
Yu Chen , Yo Lan dan kakek Cu Keng berjalan perlahan menuruni Pegunungan Merak Emas yang penuh dengan keajaiban. Mereka gembira karena bisa berkumpul kembali. Si elang petir terbang di langit mengikuti langkag ketiganya.
" Malam akan tiba...kita akan menginap di Penginapan di depan .." kata Yu Chen .
Sejak menuruni Pegunungan Merak Emas mereka sering bermalam di hutan , dilembah dan di tepi sungai atau menginap di alam liar. Melalui penglihatan si elang petir , Yu Chen sudah melihat di depan sana ada sebuah penginapan .
Akhhirnya mereka tiba di depan penginapan dengan nama Penginapan Bunga Persik. Karena penginapan ini berada di dalam hutan bunga persik.
Penginapan Bunga Persik cukup indah karena pemandangan yang sangat bagus ,terdiri dari tiga lantai menyediakan tiga puluh kamar. Yu Chen memesan tiga kamar. Seperti biasa Yo Lan setiap berada di penginapan..
" Yang ada kamar mandi dalam .." pinta Yo Lan..
Segera mereka bertiga diantar ke lantai tiga dengan posisi kamar berdampingan. Yu Chen dan kawan - kawan memasuki kamar masing - masing.
Yu Chen cukup puas penginapan di tengah hutan ini cukup bagus dan bersih. Ada kamar mandi di dalamnya. Segera ia mandi karena sudah beberapa hari lamanya Yu Chen tidak bisa mandi dengan puas. Setelah mandi dia berganti pakaian. Lalu Yu Chen turun ke lantai pertama untuk memesan makanan.
" Buatkan aku dua porsi nasi putih , empat macam daging sayur dan arak wangi serta teh hangat " Pesannya..
Sambil menunggu dia makan bakpao yang telah tersedia di meja. Saat itu Yo Lan sudah turun dan langsung bergabung di meja Yu Chen..
" hemm..kemana kakek Cu...? Tanya Yu Chen..
" Sudah tidur.." jawab Yo Lan..
" Lha , kakek Cu gk lapar...? Kata Yu Chen heran..
" Tadi saat kita masuk kamar...kakek Cu keluar lagi dan memesan makanan .." jelas Yo Lan...
Pada saat itu pelayan membawa pesanan Yu Chen dan Yo Lan yang melihat sudah ada dua porsi nasi putih serta teh hangat membuat hatinya gembira.
Pemuda pujaan hatinya sejak keluar dari sumur menjadi begitu perhatian padanya..
" Ayo makan.." kata Yu Chen yang melihat gadis di depannya hanya senyum - senyum sendiri..
__ADS_1
Segera mereka makan dengan lahap..seusai makan keduanya kembali ke kamar untuk beristirahat. Ditambah hujan mulai turun membuat mata makin berat.
Dua hari sudah Yu Chen dan kawan - kawan menginap di penginapan ini. Malam itu karena bosan Yu Chen turun ke lantai dasar untuk minum arak.
Lantai dasar Penginapan Bunga Persik terlihat seperti kedai minum , ada beberapa tamu penginapan sedang menikmati hidangan.
Yu Chen memesan arak wangi. Sambil meneguk perlahan Yu Chen melihat sekeliling..ia menemukan disebuah meja di sebelah pojok yang sebelumnya kosong. Kini telah duduk seorang pria bertopeng membawa pedang di punggungnya.
Pria bertopeng ini tidak sendirian disebelahnya duduk seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun. Gadis cantik ini terlihat seperti sedang melamun. Tak perduli , Yu Chen melanjutkan minum araknya...
" berikan aku dua porsi nasi goreng telur ceplok sambelnya di pisah..minum teh hangat.." terdengar pria bertopeng itu memesan makanan. Dan gadis itu masih melamum.
Hidangan tiba , si pria bertopeng makan dengan lahap..
" Makanlah..kita akan segera melanjutkan perjalanannya " katanya kepada gadis itu..
Mereka makan dalam diam...hanya terdengar suara sumpit dan suara orang menikmati hidangan..
