BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
30. Si Raja Monyet Raksasa


__ADS_3

" Prakkk...." Caping yang dilempar oleh Pendekar Lee Han mengenai leher monyet berbadan manusia itu dengan tepat..namun begitu menyentuh leher capingnya hancur berkeping - keping. Yang diserang terlihat biasa saja atau tidak merasakan bahwa serangan hebat menerjangnya.


" Ia kebal... " bisik Lee Han...


Segera , Si Rajawali Hitam dengan tangan kanan membentuk tinju meloncat kedepan..menghantamkan tinjunya ke arah dada monyet itu . Bukan hantaman biasa tapi di tinju itu mengandung tenaga dalam.


" Bruk - bruk..." Tinju itu mendarat dengan tepat dan Ji Sok mencelat mundur kebelakang dengan wajah pucat. Ia sudah meninju dengan pengerahan tenaga dalam . Dirinya merasa seolah menyerang patung batu. .


Namun , ia lega karena serangannya itu membuat monyet itu berhenti teriak. Monyet raksasa itu menatap marah Ji Sok lalu dengan gerengan dahysat...makhluk itu menubruk Ke arah Ji Sok..


" Awas , Suheng ( Kakak Seperguruan ) " teriak Lee Han..tak hanya berteriak sebuah pisau melesat terbang dari tangannya ke arah mata monyet setinggi manusia itu.


Ji Sok yang ditubruk itu segera mengeluarkan golok besar yang muncul secara ajaib. Ia menangkis serangan itu. Dirinya tak mau menyambut dengan tangan kosong. Dengan pengalamanya dalam berbagai pertarungan membuatnya paham itu akan sangat beresiko tinggi.


" Plakkkk...Kraakhh...Syuttt.. " Golok besar yang ditangan Ji Sok adalah golok yang dibuat dari besi pilihan. Walau bukan pusaka namun sangat kuat dan tajam. Banyak sudah bandit roboh tewas dibawah goloknya itu. Kini golok besar kebanggannya itu patah menjadi dua karena menyambut serangan tangan yang sangat keras seperti batu.


Monyet itu meraung..lalu meloncat kesamping sambil mengangkat tangan ke arah matanya yang diserang oleh pisau terbang Lee Han...


" Crepp... Syutt." Pisau terbang itu ditangkap oleh monyet itu dan ia segera menyambit kembali ke arah Lee Han..Pisau itu melesat dengan kecepatan kilat. Melihat ini ia meloncat menghindar namun segera kaget mendengar suara dibelakangnya. Terdengar sebuah keluhan.


"Ah...!!! " Pendekar Lee Han menoleh kebelakang dan melihat seorang adik seperguruannya yang tepat berdiri di belakanganya walau jarak posisi mereka cukup jauh. Roboh tewas dengan sebuah pisau menancap di lehernya .


" Sute ( Adik Seperguruan )...!!semua bersiap bertempur... " Teriak Ji Sok memberi perintah kepada saudara - saudaranya itu. Segera aura bertarung bersinar di tepi hutan tersebut.


" kalian lihat situasi dulu..biar kami yang hadapi.." kata Ji Sok lagi..lalu ia mengeluarkan golok besar lagi dari kehampaan. lalu Ji Sok melihat sutenya ( adik seperguruan ) Lee Han telah mencabut pedang tipis yang melibat pinggangnya. Sejenak mereka berpandangan lalu dengan kecepatan tinggi mereka melesat ke arah monyet raksasa tersebut.


Si Monyet raksasa itu menyambut dan mereka terkejut dari kedua tangan mahkluk itu keluar angin dahsyat.


" Buk... Buk..." serangan mereka saling beradu..kedua pendekar sekte pisau terbang itu terjengkang roboh namun segera meloncat bangkit kembali. Wajah gentar membayang di wajah mereka. Saat serangan beradu mereka merasakan kekuatan hebat dari monyet itu. kekuatan yang mengandung tenaga dalam.


Mahluk itu memiliki tenaga dalam yang hebat..bergidik dari mana monyet itu bisa menghimpun tenaga dalam sehebat itu??. Apakah mereka bertemu dengan siluman??.

__ADS_1


Pikiran itu membuat mereka gentar..monyet itu mengibaskan lengannya ke arah kedua orang ini..dan, kedua ini roboh...monyet itu mengejar bermaksud menghabisi pendekar Sekte Pisau Terbang itu.


Di saat berbahaya bagi kedua pendekar ini...nampak sinar kuning menyambar hebat dan memapaki menangkis serangan monyet itu.


" Prakkk... !! " Sungguh hebat serangan yang berupa sabuk panjang itu membuat si monyet raksasa terdorong mundur kebelakang.


Terlihat seorang kakek petani berdiri didepan Ji Sok dan Lee Han yang sudah pasrah menyambut maut.


" kalian pulihkan diri..." kata kakek petani itu kepada keduanya.


