BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
62. Perbaiki Benteng


__ADS_3

Keesokan paginya badai mereda...rombongan si dewa bumi melanjutkan perjalanan menuju kota bintang. Semua kagum dengan kehebatan Yu Chen dalam membasmi serigala setengah manusia kemarin.


Si Dewa Bumi yakin bahwa Yu Chen ini setara dengan ketua klannnya yang merupakan sepuluh tokoh terkuat di dunia persilatan.


Sepanjang pendengaranya dia tak pernah mendengar atau bertemu pemuda sehebat Yu Chen. Dia yakin Yu Chen berasal dari klan kuno yang tersembunyi. Melihat jurus - jurus yang dipakainya sangat jarang atau tidak dimiliki oleh pendekar - pendekar dari sekte tertentu.


Rombongan ini terus berjalan hingga sampai disebuah sungai besar. Karena Si Dewa Bumi sudah memberi kabar kedatangannya. Ia telah mengirim surat perintah agar penguasa setempat ikut berpartisipasi dalam usaha menumpas siluman di kota bintang ..


Begitu sampai di tepi sungai. Sudah terlihat perahu besar yang disiapkan oleh penguasa didaerah itu. Tanpa basa - basi rombongan ini naik keatas perahu besar .


Pelayaranan dimulai...masing - masing tokoh mendapat kamar untuk beristirahat...


" Silakan berisirahat..kita butuh sekitar tiga hari untuk sampai ke kota bintang " kata Si Dewa Bumi..


" Bagi tim untuk patroli.." perintahnya kepada pasukannya..


Yu Chen , Yo Lan dan Kakek Cu masuk ke kamar masing - masing. Begitu juga dengan si dewa bumi beserta dayang- dayang cantiknya. Hari itu damai saja tidak ada hambatan dalam pelayaran ini.


*****


Kota Bintang semakin mengenaskan. Serangan yang dilakukan oleh kawanan binatang buas dam siluman hijau tak pernah berhenti.


Tapi herannya mereka hanya menyerang dipagi sampai sore hari. Begitu malam akan tiba mereka mundur.


Hal ini memberi keuntungan bagi pihak Kota Bintang untuk memulihkan diri dan membangun atau merancang strategi.


Pada saat itu di mansion walikota kota bintang. Di Aula besar tampak walikota tengah berdiskusi dengan para pejabat militer kota bintang dan petinggi sekte yang membantu bertahannya kota bintang. Mereka mengelilingi meja besar...


Di meja besar itu ada sebuah peta. Peta kota bintang dan sekitarnya...


" kita harus kirim pendekar ahli penyelidik untuk menyusup kedalam hutan kematian..kita harus temukan sarang atau markas musuh " kata seorang pejabat militer.


" Hemm..mereka sangat kuat sepertinya tak mudah bagi kita untuk mengirim mata - mata " kata petinggi sekte..


Mereka berdiskusi serius...


" Hemm...ada pesan bahwa pasukan bantuan kali ini adalah pasukan istimewah Si Dewa Bumi akan tiba tiga atau empat hari lagi.." kata penasihat walikota.


" Jika begitu , begini saja...kita fokus pertahankan kota..selama tiga atau empat hari lagi hingga pasukan bantuan tiba.." Kata Walikota

__ADS_1


Akhirnya semua sepakat mereka akan berjuang mempertahankan kota sampai pasukan bantuan datang. Segera para pendekar baik dari sekte atau pendekar perantau dipimpin beserta prajurit kota bintang bahu membahu membuat pertahanan.


Tembok benteng di perbaiki dan tingginya di tambah. Amunisi di siapkan..karena yang membantu pendekar - pendekar yang memiliki tenaga besar.


Tembol benteng berhasil di perbaiki. Pagi akan segera tiba. Para pendekar dan prajurit yang bekerja membangun benteng di gantikan oleh Para pendekar dan prajurit yang masih segar karena sudah memulihkan diri.


Pembagian ini diatur oleh walikota dan pejabat militer agar kebutuhan pasukan akan selalu segar.


Pagi tiba...


Pagi hari itu cuaca luarbiasa dingin. Para prajurit yang berjaga adalah prajurit pilihan cuaca dingin membuat mereka agak mengantuk juga.


