lalu akhirnya Lu Mei pergi meninggalkan Goa gurunya...
Dan saat dia baru keluar goa..
" brakkkk.." goa itu tertutup batu - batu besar..
" Pergi dan jangan kembali kesini...doaku menyertaimu.." terdengar suara dari dalam goa..
" Guru.. " teriak Lu Mei menetes air matanya..
Lalu dengan kuatkan tekad.. Lu Mei pun pergi..setelah berjalan cukup lama ada semacam perasaan gembira dalam hatinya..dan karena pada dasarnya ia adalah gadis yang ceria kesedihan karena meninggalkan gurunya ..perasaan itu lenyap...
Dan saat tiba di kaki gunung ia melihat seorang muda berpakaian pelajar..
" Hei...jangan naik ..gunung ini..banyak bandit " katanya kepada pelajar itu..
" hemm ...bandit...jika begitu akan ku basmi " jawab pemuda itu.
" sombong..sepertinya kau punya sedikit kepandaiannya...bagaimana jika kita bergabung " usul gadis itu.
" hemmm...baiklah perkenalkan namaku Yu Chen " menjura memperkenalkan diri.
" aku Lu Mei.. " gadis itu memperkenalakan diri pula.
lalu mereka melakukan perjalanan bersama...Lu Mei bercerita bahwa para bandit gunung ada disebelah belakang gunung...
Mereka akhirnya ditiba dibelakang gunung dan betapa kaget hati mereka . Mereka melihat banyak orang berpakaian petani berbondong - bondong pergi mengungsi dan meninggalkan daerah itu. Para petani itu tak kuat karena terus dirongrong gerombolan bandit.
__ADS_1
Yu Chen dan Lu Mei terus berjalan dalam perjalanan itu semakin ke dalam gunung mereka melihat makin banyak petani mengungsi..mereka mendengar para bandit membangun benteng di atas gunung.
Akhirnya mereka dari kejauhan melihat benteng besar dan dengan pandang mata yang tajam...mereka melihat banyak penjaga yang menjaga benteng itu.
Di atas benteng tertulis " Sekte Tawon Merah "
Yu Chen ..
" Ohh ..ternyata mereka pindah kesini.." katannya pelan.
Lalu, ia bercerita tentang Sekte Tawon merah dan bagaimana dirinya berusaha mencari mereka.
" Mereka sepertinya nomade atau sering berpindah tempat..kali ini akan ku basmi mereka " berkilat mata merah Yu Chen.
" baiklah besok kita menyerang...hari sudah gelap..lebih baik kita cari goa untuk berteduh.." usul gadis itu.
Yu Chen setuju...mereka mencari goa dekat sungai...lalu sambil makan bakpao..mereka duduk melepas lelah..
" biar aku berjaga kau tidurlah.." kata Yu Chen.
" kita gantian...aku tidur dulu..nanti tengah malam kau bangunkan aku untuk gantian " Usul Lu Mei..
Mereka setuju...
Gadis itu masuk goa..lalu tertidur....
Yu Chen menambah kayu bakar dan api membesar...suasana menjadi hangat...
Suara khas hutan di malam hari terdengar..
Lalu Yu Chen duduk dekat api unggun..
Ia duduk bersila..lalu pejamkan matanya..tubuhnya perlu beristirahat..
Bersambung....
__ADS_1