BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
25. Pantai Laut Selatan


__ADS_3

Yu Chen berdiri tegak diatas karang tepi pantai laut selatan....


Sekitar tiga bulan yang lalu secara tak sengaja ia tiba di Pantai Laut Selatan..tempat ini sangat indah. Dari atas batu karang ia melihat permukaan lautan tak bertepi. Banyak perahu berlayar di lautan tersebut.


Setelah puas melihat pemandangan laut..ia berjalan di tepi pantai ..hari sudah senja dia hendak kembali kepenginapan.


" Ah..akan sangat senang bisa mandi.. " ia mencium aroma tubuhnya yang berkeringat..


Sambil berjalan Yu Chen melihat sejumlah nelayan di dekat pantai , ada juga sejumlah pedagang yang menjual berbagai hasil laut..ada juga yang menjual ikan , ada yang menjual dayung dan berbagai keperluan melaut.


Dan , pandangan Yu Chen tertarik oleh seorang nelayan tua yang mengeluh..


" Aihh..perahuku rusak..kemana aku mencari uang untuk memperbaiki perahu butuh uang?? "


Yu Chen menghampiri nelayan tua itu..


" hei..paman Aming apa perahumu rusak.. " tanya Yu Chen.


" Iya..Chen' er..." beberapa hari ditepi pantai Yu Chen telah bergaul dan dikenal oleh beberapa orang di sekitar laut selatan ini.


" Hemm...kau boleh pakai perahuku.." Yu Chen menunjukkan perahunya yang terikat pada batu karang ditepi pantai tak jauh dari mereka berdiri. Karena sebelumnya tertarik saat tiba Yu Chen membeli perahu untuk bisa jalan - jalan berlayar di ke pulau - pulau selatan.


Ia membeli dari seorang nelayan muda yang sedang butuh uang...nelayan muda yang butuh emas karena istrinya hendak melahirkan dan ia butuh biaya..kebetulan bertemu Yu Chen.


" Baiklah...Chen 'er aku pinjam perahumu nanti jika aku sudah dapat buruan laut..saya akan mengganti atau membayar sewanya " kata Aming nelayan tua itu.


" Aihh..Paman Aming santai saja..." Sahut Yu Chen santai seraya pergi dari tepi pantai itu..


******


" Ah aku sudah mandi dan ganti pakaian ...sekarang aku mau makan dan minum arak wangi. " kata Pemuda rambut putih itu.


Yu Chen keluar dari rumah kecil yang ia sewa di perkampungan nelayan laut selatan. Ia menuju kedai kecil di ujung perkampungan.

__ADS_1


Di kedai kecil itu Yu Chen melihat seorang gadis cantik membawa pedang dipunggungnya dan terlihat sangat cantik namun perkasa yang mengagumkan hati. Tetapi segera Yu Chen mengerutkan dahi karena mendengar gadis itu berbicara kasar.


" Apa hebatnya Majikan Pulau Naga sehingga ibuku tergila - gila terhadapnya " Gadis itu bicara sendiri sambil menikmati makanannya dengan wajah cemberut. Tapi terlihat cantik manis dimata Yu Chen.


Yu Chen duduk di meja yang kosong dan ia makan bakpao yang ada di meja itu dan menuang teh dari teko kecil.


" Ahh...nikmatnya...pelayan buatkan aku bakmi daging dan seguci arak wangi " Pinta Yu Chen.


Pelayan kedai yang sudah kenal pemuda itu segera berlari kedapur..tak lama ia keluar dengan Bakmi dan seguci arak wangi mengepul baki ditangan


" Silakan di nikmati.." katanya..


Yu Chen pun segera melahap habis..setelah kenyang..ia memesan seguci arak wangi lagi sebagai bekal perjalanan. Yu Chen sudah bosan dan ia berniat melanjutkan petualangannya. Besok pagi akan pergi meninggalkan pantai laut selatan ini.


Esok paginya , Yu Chen pun melanjutkan perjalanannya tanpa arah..hingga menjelang sore hari ia tiba disebuah pedesaan yang sangat indah permai. Sawah penuh padi subur.


