BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN

BERPETUALANG Di DUNIA PERSILATAN
50. Sumur Cinta


__ADS_3

Sin Lee tersadar dari pingsannya..ia mendapati dirinya disebuah hutan pohon purba..dan disana ada rawa luas...rawa luas ini mengeluarkan hawa busuk...


Sin Lee bangkit berdiri melihat sekeliling tak ada siapa - siapa..bahkan kedua pendekar sekte pedang pelangi tak ada...


" Ukh...! " Sin Lee merasakan sakit didadanya...dia terluka parah akibat pertarungan itu..ia melangkah meninggalkan rawa itu...di luar hutan ia melihat seorang biksu muda terbaring


Segera ia periksa ternyata hanya pingsan..cepat Sin Lee mengalirkan tenaga dalam ke biksu muda ini yang segera tersadar...biksu muda ini kaget dan langsung meloncat...


" Siapa kau..?? " tanya biksu muda tersebut..


" Aku Sin Lee.." Sin Lee menjelaskan dan biksu muda yang memperkenalkan diri sebagai biksu dari sekte pelita suci..segera mereka menjadi teman baik..lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Kwa Nio tersadar dan mendapati dirinya berada disebuah lereng...lereng ini penuh dengan jahe merah..dia segera bangkit berjalan menyusuri lereng itu..karena malam sudah tiba..dia melihat sebuah goa besar . Segera ia masuk , tapi ...


" Ukh.." mulutnya memuntahkan darah...dirinya terluka parah akibat pertarungan di mansion tengkorak...kwa nio kembali jatuh pingsan di depan goa...


Tak lama ..dari dalam goa keluar seorang kakek berpakaian petani...kakek ini adalah kakek Cu keng...kakek Cu Keng begitu meloncat ke lubang cahaya ..dia menubruk sebuah gundukan tanah..gundukan tanah seperti kuburan baru...


Dia melihat di batu besar tertulis...tulisan itu ditulis oleh jari yang dialirin tenaga dalam hebat " Si Raja Monyet Raksasa " dirinya terkejut membaca ini..kakek Cu tahu raja monyet ini terakhir terluka matanya oleh serangan jarum merah nonanya.


" Hemm..yang terluka hanya matanya..kenapa dia bisa mati ?? Selagi dia bingung..


" brukk.." terdengar seperti ada sebuah orang jatuh di depan pintu goa...kakek Cu melihat Kwa Nio pingsan


" hemm..dia murid elit dari sekte pedang pelangi.." segera dia bawa kedalam goa..dan kakek Cu membaringkan gadis itu disebuah meja alam..meja yang terbuat dari batu..kakek Cu mengeluarkan sebuah guci arak..lalu dia minumkan ke gadis itu...akhirnya gadis itu tersadar..gadis itu adalah Kwa Nio...


Kwa Nio membuka mata dan melihat di depannya berdiri seorang kakek berpakaian petani..


" Senior siapa..? Apakah aku di tolong oleh senior..?? Tanya Kwa Nio...


" Ya..Aku menemukanmu pingsan.." kakek Cu memperkenalkan diri sebagai perantau..lalu kakek Cu menyarankan agar Kwa Nio memulihkan diri...dan dia sendiri akan mencari bahan makanan...sebelum keluar goa....kakek Cu membuat api unggun...goa itu menjadi terang...


****


Biksu Cu Liong sedang bersila di kaki gunung api..dekat munculnya istana kuno..kedua biksu ini sebelumnya setelah masuk ke lubang cahaya yang muncul di kebun mangga..lalu mereka tiba disebuah dusun bersalju...

__ADS_1


Mereka melihat kedai teh kecil..lalu mereka masuk untuk menghangatkan diri...betapa kaget hati keduanya..begitu masuk kedai teh kecil..mereka tiba diruangan sangat luas...tak percaya kedai teh terlihat kecil diluar..di dalamnya begitu luas..


" Celaka..kita terjebak..cepat keluar.." biksu yang terlihat berusia 50 tahun ini adalah biksu Cu Liong berseru pada adik seperguruannya..biksu muda Ci Su...biksu Cu Liong berteriak kepada Ci Su..namun , sebelum keduanya bergerak..


Biksu Cu Liong melihat patung - patung batu muncul dari dalam ruangan itu...dan patung - patung ini langsung menyerang mereka berdua..


Bertarunglah mereka dengan patung - patung batu..betapa kagetnya hati mereka patung batu ini seolah tak ada habisnya..keduanya terus bertarung hingga tenaga dalam mereka hampir habis..


Pada saat paling berbahaya bagi hidup keduanya..terjadi gempa bumi hebat...dan muncul lubang cahaya dalam jumlah banyak...biksu Cu Liong mendorong adik seperguruannya yang telah terluka parah.


Lubang cahaya itu menghilang begitu adik seperguruannya masuk...dia lalu melompat ke lubang cahaya lainnya...kemudian biksu Cu Liong tiba di kaki gunung...cepat dia bersila untuk memulihkan tenaganya...


