
Bajak sungai yang melompat kedalam sungai..menggoyang kapal yang ditumpangi oleh Yu Chen dan kawan - kawan. Mereka berniat menggulingkan kapal...
Melihat ini Yu Chen mengangkat tangan kanannya ke udara...
" Seni Pengejar Arwah : Memecah Bintang : keluar sinar hijau keemasaan dari tangan kanannya dan seperti kembang api..kilat hijau keemasaan menghantam setiap anak buah bajak..
Setiap anak buah bajak yang terkena kilat hijau keemasaan langsung tewas dalam dengan tubuh berlubang...sementara itu..
Si Dewa Bumi sudah mencelat ke perahu dimana berdiri si ular hitam..segera terjadi pertarungan diantara keduanya...level mereka seimbang.....
Pertarungan sengit terjadi diantara mereka membuat perahu itu segera hancur lebur karena tak kuat menahan aura tempur kedua pendekar suci ini..
Pertempuran dilanjutkan diatas air sungai yang mengalir, sungguh hebat pertarungan keduanya.
Yu Chen tak tahan melihat betapa Si Dewa Bumi tak bisa menuntaskan pertarungan dengan cepat.
Anak buah bajak sudah tewas semua...hanya tinggal Si Ular Hitam...
" hiyatt.." hawa panas menyambar dari tapak Si Dewa Bumi...
" Ciatt..." Hawa dingin keluar dari tinju Si Ular Hitam
Keduanya telah mengerahkan jurus andalan masing - masing dan akibatnya hebat...mereka terdorong mundur sambil memegang dada..keduanya telah terluka..
" Senior...biar aku yang tuntaskan..." Tiba - tiba Yu Chen sudah berdiri disamping Si Dewa Bumi..
Menghela nafas panjang..Si Dewa Bumi berkelebat ke arah kapal yang segera disambut oleh dayang - dayang cantiknya. Meminum sebuah pil yang bisa menyembuhkan luka disebelah dalam akibat benturan tenaga dalam..
Semua yang di kapal kini menonton pertarungan antara Si Ular Hitam dan Yu Chen...
" Anak muda..siapa kau..??" tanya Si Ular Hitam..melihat pemuda remaja yang memiliki mata setan..
" Aku hanya seorang pelajar..." jawab Yu Chen...
" Hemm...kau kah Pendekar muda yang baru - baru ini membuat nama besar di dunia persilatan wilayah selatan sebagai Pelajar Maut itu?? " kembali Si Ular Hitam bertanya...
" Entahlah...cukup bicaranya kau harus cepat mampus.." kata suara dingin pemuda itu...
__ADS_1
" tak semudah itu anak muda" tiba - tiba Si Ular Hitam mengeluarkan semacam petasan keudara.
" Hemm..kau memanggil temanmu?? Baik..akan kutunggu.." kata Yu Chen...
Saat itu elang petir berkelebat diudara....bulu apinya memercikkan api...elang petir terbang diatas kepala Yu Chen...
Tak waktu lama dari arah belakang Si Ular Hitam..keluar sesosok siluman bermata besar..ini adalah goblin berukuran besar...goblin besar ini membawa tombak...lalu seperti merapal sebuah mantra..si goblin menepuk air sungai..
lalu muncul goblin - goblin berukuran lebih kecil dari goblin besar yang menepuk air...mereka bermunculan dengan jumlah mengejutkan hati para penumpang kapal yang segera bersiap untuk bertempur...
Aura pertempuran segera terasa di sungai itu..
Yo Lan telah mengerahkan jurus - jurusnya...payung hitamnya berkelebatan , jarum - jarum merah melesat memasuki kepala goblin - goblin kecil di dekatnya...
" Blar..." terdengar ledakan saat jarum merahnya mengenai goblin kecil...goblin yang terkena jarum merah meledak dengan tubuh bagian atas hancur..
Namun , Para Pendekar segera terkejut karena goblin - goblin yang terluka itu bisa pulih dengan cepat..dan begitu pulih para goblin ini langsung menyerang para penghuni kapal dengan ganas.
Aura Hijau Keemasan dari tubuh Yu Chen memancarkan energi kilat yang menghantam para goblin disekitarnya...
