
" Hemm...iblis betina bermulut keji.." teriak pemuda berbaju biru didadanya juga ada lambang atau simbol kerang dari rombongan Pendekar Tua Ming Hao. Dua puluh muda mudi ini adalah murid - murid pilihan Si Sepasang Pedang Iblis.
" Hik hik..pemuda berbaju biru kaukah yang berjuluk Pendekar Api Biru , Pendekar muda jenius yang mengguncang dunia persilatan itu..." ejek Si Dewi Salju...
Para pendekar dan prajurit yang berjaga untuk mempertahankan benteng bernafas lega melihat datangnya para Pendekar dari Pulau Kerang. Nama Pulau Kerang sudah tersohor di seluruh dunia persilatan.
Kabarnya selain Pendekar Tua Ming Hao..Masih ada dua pendekar suci tingkat tinggi dari Pulau Kerang tapi sepertinya hanya Si Sepasang Pedang Iblis ini yang muncul.
" Hemm.. Si Dewi Salju..sebenarnya aku dan murid - muridku tidak perduli dengan keadaan Kota Bintang.. Tapi ,karena kau muncul disini..jadi aku berkenan mampir untuk membasmimu..." kata Pendekar Tua Ming Hao..
" Hahaha..apakah kau mampu..??" ejek wanita berwajah biru itu..
Saat itu terdengar suara tawa lalu muncul diatas benteng itu dua orang aneh..wajah keduanya berwarna merah dan hitam. Bukan hanya wajahnya tapi seluruh tubuh mereka merah dan hitam...
" Aihh..sepasang manusia merah hitam kalian datang juga.." kata si wanita cantik...
Melihat kedatangan kedua manusia aneh ini membuat gentar hati para pendekar..karena kedua manusia ini datuk sesat dari barat yang memiliki kepandaian mengerikan. Ranah mereka berdua adalah Pendekar Suci 5 gerbang..belum si wanita berwajah biru itu juga Pendekar Suci 5 gerbang.
Pihak musuh sangat kuat..sementara dipihak mereka hanya Si Pendekar Tua Ming Hao yang berada di ranah Pendekar Suci 6 Gerbang. Entah, murid - murid atau para pendekar muda dari Pulau Kerang mereka tak tahu ranah mereka.
" Senior, Singkoan Mi izinkan kami membantu " Kata si manusia merah..
" tentu...jasa kalian akan kami hitung.." kata Si Dewi Salju...
Pendekar Tua Ming Hao terlihat tenang melihat kedatangan dua datuk iblis manusia merah dan hitam yang namanya mengguncang kekaisaran Han karena kekejaman sepasang manusia sesat ini.
Saat itu Si Dewi Salju bersiul nyaring lalu dari dalam hutan kematian keluar kawanan binatang buas dan siluman bermata besar..jumlah mereka sekitar dua ratus, jumlah yang sangat besar..dan mereka sangat kuat..ranah mereka berada di ranah Pendekar Bergelar puncak...
Kapten kota segera mempersiapkan pasukan untuk bertempur mempertahankan Kota Bintang..
__ADS_1
" Kalian para prajurit dan pendekar di bawah pendekar bergelar gunakan panah api untuk melindungi para pendekar ...biar para pendekar bergelar yang menghadapi siluman - siluman itu.." kata Pendekar Tua Ming Hao...
" Murid - muridku akan membantu kalian...tiga manusia iblis biar aku yang hadapi..." tambah Pendekar sepuh dari Pulau Kerang ini..
Mendengar ini kapten Kota segera mengatur barisan untuk menyerang para kawanan binatang buas dan siluman bermata besar..
Segera aura tempur bertebaran di benteng Kota Bintang..di pimpin oleh Pendekar Api Biru dan adik - adik seperguruannya. Murid - murid atau pendekar dari Pulau Kerang..
Perang hebat terjadi untuk mempertahankan benteng Kota Bintang . Teriakan dari para pendekar membuat hati prajurit Kota Bintang menjadi semangat...
Para Pendekar Pulau Kerang yang di pimpin oleh Pendekar Api Biru membentuk semacam formasi pedang bersama adik - adik seperguruannya segera membabat para kawanan binatang buas dan siluman bermata besar..
