
Karakter Yu Chen
Tiga hari sudah Yu Chen berdiam di goa kecil itu.. Ia memulihkan diri dari pertarungan hebat...pertarungan dibawah hujan badai melawan para anggota suku liar.
Pertarungan berharga karena melawan orang - orang hebat yang membuat dia mendapat keuntungan besar. Tenaga dalamnya telah meningkat pesat dari 100. 000 lingkaran naik menjadi 500.000 lingkaran. Dia senang , karena ia bisa meningkatkan kemampuannya dengan membunuh orang - orang hebat.
Yu Chen yakin di Pegunungan Merak Emas ini , saat ini banyak pendekar - pendekar hebat yang melakukan perantauan ke wilayah selatan Kekaisaran Han ini .
Ia keluar dari goa kecilnya dan memandang kedepan lalu meninggalkan tempat itu..
Yu Chen tiba di sebuah Lereng yang sangat indah..yang unik dari Lereng itu penuh dengan jahe merah. Ia teringat pesan dari kakek petani saat melintasi sungai giok. Kakek petani itu berpesan bahwa disini , Lereng Jahe Merah tempat mengamuk Si Raja Monyet Raksasa.
Yu Chen waspada dan terus naik keatas lereng mendaki. Tiba -tiba mata merah Yu Chen terlihat marah. Saat ia tiba di atas Lereng itu disebuah tikungan..dirinya melihat mayat bergelimpangan disana..bahkan mayat - mayat itu sudah mulai membusuk.
Melihat pakaian mereka , Yu Chen menduga mereka adalah pendekar - pendekar dunia persilatan, karena di tanah itu berserakkan pula beragam senjata dalam keadaan patah - patah.
Yu.Chen meneliti dengan seksama lalu mendapat kenyataan mata mayat - mayat itu seolah mengalami ketakutan hebat. Seolah mereka menghadapi sesuatu yang mengerikan.
Dan , tubuh mereka rata - rata terbelah dua. Apa yang membunuh mereka " Batin Yu Chen.
Yu Chen terus menyusuri lereng itu..hingga ia berada di depan sebuah goa besar. Pemuda berbaju pelajar itu melangkah masuk. Kembali ia kaget.
Ia melihat monyet raksasa sedang memegang sebelah matanya..mata sebelah kanan..dari mata itu keluar darah segar..seperti tertusuk sesuatu pikirnya.
Monyet setinggi manusia lalu melihat kedatangan Yu Chen menjadi marah bukan main..monyet ini sepertinya benci dengan manusia ...monyet tersebut dendam kepada manusia karena manusia - manusia itu membuat matanya sakit.
Seperti yang diceritakan di bagian depan..monyet berbadan manusia ini matanya tertusuk oleh jarum merah nona berbaju merah..karena tertusuk matanya menjadi buta.
Monyet itu melesat keatas meninggalkan rombongan saudagar..hancurlah pohon - pohon purba raksasa..amukkannya memaksa para penghuni rawa bangkai bersembunyi di dalam goa dan rawa yang berbau busuk itu
__ADS_1
Saat monyet ini tiba di Lereng Jahe Merah ia bertemu dengan beberapa perantau atau pendekar yang mendaki dari arah lain..arah yang berbeda dengan rombongan Ji Sok pendekar bayaran dari Sekte Pisau Terbang.
Rombongan perantau atau pendekar itu menjadi terkejut...segera mereka mengeluarkan senjata andalan masing - masing....belum sempat mereka mengeluarkan aura bertempur...
Monyet lihai ( hebat ) itu sudah melesat...cepat satu - satu tubuh pendekar - pendekar itu di tangkap lalu disobek -sobek menjadi dua.
Pendekar - pendekar yang di tangkap berteriak kaget lalu menghantamkan senjata mereka ke tubuh monyet itu dan senjata mereka patah - patah bertemu dengan tubuh batu.
Lereng itu mandi darah...monyet tersebut setelah membunuh..masuk kedalam goa besar..
Ia meraung - raung kesakitan....monyet ini mendengar suara seorang masuk ke dalam goanya..menjadi marah karena seorang manusia berani masuk sarangnya..dan manusia itu adalah..Yu Chen...
Meraung hebat monyet itu dengan cepat mengambil batu besar lalu melemparkannya ke arah Yu Chen. Pemuda itu meloncat cepat sambil mencabut pedangnya. Pedang Pengejar Arwah..
" Syuuut....brakkkk..." Dinding goa hancur berantakan tertimpa batu besar yang dilempar dengan tenaga kuat bukan main.
