Bidadari Salju

Bidadari Salju
pekerjaan yang lebih baik


__ADS_3

"Kalau kamu di pecat gimana?


Karena sepertinya pak Alek benar benar suka sama kamu." sahut Ririn serius dengan menatap air mancur yang ada di depannya.


"Gak papa, lagian kuliahku juga kurang sedikit lagi. Bismillah saja." sahut Maharani pasti dengan membuang nafasnya kasar, tak menyangka kalau akan dicintai oleh atasannya sendiri.


Ternyata kebaikan pak Alek punya maksud tersembunyi, yaitu memiliki perasaan terhadap Maharani.


Maharani mulai menyusun rencananya ke depan, menyiapkan banyak lamaran di beberapa perusahaan. Berjaga jaga kalau atasannya marah karena dia tidak mau di per istri.


Maharani sudah menyiapkan hati dan juga mentalnya.


Hari hari Maharani jalani seperti biasanya, kuliah dan bekerja. Tak mengenal apa itu jatuh cinta. Pikirannya sibuk memikirkan bagaimana agar bisa lulus dengan nilai terbaik dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Agar bisa merubah nasib keluarganya.


Saat istirahat makan siang, Maharani di panggil oleh atasannya untuk menghadap.


Dengan jantung berdebar, Maharani menemui pak Alek. Menyiapkan diri kalau akan di pecat karena tidak bisa menerima cintanya.


"Rani, kamu sudah tau kan, kenapa saya memanggil kamu?


Saya menunggu jawaban yang sudah kamu janjikan." pak Alek menatap lekat ke arah Maharani yang terlihat menunduk.


"Baik pak, saya akan bicara jujur dan memberikan jawaban sesuai dengan hati dan pikiran saya.


Maaf, saya tidak bisa menerima lamaran bapak.


Karena saya tidak mau menjadi duri di hubungan orang lain." Sahut Maharani tegas, sorot matanya sedikitpun tidak ada keraguan.


Pak Alek tersenyum tipis. Kecewa, ya tentu rasa itu ada, karena di tolak oleh wanita yang di inginkan.


Tapi di sisi lain, pak Alek justru semakin kagum dengan prinsip yang Maharani miliki.


Maharani tidak silau dengan harta.


Justru dia memiliki empati yang begitu besar pada kaumnya, sesama wanita.


"Baiklah, saya akan berusaha paham dengan perasaan kamu. Dan saya salut dengan keteguhan hati kamu." sahut pak Alek yang terlihat menghembuskan nafasnya dalam.


"Saya tidak menyangka kalau akan mendengar jawaban yang bertolak dari prediksi saya. Saya kira kamu akan menerima lamaran suami saya, dan mengambil kesempatan untuk mengeruk uangnya. Tapi saya salah. Terimakasih, sudah menyelamatkan hati saya untuk tidak meminta cerai?" tiba tiba istri pak Alek muncul dari pintu toilet yang ada di ruangan pak Alek.


Maharani tertegun, tak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


Bingung harus bersikap bagaimana.


"Kamu pasti bingung, kenapa saya sembunyi di toilet.


Suami saya sebelum melamar kamu, dia sudah ijin pada saya terlebih dahulu. Dan saya mengijinkan dia menikah lagi, tapi saya minta untuk di ceraikan.


Dan hari ini, adalah waktu dimana kamu akan memberi jawaban menerima atau tidaknya lamaran suami saya. Dan ternyata kamu menolaknya dengan alasan yang luar biasa. Sekali terimakasih!" terang Bu Jeni dengan senyum hangat.


"Pa, perjanjian kita masih berlaku kan?


Kalau kamu di tolak, berarti Maharani akan bekerja di kantorku. Agar kamu gak bisa lirik lirik dia lagi."


"Soal itu bagaimana Maharani saja lah, Ma!


Kita tidak berhak menentukan keputusannya.


Kalau Maharani bersedia, papa juga bisa apa!


Bagaimana, Ran?


Apa kamu bersedia kerja di kantor milik istriku?"


"Saya tidak paham, apa maksud pak Alek dan istri?" sahut Maharani bingung.


"Saya akan mengajak kamu kerja di kantor milikku.


Menjadi asisten pribadiku, dengan gaji yang tentu lebih besar dari gaji kamu kerja disini. Bagaimana?" sahut Bu Jeni dengan wajah ramahnya.


"Apa ini beneran Bu?


Kenapa tiba tiba Bu Jeni mau jadikan saya asisten ibu, apa ibu sedang merencanakan sesuatu?


Jujur, saya tidak punya niat apalagi perasaan apapun terhadap pak Alek. Saya masih cukup tau diri siapa saya, dan saya juga tidak akan melakukan hal yang menyakiti hati orang lain. Jadi saya harap, ibu tidak salah sangka dengan saya." Maharani terlihat pucat, tak mampu mencerna semua maksud istri atasannya.


"Saya tidak sedang merencanakan sesuatu. Justru saya itu sangat salut dengan sikap kamu ini.


Dan sebenarnya saya memang punya rencana sendiri, kalau kamu tidak menerima lamaran suami saya, maka sebagai bentuk terimakasih saya, saya akan memberikan pekerjaan yang lebih bagus untukmu di kantor saya. Karena saya yakin, kamu orang yang jujur dan pantas mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Itu saja, tidak ada maksud yang lain." terang Bu Jeni dengan serius dan tatapan mata yang meneduhkan.


"Masyaalloh, terimakasih Bu!" Maharani tak menyangka jika nasibnya akan seberuntung ini.


"Mulai besok, kamu akan kerja di kantor saya sebagai asisten pribadi saya. Sesuaikan jadwal kamu dengan jam kuliah kamu, biar saya yang mengikuti. Saya tau, kamu sedang berjuang untuk membahagiakan orang tuamu. Saya akan membantu mewujudkannya." Bu Jeni tersenyum dan mengusap pundak Maharani lembut.

__ADS_1


"Sekarang kembalilah bekerja. Dan nanti kamu juga akan dapat pesangon dari suami saya. Karena kamu akan di pecat. Dan sebagai gantinya, besok kamu kerja dengan saya."


"Baik Bu, terimakasih banyak!


Saya permisi." sahut Maharani yang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi, tapi setidaknya dia akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, tentunya dengan gaji yang lebih besar.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


#Bidadari salju


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2