Berbeda dengan para pendekar yang tahan segala macam cuaca bisa bertahan dari hawa dingin. Dengan tenaga dalam bisa membuat tubuh mereka hangat ..


Cuaca makin dingin.....


" Eh...turun salju ..." kata seorang prajurit yang tertimpa salju hidungnya...


" Eh..Belum waktunya kok bisa ada salju " kata seorang prajurit lain terheran - heran...


Salju semakin deras turun....


" Heii..Para prajurit gagah mohon buka pintu gerbang aku mau meneduh dari hujan salju ini.." Merdu suara wanita cantik ini..


" Hati - hati..wanita ini bukan orang biasa..lihat pakaiannya dan dia tak terlihat kedinginan.." kata seorang pendekar. Dengan nalurinya dia merasa wanita itu berbahaya.


" Betul...terlebih wanita ini keluar dari hutan kematian.." Kata yang lain...


Wanita cantik itu sudah di depan pintu gerbang dan terus memohon. Karena tak kuat wanita ini pingsan di depan gerbang. Segera seorang prajurit memapahnya memasuki kota bintang.


Wanita ini dirawat disebuah kamar...


" Bagaimana ?? " tanya kapten penjaga gerbang pada seorang tabib atau ahli pengobatan..


" Hanya kelelahan.." jawab tabib...


Suasana tampak tenang ...hari sudah siang belum nampak kawanan binatang buas akan menyerang kota. Ini membuat semua heran..


Apakah karena salju turun membuat kawanan binatang buas dan siluman itu tak menyerang??

__ADS_1


Semua bertanya tapi tak ada jawaban...


Sore tiba dan malam menjelang..lampu - lampu benteng dan kota sudah dinyalahkan. Salju menyelimuti seluruh kota.


Pada saat itu , entah dari mana muncul nyamuk menyerang atau menggigit para prajurit dan pendekar yang berjaga di benteng. Para prajurit dan pendekar yang tergigit segera roboh pingsan.


kehebohan terjadi...benteng diserang nyamuk - nyamuk..


" Bakar api unggun .." kata seorang pendekar..


" Bikin yang besar agar bisa usir nyamuk.." kata kapten kota...


Api unggun di buat..herannya bukan mengusir nyamuk malah nyamuk yang menyerang semakin banyak...kewalahan para penjaga benteng.


Para Pendekar tingkat ahli dan Pendekar Bergelar membuka mantel atau jubah mereka. Lalu dengan pengerahan tenaga dalam sambil mengibas - ngibas mengusir nyamuk..


Upaya ini cukup ampuh karena nyamuk yang mendekat runtuh ketanah dalam keadaan mati.


Hal ini di tiru oleh semua orang di benteng...


" Hik hik...kalian cerdas juga..." saat itu terdengar suara wanita tertawa ..tak tampak ada seorang wanita disitu..suara tawanya seperti ketawa kuntilanak..


Merinding para prajurit mendengar suara tawa ini. Para pendekar waspada..karena suara tawa ini menggetarkan jantung..itu berarti jagoan hebat ada disekitar atau di dekat benteng.


Para pendekar waspada karena tak tahu jagoan hebat itu musuh atau kawan. Tapi mendengar kata -katanya seperti mengejek...


" Hemm...dewi salju keluarlah..aku sudah hapal suara tawamu.." tiba - tiba di tengah benteng tampak seorang pendekar sepuh...pendekar sepuh ini tak sendirian disampingnya ada dua puluh muda mudi yang terlihat gagah perkasa.


Semua menoleh...terlihat pendekar sepuh dengan pakaian berlambang kerang


Dipunggungnya tampak sepasang pedang...


" Pendekar Suci dari pulau kerang tiba...Ming Hao Si Sepasang Pedang Iblis.." seru seorang pendekar perantau yang mengenal pendekar sepuh ini..


Pendekar sepuh ini adalah majikan dari pulau kerang dan memiliki julukan si sepasang pedang iblis....namanya sangat terkenal di dunia persilatan sebagai tokoh yang disegani dan di takuti...


" Hiki..Hikk..Si tua Ming Hao kenapa kau jauh - jauh kesini..? Kenapa tak tidur di pulau kerang " terdengar kembali suara kuntilanak...


Hawa nafsu membunuh pekat terasa di benteng...

__ADS_1


" Bersambung....


__ADS_2