
Puncak - puncak gunung menjulang tinggi di sekeliling , berlumba megah menembus awan. Sinar mentari pagi merah membakar langit diatas puncak sebelah timur , mengusir kegelapan sisa malam.
Cahaya matahari menciptakan sinar emas memanjang di atas sungai Giok yang mengalir tenang. Sukarlah menggambarkan keindahan alam di Pegunungan Merak Emas di pagi hari itu.
Pegunungan Merak Emas merupakan pegunungan yang paling hebat di wilayah selatan kekaisaran Han ini , paling luas dan paling banyak memiliki puncak - puncak tertinggi.
Sungai Giok yang mengalir di daerah Pegunungan Merak Emas ini menciptakan tanah subur bagi para petani yang desanya dilewati oleh aliran Sungai Giok...
Dinamakan sungai Giok karena air yang mengalir bening luarbiasa..para petani senang karena sawah mereka menjadi subur..yah , walaupun mereka hanyalah buruh tani karena semua sawah ladang adalah milik para tuan tanah atau pejabat yang berkuasa di wilayah itu.
Pagi itu , sebuah perahu yang ditumpangi seorang pemuda tampan didayung meluncur pelan merayap . Pemuda itu rambutnya panjang riap - riapan dan memiliki sepasang bola mata berwarna merah. Pakaian atau baju yang dikenakan seperti pakaian seorang pelajar.
Yah, dia adalah Yu Chen tokoh kesayangan kita..Yu Chen dalam pengembaran yang tak tentu arah..hanya berdasarkan takdir..secara kebetulan tiba di Pegunungan Merak Emas ini.
Yu Chen tertarik datang ketempat yang indah sekaligus sulit ini karena tersiar kabar karena munculnya sebuah Istana Kuno Di daerah ini.
kabarnya Istana Kuno itu memiliki banyak benda pusaka hebat. Yang siapa dapat menguasainya akan bisa mengalami peningkatan dalam kultivasinya.
Bukan hanya itu, sekitar tiga bulan yang lalu terjadi kabar heboh dari ibukota kekaisaran Han karena sebuah kitab pusaka hilang dari perpustakaan kekaisaran Han. Hilang atau lenyapnya Kitab pusaka yang dianggap pusaka keramat pelindung keluarga Istana !...
Segera dikerahkanlah pasukan khusus yang terdiri dari prajurit - prajurit terlatih untuk mencari kitab pusaka keramat tersebut . Dan kabar ini bocor lalu tersiar luas.
Gegerlah dunia persilatan ! Kitab pusaka itu bernama Kitab Pedang Garuda Surgawi. karena dianggap sebagai jimat keramat pelindung keluarga istana kekaisaran Han selama jutaan tahun berjaya.
__ADS_1
Didunia persilatan tersebar rumor bahwa kitab Pedang Garuda Surgawi adalah kitab tanpa tanding. Para seniman bela diri banyak yang berangapan siapa yang bisa menguasai atau memiliki Kitab tersebut akan menjadi pendekar tanpa tanding .
Karena itu , yang mencari bukan hanya pasukan khusus kekaisaran tetapi para pendekar dunia persilatan juga ikut mencari. Mereka mencari bukan untuk dikembalikan ke kaisar Han Tetapi untuk di miliki dan dipelajari sendiri .
Lalu , sekitar hampir sebulan yang lalu , tersiar kabar yang menggegerkan lagi..kitab Pedang Garuda Surgawi dilarikan ke daerah Pegunungan Merak Emas . Dan di sana muncul pula Istana Kuno yang memiliki banyak benda pusaka pula.
Berbondong - bondong para pendekar terutama pendekar muda jenius pergi untuk mengadu nasib . Setidaknya mereka akan mendapat pengalaman berharga karena Wilayah Pegunungan Merak Emas adalah tempat suci bagi para leluhur pendekar di dunia Cang lan.
Dunia Persilatan terbelah menjadi dua golongan..golongan aliran putih yang terdiri dari pendekar - pendekar yang selalu membela kebenaran dan keadilan penentang kejahatan....golongan aliran sesat atau hitam terdiri dari pendekar berhati jahat.
Saat kabar kitab Pedang Garuda Surgawi , bukan hanya sekte aliran putih yang heboh..sekte aliran hitam juga...karena itu , inilah yang menyebabkan daerah Pegunungan Merak Emas menjadi daerah yang rawan dan berbahaya , sudah terjadi pembunuhan dan penghadangan mereka yang lewat baik pedagang , petani maupun pemburu.
