
Pada waktu itu , seperti yang dijelaskan dibagian depan cerita novel ini , bahwa Pegunungan Merak Emas dibanjiri perantau dari berbagai penjuru , ada yang dari Utara , barat , timur ,tenggara dan tengah dari seluruh wilayah kekuasaan Kekaisaran Han yang sangat luas .
Kabar tentang munculnya Istana kuno dan Kitab Pedang Garuda Surgawi membuat seluruh kekaisaran gempar..bukan hanya itu , warga dari dusun dan desa setempat melihat yang datang adalah orang - orang dari luar kekaisaran Han.
Memang kabar angin tentang Istana kuno dan kitab Pedang Garuda Surgawi juga berhembus keluar kekaisaran Han..menyebar ke kerajaan , negara dan klan - klan tersembunyi di sekitar perbatasan Kekaisaran Han..bahkan menyebar lebih jauh lagi.
Maka dari itu warga setempat sering melihat orang - orang dengan pakaian aneh pergi mendaki ke atas Pegunungan Merak Emas tersebut.
Pada suatu pagi , dari arah timur Pegunungan Merak Emas berjalan serombongan orang melalui padang rumput yang sangat luas dan berangin kencang itu. Mereka berjalan terseok - seok menentang angin.
Mereka terdiri dari puluhan orang dan melihat sikap mereka yang gagah , sebagian besar dari rombongan ini adalah seniman bela diri yang terlatih. Karena mereka pendekar , tubuh mereka kuat menghadapi segala macam rintangan.
Rombongan itu terdiri dari beberapa kelompok , kelompok pertama adalah para saudagar atau pedagang yang dikawal oleh prajurit atau pendekar bayaran.Mereka melakukan perjalanan ke Pegunungan itu karena mendengar keramaian banyaknya perantau , mereka berkeinginan untuk mencari sekedar rejeki.
Karena mendengar rumor bahwa wilayah Pegunungan Merak Emas saat ini daerah rawan berbahaya mereka menyewa beberapa prajurit atau pendekar bayaran .
Prajurit atau pendekar bayaran ini adalah anak murid dari Sekte Pisau terbang. Sebuah sekte menengah dekat dengan ibukota kekaisaran Han.
Memang untuk menghidupi sekte , sebuah sekte akan melakukan beragam misi untuk mendapat bayaran atau uang untuk membeli sumber daya atau bahan pangan sekte.
Anggota Sekte Pisau Terbang itu terdiri dari dua puluh ( 20 ) pendekar terlatih , di Pimpin oleh Seorang Pendekar Bergelar dan seorang pendekar ahli dan sisanya adalah pendekar kelas 1.
__ADS_1
Rombongan pedagang ini demi keselamatan , mereka rela membayar banyak kepada Sekte Pisau Terbang. Pemimpin pendekar itu bukanlah pendekar biasa melainkan seorang pendekar yang sudah memiliki nama tenar di dunia persilatan. Dengan julukan Si Rajawali Hitam bernama Ji Sok .
Ji Sok ini perawakannya kecil jadi ia memiliki kelincangan alami yang membuat dia bisa bergerak cepat dan kuat serta ia suka memakai baju atau pakaian hitam maka dia mendapat julukan atau gelar Si Rajawali Hitam...banyak penjahat roboh tewas dibawah kakinya.
Ji Sok adalah orang yang cermat dan teliti..ia memerintahkan adik - adik seperguruannya dalam pengawalan tersebut dengan membentuk semacam formasi.
Para pedagang berada di tengah - tengah lalu adik - adiknya berdiri melingkar seperti mengepung para saudagar itu lalu adiknya yang paling lihai ( hebat ) atau bisa diandalkan,
Seorang pendekar Ahli bernama Lee Han berada paling depan dan dia sendiri di barisan paling belakang. Dengan berjalan seperti ini akan membuat rombongan pedagang itu keamanannya terjamin.
Lalu didalam rombongan itu terdapat pula seorang kakek berpakaian sederhana seperti petani yang sudah tua juga sepertinya memiliki kemampuan hebat.
Karena dalam medan yang berat..kakek ini masih bisa berjalan dengan lincah dan gesit.