Tetapi , seperti halnya dengan para gobiln yang diserang oleh jarum Yo Lan..para goblin kecil yang terkena serangan dari Yu Chen segera memulihkan diri..bahkan ukuran goblin kecil ini berubah , menjadi besar..
Sementara si goblin besar yang pertama kali muncul entah sudah menghilang kemana..
Kembali terdengar ledakan dimana - mana...sebenarnya para pendekar bisa mengatasi para goblin ini tapi mereka bisa segera pulih kembali...
" Bunuh mereka tanpa diledakkan...jangan sampai potongan tubuh mereka menyentuh air sungai.." terdengar suara Yu Chen di atas kapal itu...
Yu Chen telah berkali - kali meledakkan para goblin tapi bisa pulih kembali...tapi dia bisa segera menemukan kelemahan dari goblin - goblin ini..
Dengan tenaga dalam tingkat tinggi , Yu Chen membuat para goblin terbang ke udara...lalu dia tekan sampai hancur tanpa sisa..dan para goblin itu tak bisa pulih lagi...
Para pendekar di atas kapal cukup kesulitan karena mereka tak punya ilmu seperti Yu Chen...hanya Yo Lan yang di bantu Kakek Cu Keng yang melempar para goblin ke atas yang segera hancur terkena serangan pedang - pedang kecil yang muncul dari payung hitam..
Si Dewa Bumi di bantu dengan sabuk - sabuk sutera dayang - dayangnya mengikat para goblin dan membuat goblin - goblin ini mengudara yang segera dilumat oleh hawa panas dari telapak tangan Si Dewa Bumi...
Yu Chen melayang di udara...lalu merentangkan kedua tangannya....hawa panas dingin terasa disekitarnya..Yu Chen telah mengerahkan tenaga saktinya..
__ADS_1
" hiyatt..." berseru dan para goblin segera melayang keudara..semua goblin melayang....
" Ciatt...." Sinar terang menyibak kegelapan sungai itu ...sinar terang ini membuat para pendekar yang berdiri diatas kapal terpaksa memejamkan mata karen sinar ini sangat menyilaukan..seperti matahari....
" Duar..." Terdengar ledakkan dimana - mana...dan saat sinar terang itu perlahan menghilang..para pendekar membuka mata...para goblin merepotkan itu sudah lenyap...bahkan mayat - mayat bajak sungai turut menghilang tanpa bekas...
Sungguh serangan atau seni bela diri yang sangat hebat...belum pernah mereka lihat serangan yang begitu luarbiasa...
Yu Chen telah berdiri disamping Yo Lan...
" Kau tak apa- apa.?? Tanya Yu Chen..
" Aku baik .." jawab Yo Lan dengan mata berbinar kagum...pemuda pujaan hatinya ini tak pernah berhenti mengejutkan hatinya...
" Kakek Cu...bagikan apel giok ini kepada semua penghuni kapal ini...." Kata Yu Chen yang segera mengeluarkan setumpuk apel giok di depannya..
" kakek Cu kau makan satu...begitu juga semua hanya boleh makan satu...lalu seraplah ...kalian harus menaikkan ranah secepat mungkin..musuh - musuh kita di kota Bintang pasti lebih merepotkan dari ini.." kata Yu Chen...
" Ku harap semua yang disini segera bisa mencapai ranah Pendekar Suci..." kata lagi Yu Chen..
Segera pendekar prajurit keluarga keng mengambil satu buah apel giok...
" Anak muda , kami klan keng berhutang banyak padamu.." Kata Si Dewa Bumi...
" Tak perlu sungkan ...senior..kita adalah rekan satu golongan...kau makan satu juga lalu seraplah manfaat dari apel giok ini...biar aku dan Yo Lan yang berjaga.." kata Yu Chen ..
Pemuda ini segera mengajak Yo Lan ke ujung kapal lalu menemui juru kemudi. .
" Lanjutkan perjalanan.." perintahnya..
Juru kemudi ini telah melihat kehebatan pemuda ini dan segera melanjutkan perjalanan...
Sungai yang telah dilewati kembali sunyi seolah tak terjadi apa - apa...padahal belum lama telah terjadi pertempuran maut...
Semilir angin sejuk...mengenai wajah cantik Yo Lan yang kini berdiri disamping pemuda berpakaian pelajar....
" Bersambung....
__ADS_1