BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
65. Pertempuran Di Sungai..


__ADS_3

Si Pengendali Kabut terdesak hebat oleh serangan Pendekar Api Biru...Api Biru menghantam membawa hawa panas tiada tanding...membuat salju disekitar benteng Kota Bintang mencair...


Saat itu bak kilat pedang ajaib di tangan Pendekar Tua Ming Hao membelah udara dan...si pengendali kabut tewas dengan tubuh tercerai berai...


Segera Pendekar Tua Ming Hao menotok tenguk murid terhebatnya Pendekar Api Biru yang segera jatuh pingsan...


" Jaga kakak seperguruan kalian.." dia menyerahkannya kepada murid - muridnya yang lain...


Segera Pendekar Tua Ming Hao berkelebat bagai malaikat maut membantai habis kawanan binatang buas dan siluman mata besar yang tersisa...


Peperangan kali ini di menangkan oleh Kota Bintang...


Walikota keluar dari benteng dan berjalan kearah Pendekar Tua dari Pulau Kerang...


" Senior, terima kasih sudah berkenan membantu Kota Bintang.." kata walikota sambil menjura...


" hemm..sudah takdir...hei..walikota kami pinjamkan kami sebuah tempat untuk memulihkan diri..." kata Pendekar Tua Ming Hao..


" Tentu , silakan .." kata walikota...


Segera mereka meninggalkan benteng menuju tengah kota..


" Ini tempat kalian..." kata walikota setelah mereka sampai didepan sebuah mansion besar...

__ADS_1


" terima kasih..sebenarnya kami ingin cepat pergi...tapi kami belum membasmi Si Dewi Salju...jadi kami akan menetap sementara di kota ini.." Tambah Si Tua Ming Hao...


Setelah berbincang cukup lama , walikota meninggalkan rombongan Pendekar Pulau Kerang..sementara dia harus kembali ke benteng untuk mengatur barisan...


******


Perjalanan rombongan Si Dewa Bumi telah memakan hampir dua hari . Selama ini perjalanan melalui jalur sungai ini terlihat damai...


Saat itu malam...bulan purnama bersinar cerah...


Yu Chen sedang berdiri di luar kapal karena baru saja selesai makan malam...


Di sampingnya berdiri gadis cantik yang mengeluarkan ganda harum...gadis itu adalah Yo Lan...


Keduanya menikmati angin yang sejuk...


" Hemn...badai akan datang.." Lirih Yu Chen..


" Apa maksudmu..?? Tanya Yo Lan...


Belum sempat mendapat jawaban...saat itu bunyi sebuah terompet ...bunyi terompet ini membuat seisi kapal besar itu keluar..prajurit waspada ...


Dari sebuah belokkan ada banyak perahu - perahu kecil berbendera ular hitam berdiri ditengah sungai seolah sengaja menghadang..

__ADS_1


Melihat ini...


" Tahan laju kapal..." Perintah Si Dewa Bumi yang segera maju keujung kapal...


" Hemmm...bajak sungai Ular Hitam...berani kalian menghadang rombongan kekaiasaran Han.." suarnya mengandung tenaga dalam sehingga memecah kesunyian sungai...


Dari sebuah perahu agak besar keluar seorang pria tinggi besar dipunggungnya ada sebuah golok panjang...


Pria ini adalah Si Ular Hitam..kepala bajak sungai yang merajalela disekitar...


" Hahaha....maaf...kami tak perduli kalian dari mana..lewat sini harus bayar upeti.." katanya..


" Apa yang kau inginkan..." tanya Si Dewa Bumi , ia tak berniat untuk bertarung...


" Sederhana...beri kami sejuta koin emas dan semua wanita yang diatas kapal kalian...hahahaah.." kata Si Ular Hitam...


Mendengar ini , berkerut alis Si Dewa Bumi...


" Jika begitu kau harus mampus..." segera aura tempur keluar dari kapal besar itu...


Lalu terjadilah pertempuran maut di sungai yang sunyi itu..para bajak sungai berusaha naik ke kapal yang segera di halau oleh para prajurit...


Dalam waktu singkat..banyak bajak sungai yang tewas...mayat bergelimpangan diatas sungai...saat itu..ada beberapa anak bajak sungai terjun dari perahu mereka...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2