Lalu , dibelakang kakek tua itu terdapat seorang gadis muda nan cantik berjalan perlahan . Gadis berusia 16 - 17 tahun ini terlihat sangat cantik dengan pakaian serba merah ditambah ia memakai payung pula . Payung itu dibuka dan dipakai untuk melindungi wajah cantiknya dari angin kencang .
Ia telah perintahkan kepada adik - adik seperguruannya yang terdiri dari pria muda untuk tidak usil atau mengoda gadis itu. Ji Sok ingin perjalanan ini berjalan lancar.
" Sedikit lagi , di hutan depan kita akan beristirahat melepas lelah disana " Ji Sok berkata setelah mendengar keluhan para saudagar yang kelelahan karena terus berjalan itu.
Telunjuk Ji Sok menunjuk ke arah depan , terlihat hutan lebat yang terdiri dari pohon - pohon purba raksasa. Matahari sudah naik tinggi menyebabkan cuaca luarbiasa panas.
Akhirnya rombongan aneh ini telah sampai di tepi atau diluar hutan. Pohon - pohon raksasa dengan daun lebar mengayun - ayun menyebabkan udara sejuk. Mereka terus berjalan namun langkah mereka berhenti setelah Pendekar ahli Lee Han berteriak memberi aba - aba ke belakang.
__ADS_1
" Tahan ... " teriak pria yang memakai caping itu sambil mengangkat tangannya keatas. Ia berhenti karena mendengar suara aneh dari arah hutan , seolah ada yang mengamuk didalam atau dibalik pohon raksasa purba itu.
Suara roboh atau tumbang pohon - pohon raksasa tersebut akhirnya terdengar oleh rombongan itu. Ji Sok dari barisan belakang melesat cepat , ia sudah berdiri disebelah adik seperguruannya.
" Ada apakah ?? " Tanyanya dan Lee Han menjelaskan..Mata tajam Si Rajawali Hitam meneliti keadaan di Hutan itu. Baru saja ingin melangkahkan kaki sebuah bayangan melesat ke atas lalu di depannya berdiri sosok mengerikan.
Sosok itu berwujud monyet setinggi manusia
" Raja Monyet Raksasa " teriak seorang saudagar dengan muka pucat . Rombongan ini telah mendengar rumor tentang mahkluk berwujud monyet setinggi manusia mengamuk di Pegunungan Merak Emas ini.
" Pertahankan Formasi ..." Ji Sok berkata kepada adik - adik seperguruan dibelakangnya. Ia sendiri telah bersikap waspada memperhatikan gerak -gerik Raja Monyet Raksasa yang berdiri , yang sepertinya juga meneliti keadaan di depannya.
Tiba - tiba monyet raksasa itu membuka mulutnya dan keluar teriakan yang memekakkan telinga. Luar biasa akibatnya , rombongan atau formasi itu menjadi kacau. Muka mereka pucat pasi.
Namun , kakek tua berpakaian petani dan gadis berpakaian merah berpayung , masih berdiri baik - baik saja. Ini menunjukkan mereka memiliki tenaga dalam yang hebat.
Ji Sok dan Lee Han dua pimpinan dari Sekte Pisau Terbang yang berada paling depan ,berdiri dengan muka pucat . Mereka berhadapan dari jarak dekat dengan Si raja Monyet , jantung keduanya bergetar hebat. Segera mereka menahan nafas . Ji Sok dan Lee Han mengerahkan tenaga dalam , aura api biru segera menyelimuti raga kedua pendekar hebat ini.
Raja monyet setinggi manusia itu masih terus berteriak hebat. Saking hebatnya tanah disekitar bergetar seperti gempa bumi. Suara teriaknya membawa angin kencang yang membuat ranting - ranting pohon purba raksasa itu mengibas dahsyat.
" Adik, kita harus hentikan makhluk ini berteriak..jika tidak, mereka yang dibelakang bisa celaka.." kata Ji Sok kepada orang disampingnya. Lee Han menganguk dan ia mengambil topi caping dari kepalanya...lalu melempar kedepan, ke arah monyet besar itu..
" Syuuttt...."..Caping itu melesat dengan cepat menimbulkan angin...serangan itu mengarah ke arah leher mahluk mengerikan yang sedang berteriak tersebut....
__ADS_1
Dan...
Bersambung.....