Tetapi pemandangan alam yang sangat indah ini menjadi tidak lagi menarik karena di saat ia berjalan disebuah tikungan. Yu Chen melihat ada beberapa orang yang bertarung dengan sengit melawan pria tua dengan cara curang.


Yu Chen merasa jengkel dengan kecurangan dalam pertarungan di depannya itu. Pemuda bermata merah itu segera meloncat ke arah pertarungan untuk membantu pria tua yang gagah perkasa itu.


Yu Chen memukul kepala para pengeroyok yang mengeroyok pria tua perkasa itu dengan gerakan mantap.


" Plakkkk...!!! "


Serangan Yu Chen membuat para pengeroyok pria tua itu tewas dengan kepala pecah oleh hantaman tangannya yang secara cepat sekaligus hebat kuat.


" terima kasih atas bantuanmu , anak muda. " kata pria tua itu sambil sibuk menyerang pihak pengeroyok dengan cepat dan tangkas juga sehingga pemuda rambut putih merasa kagum.


" Plakkk...desss....!!!! "


Yu Chen menggunakan jurus sentilan maut nampak sinar hijau menghantam hancur sejumlah orang musuh yang cukup hebat itu.


" Kau lihai ( hebat ) , anak muda !!! " kata pria tua itu sebelum jatuh tak sadarkan diri alias pingsan karena terluka dibagian perutnya.

__ADS_1


" Senior..." Yu Chen berkelebat cepat menyangga orang tua itu dan memeriksa lukanya . Ia membuka pakaian pria tua itu.


" hei...!!!!! Kau jangan sembarangan untuk mengobati luka kakekku...!!! ". Suara teriakan nyaring seorang gadis remaja berusia 15 - 16 tahun yang telah datang bersama beberapa orang berpakaian warna biru bersenjata lengkap. Seperti barisan prajurit terlatih. Gadis itu berteriak untuk mencegah Yu Chen membuka dan mengobati luka pada perut pria tua itu.


" Hemm..maksudmu apa , nona ,?? Tanya Yu Chen penasaran melihat dirinya sudah dikelilingi atau dikepung oleh sejumlah orang itu.


Gadis cantik itu melihat wajah tampan Yu Chen diam termanggu karena terpesona sekaligus bergidik ...wajah itu tampan namun saat mata beradu. Bergetar hatinya karena mata merah itu seperti mata setan.


" Apakah kau yang telah membunuh orang - orang ini untuk menolong kakekku ??? Gadis itu bertanya ada nada kagum didalamnya.


" Iya ,aku " sahut Yu Chen singkat..


" Berarti kau memiliki kepandaian yang jempolan .. " Gadis remaja itu memuji sambil mengacungkan ibu jarinya.


" Biasa saja.." jawab Yu Chen sambil membalut luka kakek itu yang sudah tersadar..kakek itu bangun duduk dan melihat dirinya di kelilingi banyak orang gagah.


" Kakek, bagaimana kondisi mu ??? " Gadis itu bertanya cemas seraya membantu kakek itu bangkit berdiri.


" Aku sudah mendingan dan aku sangat berterima kasih karena pertolongan pendekar muda ini ..aku selamat " kakek tua itu berkata sambil menatap kagum Yu Chen.


" Yah..karena kau sudah sembuh dan cucumu sudah ada disini , maka aku akan pergi. " Yu Chen sudah berdiri dan bersiap meloncat keatas kudanya untuk pergi dari sana.


" Tunggu anak muda..siapa namamu. " Tanya kakek itu yang sudah bisa berdiri tegak disampingnya ada cucunya dan anak buahnya.


" Aku hanya seorang pelajar yang kebetulan lewat.." Yu Chen memacu kudanya dan pergi dengan cepat dari tempat itu di ikuti oleh tatapan kagum oleh semua orang.


" duk duk duk..." suara tapak kuda terdengar dari kejauhan...


" Luar biasa ...jangan - jangan dia yang namanya terdengar baru - baru ini...yaitu Si Pelajar Maut. " Pria tua itu berkata pelan namun bisa di dengar oleh cucu dan anak buahnya.


" kakek ayo kita kembali ke rumah... " ajak cucunya..kakekknya mengganguk lalu merekanpun pergi ..


Yu Chen terus berjalan hingga ia tiba disebuah padang rumput yang sangat luas...

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2