Monyet setinggi manusia ini kembali mengambil batu besar , batu ini lebih besar dari batu sebelumnya..ia melompat tinggi..lalu turun menumbuk batu ke tubuh Yu Chen.
Yu Chen bersiap...aura kehijauan bersinar terang di dalam goa gelap itu...terdengar pemuda itu berkata..
" Brakkkk...." Batu besar itu terbelah dua...Yu Chen melompat tinggi melampaui kepala monyet itu..lalu...turun...begitu kakinya menyentuh tanah kembali ia melesat menyambut monyet raksasa itu turun..
"Seni Pengejar Arwah : Aura kematian.." Nafsu membunuh luar biasa hebat keluar dar tubuhnya membuat tubuh monyet lihai itu mematung sesaat karena tekanan yang hebat dari aura kematian...ia bertekuk lutut...dan cahaya hijau menyambar lehernya ...
" brukkk..pluk pluk..." kepala monyet itu putus lalu jatuh ketanah..monyet berbahaya itu telah tewas. Tewas ditangan Yu Chen.
Pemuda itu melihat hasil perbuatannya...lalu.memeriksa monyet yang sudah tewas...perhatiannnya tertarik " dikantong" dekat perut monyet itu ada semacam kertas minyak.
Yu Chen tarik , lalu membuka kertas minyak itu...ternyata ada sebuah kitab didalamnya..dia membaca tertulis kitab itu Kitab Pedang Garuda Surgawi....lalu , dalam kepalanya terdengar gema mesin..
" Ding...selamat anda mendapat kitab Pedang Garuda Surgawi... apakah anda ingin mempelajarinya " tanya gema itu.
__ADS_1
" Ya , pelajari.." kata Yu Chen seketika kitab itu menjadi cahaya emas dan masuk kedalam dahinya. Segera otak dan tubuh Yu Chen menerima informasi yang membuat pemuda itu gembira ..!!
" Aku sudah mempelajari dan memahami isi dari kitab itu " Sungguh hebat sistem miliknya..
Batinnya berdoa bersyukur.....
" Hemm..biarlah aku kubur monyet ini...karena monyet ini seperti manusia dan ia mendatangkan keberuntungan bagiku."
Segera ia ke pojok goa lalu mulai menggali sebuah lubang besar..setelah jadi di angkatlah tubuh monyet itu dimasukkan kedalam lubang..kemudian kepalanya terputus ia satukan..lalu dengan pengerahan tenaga dalam Yu Chen membuat tanah terbang secara ajaib dan lubang berisi jasad monyet raksasa itu tertutup rapi.
Selesai..lalu Yu Chen keluar....ia menghirup udara segar lereng itu...kepala Yu Chen menoleh kearah kanan ia melihat bayangan manusia di dalam hutan..segera melesat...dia melihat seorang kakek berpakaian petani sedang bekerja..bekerja membuat perahu sepertinya.
Penasaran pemuda itu menghampiri dan bertanya..
" Hei..kakek kau seorang petani, mengapa membuat perahu ??? Tanyanya penasaran...
Kakek yang sibuk bekerja dan karena Yu Chen bergerak dengan ilmu peringan tubuh hebat , yaitu melangkah di atas rumput..membuat gerakkan pemuda itu begitu halus dan nyaris tak terdengar..
Kakek petani ini kaget...lalu meloncat...ia melihat didepannya berdiri seorang pria muda bermata setan. Melihat sikap pemuda itu sangat halus seperti seorang pelajar...kakek itu lalu menjawab
" Ini...untuk.." ia menjelaskan permintaan nonanya itu..
" Oh ..jadi kau buat ini untuk melintasi rawa bangkai itu..? Tanya Yu Chen , sebelumnya dia telah membaca lokasi - lokasi sekitar lereng Jahe Merah dari panel petanya.
" Bolehkan aku membantu...aku juga ingin melintasi rawa itu.." kata Yu Chen tulus...
Kakek petani ini setuju...segera mereka berdua membuat perahu kokoh. Karena yang bekerja adalah dua orang..pekerjaaan itu selesai dengan baik...
Mereka berniat melepas lelah sejenak...tiba -tiba tercium ganda harum disekitar mereka berdiri dan si kakek bernama Cu keng Itu melompat sambil berteriak..
" Nona Yo..." Ia melesat kembali ke arah rawa bangkai...
__ADS_1
Yu Chen yang penasaran...mengikuti dibelakangnya....
Bersambung......