BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
46. Apel Giok


__ADS_3

Pertarungan ini terus berlangsung...Biksu Cu Liong melawan seorang suku merak...suku merak ini perawakannya kurus seperti tengkorak..kekuatan mereka berimbang...jurus - jurus mereka yang merupakan ilmu silat tinggi...


Akhirnya pertempuran mencapai puncaknya biksu Cu Liong dengan ilmu tangan kosong berteriak..


" Seni Pelita Suci..: Seribu Tapak " telapak tangannya bergerak cepat..seolah membentuk seribu tapak... sinar atau aura emas menyelimutinya..


Tak mau kalah ,lawannya suku merak yang bertubuh kurus juga berteriak..


" Seni Merak Emas ..: Tapak Rembulan " dari telapak tangannya keluar aura biru terang..


setelah berteriak ...keduanya meloncat dan bertemu diudara..tapak bertemu tapak..


" Duar..." seperti pertemuan kekuatan positif dan negatif...


laksana petir saling beradu...pertemuan kedua tapak ini mengakibatkan debu tebal disekeliling mereka..


Keduanya terdorong mundur...mengambil nafas sejenak..lalu keduanya kembali saling tubruk...


Sementara pertarungan antara kakek Cu Keng melawan anggota suku merak yang bertubuh gemuk itu berlangsung tidak seimbang..setelah mendapat kitab tubuh naga...kakek Cu memiliki kekebalan yang hebat.


Lawannnya anggota suku merak walau bertubuh gemuk ..


Namun , memiliki kecepatan hebat...kakek Cu sebenarnya mendominasi dalam perkelahian ini..tapi gerakkan cepat dari anggota suku merak tersebut membuat pertarungan menjadi seimbang..


Gerakkan anggota suku merak ini seperti seekor capung..bergerak sangat ringan...


Lalu , pertarungan antara Yu Chen dan kedua anggota suku merak sudah dimulai..setelah dekat Yu Chen sedikit terkejut..karena wajah kedua orang suku mereka ini memiliki wajah yang sama alias kembar..


Keduanya memegang pedang dan gerakkan mereka sangat kompak..mungkin karena kembar mereka memiliki semacam ikatan jiwa..keduanya saling melengkapi...gerakkan mereka cepat dan kuat...


Yu Chen menghadapi mereka dengan ilmu yang baru ia dapatkan yaitu Tapak Samudera...luarbiasa gerakkanya bagai gelombang air laut tak ada habisnya...


Saat itu pasukan besar anggota suku merak telah tiba...langsung mereka bergerak untuk membantu pimpinan suku merak..namun..mereka di hadang oleh seorang gadis cantik yang memakai payung...


" Cepat bunuh gadis itu ...lalu bantu kami.." teriak si kembar yang kewalahan melawan tapak Yu Chen....Pasukan ini mencabut pedang lalu berlari mengeroyok Yo Lan..

__ADS_1


" Seni Walet Merah..: Walet Merah Memetik Buah " aura merah muncul dari dalam tubuh gadis ini..dan dengan bagai walet yang memiliki kecepatan luarbiasa gadis cantik ini menyambut serangan suku merak...


" hiyat..desss..dess " sepuluh prajurit suku merak yang paling depan tewas disambar payung hitam...belum hilang rasa kaget mereka...sebuah payung hitam..terbang keangkasa...


" Seni Seribu Bunga..: Menebar Bunga.." tercium ganda harum di kebun mangga itu..lalu..payung hitam berputar bagai gasing...dari putaran ini keluar jarum - jarum merah...


" Srrr..srrr.." bagai hujan jarum merah menusuk kepala para prajurit..dan segera kerusakaan hebat terjadi di prajurit suku merak..seratus prajurit tewas seketika...kini tinggal lima puluh prajurit lagi...mereka gentar dengan kehebatan gadis cantik ini...


Payung hitam melayang kembali kali ini lebih rendah..


" Seni Seribu Bunga.." Membelah Bunga ". Dari pinggiran payung keluar pisau - pisau kecil..payung hitam berputar cepat..menggiris perut para prajurit...


" Gedebuk...pluk..pluk.." perut para prajurit terkena putaran payung hitam dan yang dihampiri payung..berjatuhan....habis sudah pasukan suku merak ini..payung berputar kembali ke tangan Yo Lan..yang kini menonton santai pertarungan di depannya...dan ada senyum dibalik cadar merahnya..


Yo Lan melihat pemuda pilihan hatinya Yu Chen sedang menuju dirinya..


Yu Chen bergerak cepat dalam menghadapi keroyokan si kembar...dengan jurus terbaru Tapak Samudera..ia menghantam dengan dahsyat..kedua tapaknya dengan kecepatan kilat mampir didada si kembar yang roboh dengan dada hancur..


