
Satu Minggu menghabiskan waktu untuk bulan madu di negri tetangga.
Hari ini, Haris berkemas, di bantu sang istri. Kembali pulang ke istana orang tuanya Haris.
Sesampainya dirumah, Haris dikejutkan dengan kedatangannya Inggrid, saudara sepupunya.
Haris membuang nafasnya kasar, ada ras cemas juga tak nyaman dengan datangnya Inggrid dirumahnya. Karena sejak dulu, Inggrid selalu mengejar cinta Haris, bahkan kadang sering melakukan hal hal yang tak masuk akal untuk menjebak Haris.
Inggrid adalah keponakan mamanya Haris. Bu Anindita sangat menyayangi perempuan itu.
Inggrid perempuan cantik, dewasa, dan penampilannya selalu seksi.
"Wah, selamat ya Haris!
Kamu kok jahat sih, nikah gak ngundang aku!" rajuk Inggrid yang langsung bergelayut di lengan kekarnya Haris, tanpa memperdulikan keberadaan Maharani sebagai istrinya.
Haris dengan cepat melepaskan tangan Inggrid, wajahnya merah padam, menatap tajam ke arah Inggrid yang justru tersenyum miring ke arahnya.
"Jaga sikap kamu, Inggrid!
Haris sekarang sudah menikah, kamu harus menghargai perasaan istrinya!" tegur pak Altaf yang tak suka melihat sikap keponakan istrinya itu.
"Sudahlah pah!
Kita kan juga tau, gimana Inggrid dan Haris, dari dulu mereka itu dekat, layaknya adik kakak. Pasti Rani bisa memahami kedekatan mereka cuma sebatas saudara saja. Iya kan Maharani?" sahut Bu Anindita dengan senyuman tipis.
Meskipun di hati Maharani tidak nyaman, sebisa mungkin tetap menunjukkan sikap baik baik saja.
"Iya, ma!
Rani paham!" sahut Maharani lirih, lalu pamit pergi ke dalam kamar, dan langsung disusul sama Haris dengan perasaan khawatir. Sedangkan Inggrid terlihat menatap sinis ke arah mereka dengan sikap dengkinya.
"Sayang?
Kamu marah?
__ADS_1
Tolong jangan salah paham, aku tidak ada niat apapun dan tidak punya perasaan apapun pada Inggrid!" Haris menjelaskan dengan wajah sendu, berharap istrinya tidak salah paham dengan hubungannya bersama Inggrid.
"Aku tidak nyaman, mas!
Bagaimanapun kalian sudah sama sama dewasa, ada batasannya dalam berhubungan. Sekalipun itu dengan saudara!
Apalagi kalau hanya cuma sepupu!" sahut Maharani dingin. Tangannya sibuk membongkar barang di kopernya.
"Iya, aku tau!
Aku akan menjaga jarak dengannya. Kamu harus percaya sama aku. Aku tidak punya perasaan apapun dengan Inggrid!" sahut Haris yang meraih tubuh istrinya kedalam pelukannya.
Tok tok tok!
"Kak, aku boleh masuk gak?" terdengar suara Hafsah diluar kamar.
Hafsah adalah adik perempuan Haris yang masih kuliah.
"Masuk saja, dek!" sahut Maharani yang memang sudah akrab dengan Hafsah, karena mereka punya kebiasaan dan hobi yang sama.
Ganggu saja!" gerutu Haris menatap adiknya dengan wajah masam. Hafsah justru tertawa dengan sikap kakaknya itu.
"Aku dibawain oleh oleh kan, kak?" Hafsah justru mendekati Maharani dan meminta oleh oleh yang sudah dijanjikan oleh kakak iparnya itu.
"Pasti!
Itu ada di koper satunya, ambil saja!" sahut Maharani dengan senyuman hangat.
"Kak!
Kak Maharani harus hati hati, dirumah sekarang ada bibit ulat bulu, dia itu dari dulu suka banget Deket Deket saja kak Haris, tapi ya itu yang didekati justru takut, kayak di datangi setan, langsung kocar kacir!" hahahahaaa Hafsah tertawa, membuat Maharani mengerutkan keningnya menatap suaminya.
"Asal kak Maharani tau, Kak Inggrid itu dari dulu suka sama kak Haris, dan dia kesayangan mama, pasti selalu jadi yang diutamakan kalau ada dia dirumah ini.
Tapi kak Maharani gak usah takut, kalau dia macam macam, aku akan bantu kakak membasmi tuh perempuan. Lagian kan yang penting tuh kak Haris nya, kalau dia gak menanggapi gak bakal deh tuh nenek lampir menang, kecuali dia punya rencana licik yang kita gak tau." sambung Hafsah memperlihatkan wajah gak sukanya terhadap Inggrid yang memang punya sikap tidak baik selama ini.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️