Dalam waktu singkat formasi pedang dari Pulau Kerang ini mendominasi pertempuran membuat semangat para pendekar perantau yang berusaha mempertahanan Kota Bintang...
Sementara itu Pendekar Tua Ming Hao sudah mencabut sepasang pedang iblisnya..dia tak ingin membuang waktu mengingat ketiga manusia iblis itu juga bukan orang lemah...
Aura tempur keluar dari tubuh Pendekar Tua Ming Hao..dirinya bersiap menyerang...
" kalian bunuh dia..aku akan bantu pertahanan kalian.." kata Si Dewi Salju...segera dari balik jubahnya keluar nyamuk - nyamuk sebesar tawon muncul...
Aura tempur dari manusia merah hitam merajai sekitar mereka..hawa membunuh mengerikan terasa, tak ada yang berani mendekati pertarungan yang terjadi diantara keempat Pendekar Suci yang sudah saling serang itu..
Pendekar Tua Ming Hao menghadapi keroyokan sepasang manusia merah hitam yang dibantu Si Dewi Salju..
Sepasang manusia merah hitam dan Si Dewi Salju adalah tokoh - tokoh tingkat tinggi tapi tak malu melakukan perbuatan pengecut. Bertarung dengan cara mengeroyok.
Ketiga manusia iblis ini tak perduli..mereka sudah melakuan berbagai perbuatan keji..bagi mereka mencapai kemenangan apapun caranya adalah yang benar dipikiran mereka...
Si Sepasang Pedang Iblis dari Pulau Kerang berkelebat cepat menyerang manusia merah hitam yang juga menggunakan pedang untuk menyambut serangan Pendekar Tua Ming Hao tak lupa tangan mereka yang tak memegang pedang membalas serangan Pendekar sepuh dari Pulau Kerang..
__ADS_1
Pendekar Tua Ming Hao agak kewalahan karena selain kedua manusia sesat itu lihay..dirinya harus membagi perhatian pada nyamuk sebesar tawon yang dilepas Si Dewi Salju.
Untung , ranahnya setingkat lebih tinggi dari mereka. Tapi bersatunya ketiganya membuat keunggulan ranahnya tak begitu berpengaruh..
keadaan mereka seimbang .
Pertempuran terjadi di benteng Kota Bintang..banyak sudah prajurit dan pendekar yang gugur dalam usaha mempertahankan benteng..
Di lain pihak..dengan adanya para Pendekar muda dari Pulau Kerang...prajurit kota dan pendekar perantau bisa mengimbangi kehebatan kawanan binatang buas dan siluman bermata besar.
Banyak sudah kawanan binatang buas dan siluman bermata besar roboh tewas di bawah formasi pedang dari Pulau Kerang...
" Habisi mereka..." Seru Pendekar Api Biru yang memimpin formasi pedang.
Para pendekar muda dari Pulau Kerang berkelebatan bagai kilat membunuh para kawaanan binatang buas....Kota Bintang untuk pertama kali mendominasi perang...
Perang terbuka terus berlangsung....saat itu angin kencang berhembus membawa awan hitam di langit...lalu hujan deras turun di Kota Bintang...belum lagi salju yang turun tidak seusai musim membawa hawa dingin mencekam di Kota Bintang...
Namun, yang berperang tidak perdulikan hujan deras bercampur salju..kemenangan di depan mata membuat para prajurit dan pendekar yang mempertahankan benteng menjadi tambah semangat...
Perkelahian antara Pendekar Tua Ming Hao dan sepasang manusia merah hitam yang dibantu Si Dewi Salju masih berlangsung seru dan hebat..
Sungguh menegangkan perkelahian ini..mereka saling bertukar jurus - jurus maut. Aura tempur mereka membuat hancur sekitar mereka...
" Hiyaaat..." manusia merah menyerang hebat tapaknya yang mengandung racun mematikan memapaki sepasang pedang di tangan Pendekar Tua Ming Hao...
" Ciatt..." manusia hitam tak mau ketinggalan tinjunya menyambar dahsyat..
" dess..." Si Pendekar Tua Ming Hao menyambut dengan cepat dan hebat...ketiganya meloncat mundur karena benturan tenaga hebat...
__ADS_1
"Bersambung....