Pada saat itu dari atas gunung turun seorang pemuda ..dia adalah Kwa Ciang pendekar dari sekte pedang pelangi...pemuda ini terbangun di dalam sebuah kereta kuda...luka Kwa Ciang tak terlalu parah dengan bersila sejenak dia telah sembuh..dia turun dari kereta kuda..terheran dia..


" bukankah seharusnya disini ada istana kuno..mengapa sekarang tak ada..?" tanyanya...tapi tak ada yang menjawab..lalu dia memutuskan untuk turun gunung..betapa kaget hatinya melihat biksu Cu Liong sedang bersila..


" Biksu Cu..apa dirimu baik - baik saja.? " tanyanya...biksu Cu Liong membuka mata...mereka saling bercerita pengalaman masing - masing...mereka telah kehilangan adik masing - masing..


Mereka lalu bermalam di kaki gunung....


****


Jika tak ada elang petir dirinya pasti sudah tersedot masuk...lubang cahaya ini tertutup setelah dilewati oleh elang petir...


Yu Chen terbang sekuat tenaga , dia berharap Yo Lan sudah pergi dari alun - alun dusun..betapa kaget hatinya gadis cantik itu masih setia menunggunya...tak menyadari gadis ini terkejut melihat dirinya terbang di angkasa...


Saking gembira hatinya melihat kesetiaan Yo Lan..pemuda ini langsung memeluk gadis cantik ini dan melesat masuk ke lubang cahaya yang dipilih oleh si elang petir...


" Bruukk.." Yu Chen dan Yo Lan tiba di tempat sempit dan disana penuh dengan air...pakaian mereka basah...si elang petir sudah melesat ke atas keluar melalui sebuah lubang diatas...


Yu Chen lalu melihat dan menyadari mereka berdua berada disebuah sumur . Yu Chen berniat melepaskan pelukkannya pada gadis ini. Namun , saat itu ia terkejut pundak gadis ini berguncang hebat...Yo Lan menangis...


" Adik Lan..kau kenapa..?? Kita selamat " kata Yu Chen...makin kencang tangis gadis ini..Yu Chen akhirnya membiarkan Yo Lan nangis sepuasnya...setelah puas gadis ini melepaskan diri dari pelukkan pemuda ini..wajah ini penuh dengan air mata..sungguh cantik wajahnya saat air mata mengalir di kedua pipinya..


Disisi lain Yu Chen ada perasaan menyesal dihatinya...pemuda ini merasa bersalah melihat Yo Lan menangis....ada semacam kenangan buruk atau trauma pada Yu Chen saat melihat dan mendengar wanita menangis...

__ADS_1


Dulu saat kecil , saat dirinya masih dibumi...karena kekurangan ekonomi dan ayahnya yang seorang pemabuk...seringkali dalam keadaan mabuk ayahnya suka memukul ibunya.


" Adik Lan...!!" terdengar suara pemuda , suara ini sangat pelan...Yo Lan yang sedang asik menangis melihat wajah pemuda ini sangat pucat pasi...


" Yu Chen kau kenapa.." lirih suara Yo Lan..


" Tak apa - apa " Yu Chen kuatkan hatinya...


" kau jahat...kenapa kau tinggalkan aku.." tiba - tiba gadis ini berteriak marah dan tangannya memukul dada Yu Chen...


" Duk..." Pemuda ini terkulai pingsan ke belakang..kaget Yo Lan , dia memukul tanpa mengerahkan tenaga dalam...mengapa Yu Chen pingsan...


" Yu Chen kau kenapa..?? " panik dia pemuda ini tak bangun juga...dirinya mendekat dan tiba - tiba mata pemuda ini terbuka.. Yo Lan sadar ..


" kau.." katanya gemas...


" hahahhaah " pemuda itu ketawa...


" Yo Lan kenapa kau begitu tiba disini..dirimu menangis begitu hebat.." tanya Yu Chen..


" Masih berani bertanya...hatiku cemas bukan main..kau pergi begitu lama tak juga kembali.." kata Yo Lan..


" kenapa kau tak pergi lebih dulu..kenapa menungguku datang..? " tanya Yu Chen.


" karena aku tak ingin berpisah denganmu.." berkata demikian Yo Lan memeluk pemuda ini..dalam pelukan pemuda ini terdengar suaranya..


" Lain kali...jika ingin pergi ajak aku juga..kemanapun aku akan setia..aku ini tahan derita.." kata Yo Lan..


Mendengar ini...Yu Chen balas memeluk...


" kelak aku tak' kan membiarkan dirimu menangis lagi.. Aku berjanji.." kata Yu Chen..


Ada perasaan hangat dihati keduanya...peristiwa ini membuat ikatan batin mereka semakin kuat..


Elang petir terbang di luar dan hinggap disebuah dahan pohon purba...di paruhnya ada seekor katak...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2