Monyet itu segera membalas si kakek ..si kakek menyambut..terjadilah pertarungan hebat diantara keduanya. Dua mahkluk berbeda itu saling menghantam..mereka terus saling serang..semakin bertarung membuat si kakek petani kaget.


Kakek petani ini kaget karena monyet raksasa ini menyambut dengan gerakan silat. Dan gerakan - gerakannya mengandung gerakan silat tingkat tinggi dan makin kaget setelah beradu tenaga..si kakek mendapati tenaga dalamnya kalah kuat dengan musuh yang hebat ini. ia terdesak hebat.


Mereka yang menonton menyaksikan pertarungan itu menjadi pucat wajah dan gentar hati mereka. Mereka yakin hewan itu adalah siluman. Karena hewan biasa tak mungkin bisa selihai itu. Mereka yakin si kakek petani pasti akan segera roboh tewas.


Saat pertarungan itu sampai puncaknya...si kakek terdorong mundur dengan nafas kembang kempis...terdengar suara lembut dan ganda harum tercium oleh hidungnya.


" Ahh....!!.


Monyet itu meraung sambil memegang sebelah matanya yang tertusuk jarum. Jarum merah itu dilesatkan dengan kecepatan hebat. Semua menoleh kesamping .Dan mendapat kenyataan si nona baju merah yang tadi diam saja kini telah ikut turun tangan dalam pertempuran ini. Mereka semua kaget tak sangka si Gadis Cantik itu sangat lihai..sekali bergerak membuat monyet raksasa meraung kesakitan terkena serangan jarumnya.


Si Gadis baju merah berpayung itu tak mempedulikan pandangan terpana orang - orang itu. Ia melangkah ke depan secara perlahan menatap si kakek petani yang sudah meloncat bangun ..terdengar suara teguran halus dingin


" hemm ...kau sungguh kurang latihan , kakek Cu keng..cckc .." kata Suara halus dingin itu


" Maaf , Nona Yo.." kakek itu segera bersujud didepan nona bermarga Yo Itu.


Semua terkejut si kakek yang begitu lihai...ternyata adalah pelayan si cantik..


" Sudah...minggirlah..biar ku habisi monyet ini.." kembali terdengar suara dingin dari sosok rupawan itu. Dan sosok rupawan yang membawa ganda harum ini berbalik . Mata indahnya memandang mahkluk yang sedang meraung kesakitan .

__ADS_1


Monyet itu meraung kesakitan..tangannya terus menggosok matanya..perbuatannya ini membuat lukanya semakin dalam dan darah segar keluar membanjiri wajahnya. Terus meraung kesakitan lalu ia melesat keatas dan menghilang ke dalam Hutan purba ..terdengar suara teriakan mengerikan dan suara pohon bertumbangan.


Melihat monyet lihai itu pergi membuat rombongan saudagar itu menghela nafas lega..mereka telah terlepas dari bahaya maut.


Para anggota Sekte Pisau Terbang bergegas menghampiri kedua pimpinan mereka yang terluka . Ji Sok berkata..


" Segera kubur mayat saudara seperguruan kita..kita harus terus melanjutkan perjalananan..sebelum itu, kita akan mengaso di depan sana..di depan sana ada banyak goa - goa..kita akan bermalam disana..cepat.. " ia memberi perintah kepada adik - adiknya..


Ia lalu melangkah ke arah si kakek petani dan si nona cantik , ia menjura merangkap kedua tangannya..


" terima kasih kepada senior dan nona yang baru saja menyelamatkan kami.." katanya tulus..


" hemmm... aku tak menolong kalian...aku menolong pelayanku.." kata gadis cantik itu dingin..


Ji Sok heran...lalu menatap Si kakek petani yang sepertinya terluka parah lalu bertanya..


" Senior apakah anda baik - baik saja..." tanyanya..


" Tak apa...nak , lebih baik kau cemaskan adikmu yang tadi bertempur disampingmu.." kakek itu memberi nasihat. Lalu berjalan dibelakang gadis berpayung yang sudah masuk ke dalam hutan purba.


Ji Sok melihat adiknya ...Lee Han yang tiba - tiba ambruk ketanah...saudara - saudaranya kaget..setelah diperiksa pendekar muda Lee Han tewas karena terluka parah akibat pertempuran melawan monyet raksasa.


Terkejut Ji Sok berlari...lalu dengan menghirup udara yang terasa pahit karena duka menyerang hatinya..ia memerintakan untuk segera mengubur Lee Han dan seorang adik yang tewas pula.


Mereka mengubur keduanya di ujung jalan..di bawah pohon purba raksasa. Mereka berdiri penuh duka di depan kedua nisan yang telah ditimbun tanah merah.


" Ayo kita lanjutkan perjalanan ini.." kata Ji Sok..


Lalu, rombongan pedagang yang dikawal oleh pendekar - pendekar Sekte Pisau Terbang melangkah memasuki Hutan purba didepan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2