Usai membunuh si kembar...Yu Chen melihat gadis cantik berpayung telah selesai pula menghabisi pasukan suku merak..hatinya kagum..kemudian bergerak kedekat Yo Lan..menonton bersama pertarungan yang tersisa..


Biksu muda Ci Su sudah tersadar dari pingsannya..ia bangkit berdiri..dan hatinya bergetar dengan sepak terjang Yu Chen dan Yo Lan..apalagi Ci Su menyaksikan keganasan Yo Lan yang dalam waktu singkat berhasil membasmi pasukan suku merak..


Kini ia sambil memegang dadanya..menyaksikan pertarungan antara kakak seniornya , biksu Cu Liong dan Kakek cu..


Entah bagaimana keempat orang yang saling bertarung ini bertukar lawan...kakek Cu yang sebelumnya melawan anggota suku merak berbadan gemuk dan memiliki gerakkan gesit..menjadi bertanding dengan anggota suku merak yang berperawakan bagai tengkorak..


" Seni Tubuh Naga : Tinju Penghancur Gunung " kakek Cu berteriak dan terlihat sinar emas ditinjunya yang secara cepat menghantam dagu dari anggota suku merak yang seperti tengkorak ini langsung roboh tewas...


" Seni Pelita Suci : Tapak Cahaya Matahari " biksu Cu Liong juga mengeluarkan jurus hebat...anggota suku merak bertubuh gemuk menyambut dengan tapak pula...


" brakkk..." anggota suku merak bertubuh gemuk, terlempar menabrak sebuah pohon mangga..dia tewas dengan tangan hancur...karena terkena hantaman tubuhnya..pohon mangga itu patah dan menimpa tubuhnya..


Pertarungan telah selesai...mereka saling menyapa satu sama lain...kedua biksu bercerita..mereka memasuki istana kuno dan tiba di lahan pertanian yang penuh dengan tananam herbal...lalu mereka tiba di kebun mangga..


Kebun mangga disini bukan sembarang kebun..karena ada sebuah pohon mangga yang berbuah apel giok...pohon mangga berbuah apel giok inilah yang menjadi alasan pertarungan hidup mati tersebut..

__ADS_1


" Padahal pohon mangga berbuah apel giok ini memiliki dua buah....kami awalnya ingin berbagi dengan suku merak....seorang satu..tapi mereka ingin keduanya..inilah yang menjadi sebab pertempuran ini.."


Mendengar ini Yu Chen menjadi tertarik dan bertanya..


" Biksu Cu , jika boleh tahu apakah manfaat dari apel giok ini ?? " tanya Yu Chen.


" Manfaat dari apel giok ini adalah bisa menyembuhkan segala macam penyakit...menetralkan racun dan menambah umur panjang..bahkan jika ada seorang hampir mati dengan memakan apel giok ini bisa hidup lagi.." terang biksu Cu Liong..


" kami ingin memetik satu dan menyerahkannya kepada guru kami..Maha Guru Beng Jie...saat ini Maha Guru usianya sudah sangat tua.." Jelas lagi Biksu Cu Liong..


Pada saat itu ada suara dalam kepala Yu Chen..


" Ding..tuan cukup ambil daun - daunnya saja...daunnya lebih efektif..dan inventory tuan adalah tempat ajaib..daun mangga ini bisa tumbuh menjadi sebuah pohon.."


Yu Chen mendengar ini menjadi senang..bukankah kelak ia akan memiliki banyak buah apel giok..hahaha..ia tertawa dalam batin..


" Karena kakak Cu Keng menolong kami..maka , kami akan memetik satu..dan..satu lagi untuk kakak Cu keng dan kawan - kawan.." biksu Cu Liong memberi sebuah apel giok..


" Tuan muda kuserahkan apel giok ini untukmu " kakek Cu Keng menyerahkan apel giok kepada Yu Chen..


" Tidak..ini untuk Yo Lan saja.." apel itu berpindah ketangan Yo Lan...Yo Lan menerimanya dengan hati penuh kegembiraan karena pemuda pujaan hatinya begitu baik dan sayang padanya..apel giok yang berharga diberikan kepadanya begitu saja..


" biksu Cu Liong..bolehkah aku memetik beberapa daun mangga ini.." pinta Yu Chen..


" Oh ..silakan tuan muda..pohon mangga ini tak bukan milik saya...saya hanya kebetulan menemukannya..." kata biksu Cu Liong..


Segera Yu Chen mengambil beberapa helai daun mangga dan disimpan di inventorynya..


Elang petir hinggap disalah satu ranting pohon mangga , memakan daun - daun pohon mangga dan terjadi perubahan pada elang petir seusai makan daun mangga..tak ada yang memperhatikan....


Senja datang....


Dan saat itu muncul dua lubang cahaya di kebun mangga ini..


Kedua kelompok ini pun berpisah...

__ADS_1


Yu Chen dan kawan - kawan memasuki lubang cahaya yang disebelah kanan...


Bersambung...


__ADS_2