Arak Yu Chen habis...pemuda ini hendak memesan lagi... Saat itu seseorang datang dan menendang meja penginapan . Wajahnya terlihat murka...
" Dan , kau lepaskan puteri ketua sekte bunga kematian " serunya...
" Hahaha...nona ini yang ingin ikut denganku...kau tanya saja sendiri.." kata si pria bertopeng yang bernama Fan Ki..
" Hemm...nona ayo kembali..tuan besar mencarimu " bujuk pendekae dari sekte bunga kematian..
Nona itu masih makan nasi goreng seolah tak mendengar kata - kata yang di ucapak oleh murid dari sekte bunga kematian.
" Fan Ki apa yang kau lakukan pada nonaku ? bentaknya...
" Aku hanya memberikan makan nasi goreng ceplok " balas pria bertopeng itu santai..
Sekelompok orang memasuki penginapan bunga persik. Hampir lima puluh orang memasuki penginapan dan setiap orang membawa pedang dan golok besar. Semuanya melepaskan nafsu membunuh yang besar..mengarah pada pria bertopeng yang masih dengan tenang memasukkan nasi goreng ke mulutnya..
__ADS_1
Pelayan dan para tamu penginapan bunga persik menjadi ketakutan dan segera pergi dari lantai satu. Hanya Yu Chen yang masih tenang dengan araknya.
" Fan Xi..siapa itu?? marga Fan sepertinya aku pernah dengar.." .kata Yu Chen dalam hati tapi dia lupa..
Pria bertopeng itu selesai makan nasi goreng lalu bangkit dari duduknya..perlahan maju hawa nafsu membunuh yang pekat keluar dari tubuhnya...
" kalian akan mampus disini..." katanya...
Pria bertopeng itu entah bagaimana pedang di punggungnya sudah tercabut dan berada di tangannya. Sejenak pria ini menatap kelompok bersenjata di depannya. Hawa membunuh semakin kuat terasa membuat sebagian pendekar dari sekte bunga kematian menjadi gentar.
" hemmm..bagi dua kelompok dan rebut nona " kata seorang pendekar sekte bunga kematian kepada rekannya..
" Jangan coba - coba.." kiranya pria bertopeng ini memiliki telinga yang tajam. Lalu sambil dia menyerang dengan kecepatan hebat. Dalam waktu singkat sepuluh orang tewas di sambar sinar pedang. Yu Chen yang melihat pria bertopeng ini memilki kemampuan hebat..
Sejenak pria bertopeng beradu mata dengan Yu Chen agak bergetar jantungnya menatap mata merah pemuda berpakaian pelajar itu..
Pria bertopeng ini melanjutkan serangannya , kali ini gerakkannay agak lambat. Pedangnya menyambar pelan. Dari pedangnya keluar aura mematikan . kembali sepuluh orang dari sekte bunga kematian roboh tewas.
Anggota sekte bunga kematian terus menyerang dengan hati marah..mereka marah melihat rekan- rekannya tewas dengan mudah....
Pertarungan hebat terjadi...hanya dalam waktu cepat hampir seluruh pendekar bunga kematian tewas..hanya tersisa satu orang..dia adalah yang pertama datang di penginapan bunga persik...
Nafasnya memburu..keringat dingin membasahi dirinya.. Rasa gentar masuk ke hatinya..tak sangka pria bertopeng ini begitu hebat...
Dia mulai melirik , mencari celah untuk kabur dari situasi ini . Seperti bisa membaca pikiran terdengar suara dari pria bertopeng itu..
" Jangan berpikiran untuk kabur...sudah kubilang kalian akan mampuss disini " Ancamnya sambil perlahan maju kearah pendekar sekte bunga kematian....
Pada saat itu , mendengar ribut - ribut di sebelah bawah Yo Lan dan kakek Cu keluar kamar masing - masing . Lalu dengan gerakkan ringan mereka sudah berada di samping Yu Chen...
Yu Chen berbisik kepada keduanya...
" Bukan urusan kita...jangan ikut campur...cukup di lihat saja " katanya.....
__ADS_1
Bersambung....