Karena gawatnya , yang datang ke daerah itu adalah pendekar - pendekar bermampuan hebat. Banyak yang membentuk kelompok bagi pendekar yang bernyali kecil. Sedangkan Pendekar Tingkat Tinggi berani melakukan perjalanan seorang diri seperti Yu Chen.
Saat melintasi aliran sungai giok yang di kiri kanannya banyak tebing tinggi. Di tebing - tebing tinggi ini menjadi tempat bertani di wilayah itu..
Karena merasa haus dan lapar ia bergegas ke gubuk kecil di ujung sawah untuk melepas lelah. petani tua itu duduk lalu menuang air minum , air putih sederhana ke dalam mangkuk kecil..
" Ahh...Segarnya...... " Puas minum air putih segar ia menggambil singkong goreng yang menjadi bekalnya. Kebetulan posisi gubuk itu di ujung tebing , sambil makan singkong goreng ia melihat pemandangan sekitarnya dan ia melihat perahu Yu Chen melintas..alisnya yang memutih berkerut..segera ia bangkit dan berteriak kebawah tebing suaranya lantang.
" Heiii....kau yang di sungai giok..."
Yu Chen yang sedang melamun , otomatis melihat ke atas dan melihat orang yang berteriak itu adalah sosok pria yang kelihatan kecil.
__ADS_1
" Haii...sobat ada apakah..?? Teriak Yu Chen sambil mengerahkan tenaga dalam suaranya nyaring terdengar kesekeliling tempat itu.
Orang diatas adalah petani tua itu kembali berteriak lagi..
" Hati - hati...jangan lanjutkan perjalanan di lereng Jahe Merah ada Raja Monyet Raksasa mengamuk dan sudah banyak orang jadi korbannya.. " Setelah berkata si Kakek petani kembali ke gubuknya..ia berbaring dan tertidur saking lelahnya ditambah angin sepoi - sepoi membuat matanya berat.
Yu Chen yang mendengar peringatan itu menjadi pucat wajahnya.." Raja Monyet Raksasa ?? Sun Go Kong " batinnya. Ia teringat akan legenda yang menceritakan perjalanan Seorang Pendeta Buddha ditemani oleh kera langit yaitu Sun Go Kong untuk mencari kitab suci ke arah barat. banyak novel , komik , drama dan film yang mengangkat kisahnya dengan beragam versi.
Ia menggeleng kepalanya " ah itu cuma mitos..paling cuma hewan liar " Yu Chen ingat pengalamannya ketika menaklukan siluman air yang ternyata hanya Anaconda. Ia terus mendayung untuk melanjutkan perjalanan..ia klik gambar peta di panelnya..ia ingin mencari tempat yang baik untuk menginap di daerah itu..
Setelah mencari ia menemukan tempat yang baik di peta tertera nama Lembah Rumput Wangi disana banyak terdapat goa -goa besar. Segera ia mendayung mengarahkan perahunya kesana.
Setelah mendayung setengah hari, akhirnya ia sampai di Lembah Rumput Wangi..begitu menginjakkan kaki hidungnya segera mencium aroma harum yang keluar dari rumput yang bergoyang. Yu Chen berjalan lalu berkata..
" Oh..ternyata ini daun teh...pantas namanya Lembah Rumput Wangi.." ia memetik beberapa helai ..Yu Chen terus berjalan dan ia tiba didaerah berbatu. Ia melangkah hati - hati .ia mengerahkan ilmu peringan tubuhnya supaya tak terpeleset.
Akhirnya Yu Chen tiba di tempat lapang berupa lapangan luas yang dikelilingi pohon - pohon purba raksasa..Disana terdapat goa - goa beragam bentuk..ada yang kecil juga ada yang besar.
Segera ia masuk dan meneliti beberapa goa..setelah mencari ia memutuskan goa kecil..ia ingin tinggal di dalam goa yang ia pilih karena setelah memeriksa disana ada bekas kayu bakar bekas api unggun dan jejak perantau yang pernah bermalam di goa itu...itu berarti aman untuk ditinggali terlebih setelah ia meneliti secara seksama disamping goa ada batu yang bisa digeser..ia coba dan batu itu bisa digeser dengan pengerahan sedikit tenaga dalam.
" Sepertinya batu ini semacam pintu untuk berjaga - jaga dari serangan angin atau dari binatang buas.."..gumamnya sambil mengelus hidungnya..
Segera ia membuat dan ..nyalahkan api unggun...ia menutup pintu goa dengan batu besar itu...
__ADS_1
Ia duduk bersila lalu mengeluarkan bekalnya yaitu bakpao daging dan arak wangi . Setelah makan minum...ia bereskan rumput kering untuk alas tidurnya...ia berbaring..lalu tertidur pulas..
Bersambung.....