Bidadari Salju

Bidadari Salju
tak sengaja bertemu


__ADS_3

"Dia pulang kerumah, aku kira dia janjian dengan laki laki. Huuuuft!" seru Haris yang terlihat lega, seketika membuat Fawas meledakkan tawanya.


"Kenapa kamu ketawa?


Jangan jangan sengaja mengerjai ku?" tatap Haris penuh selidik pada Fawas yang masih dengan tawanya.


"Aku hanya ingin tau, seberapa besar kamu dibuat jatuh cinta sama sosok Maharani. Ternyata kamu begitu tergila gila." Fawas meledek Haris yang terlihat kesal, bisa bisanya saat di kantor masih banyak yang harus dikerjakan, Fawas justru sengaja mengerjainya dan harus meninggalkan kantor demi membuntuti Maharani.


"Dasar!


Kalau begitu, kita langsung ke kantor lagi. Masih banyak yang harus di kerjakan." sungut Haris dengan wajah masam. Membuat Fawas semakin ingin ketawa.


"Orang tuanya ada di sini, makanya Maharani cepat pulang, sepertinya ingin mengajak orang tuanya jalan jalan. Dia memang wanita spesial!" celoteh Fawas yang membuat seketika Haris menerbitkan senyuman.


"Dia memang istimewa dari awal aku melihatnya. Tapi sayang, justru baru kali ini aku menyadari perasaanku soal cinta. Semoga masih belum terlambat." lirih Haris dengan tatapan fokus lurus kedepan.


Haris dan Fawas kembali keruangan masing masing, mengerjakan pekerjaan yang masih menumpuk. Haris tersenyum getir saat matanya menatap sebuah foto wanita lugu yang memakai seragam putih abu abu, meskipun tanpa polesan make up dan dihiasi kaca mata tebal, wajah Maharani nampak cantik dengan hidung mancung dan bibir tipisnya. Matanya yang selalu sendu, membuat Maharani terlihat begitu lembut dan mempunyai daya tarik tersendiri di hati Haris.


"Semoga, ada kesempatan untuk meraih maafmu!" lirih Haris, lalu kembali fokus dengan pekerjaannya lagi.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Di tempat lain, Maharani tengah mengajak ayah dan ibunya, jalan jalan ke mall.


Terlihat Bu Rahma begitu senang, dengan senyum yang terus terlihat dari bibirnya.


"Bunda mau beli apa, disana banyak gamis gamis cantik! Yuk kesana!" ajak Maharani yang langsung berjalan menuju gerai di mana baju baju branded terjejer rapi.


"Bunda sama ayah pilih saja, Maharani yang akan traktir. Alhamdulillah bonus Maharani banyak, cukup buat nyenengin ayah bunda hari ini!" dengan ceria Maharani melihat lihat deretan baju baju cantik lalu memilih satu untuknya, untuk ibu dan ayahnya.


"Rani sudah dapat, bunda sama ayah kenap cuma diam saja, ayo dong pilih. Mana yang bunda sama ayah suka!


Sekali kali kita itu harus membahagiakan diri kita sendiri. Apa gunanya Rani bekerja keras, kalau bukan untuk membahagiakan bunda sama ayah." celoteh Maharani panjang lebar, membuat kedua orangtuanya merasa terharu dengan sikap anaknya yang begitu menyayangi mereka disaat usia senjanya.

__ADS_1


Akhirnya mau tak mau, pak Danu dan Bu Rahma memilih baju yang menurut mereka cocok demi menghargai niat baik anaknya.


Setelah membayar di kasir, Maharani mengajak kedua orang tuanya menuju restoran yang ada di dalam mall.


"Kita makan disini saja ya, yah, bund?" seru Maharani yang sudah memilih tempat duduk yang di ikuti kedua orangtuanya.


"Apa gak sayang duitnya, nak?


Tadi beli baju saja sudah habis banyak, hampir tujuh juta loh, ini ditambah makan ditempat mewah kayak gini, pasti mahal. Makan dirumah saja, tadi bunda sudah masak banyak!" Bu Rahma nampak keberatan dan sayang kalau harus buang buang uang, agar Maharani bisa menabung untuk masa depannya nanti.


"Bunda tenang saja, yang Maharani gak akan habis kalau hanya makan begini, insyaallah Maharani sudah menabung sebagian uang gaji Maharani. Jadi bunda gak perlu khawatir. Rani ingin buat ayah sama bunda senang, ini masih belum ada apa apanya, dibandingkan perjuangan ayah sama bunda untuk menyekolahkan dan merawat Rani selama ini." sahut Maharani dengan wajah yang menunjukkan kasih sayang pada orang tua yang sudah membesarkan dirinya.


Akhirnya Bu Rahma pun menurut dan memilih menu yang tidak ia mengerti itu apa.


Saat tengah asik, menikmati beberapa hidangan.


Ada sebuah pasang mata yang tengah memperhatikan Maharani dengan raut penasaran.


"Apa benar itu Maharani, cewek culun dan kampungan itu?


"Ada apa sih, dari tadi kamu lihat kesana segitunya?" tegur Danil yang mulai penasaran.


"Coba kamu lihat, bukannya itu si Maharani. Cewek culun yang sering kita kerjai?" tunjuk Belinda ke arah Maharani pada Danil yang langsung melebarkan matanya tak percaya.


"Apa kamu yakin, itu Maharani?


Kok beda banget, itu cantik banget, asli!


Tapi kayaknya gak mungkin deh, salah orang kamu!" Danil masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, karena wanita itu jauh be beda dari Maharani yang dia kenal dulu.


"Terserah kalau kamu gak percaya, tapi aku yakin itu si culun. Haris perlu tau kalau dia ada di Jakarta juga." sahut Belinda dengan senyuman sinis.


"Dia tidak pernah ganggu kamu, tapi sepertinya kamu senang sekali mengganggu dia, Maharani sudah tidak polos, dia sepertinya berpendidikan dan hidupnya sudah berubah, jadi menurutku kalau kalian masih menganggu nya, si Maharani gak bakal diam saja. Jadi hemat energi kamu. Lagian dia juga tidak pernah mengganggu kamu." timpal Danil yang tak ingin lagi mengganggu dan usil pada Maharani, karena memang Maharani tidak pernah mengusik hidupnya.

__ADS_1


Tapi tidak dengan Belinda yang masih terlihat ingin mengusik kehidupan Maharani, apalagi setelah melihat Maharani dengan penampilan barunya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


#Bidadari salju

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2