Bidadari Salju

Bidadari Salju
Renovasi rumah


__ADS_3

Pak Altaf menyodorkan kunci mobil, kunci rumah dan ATM pada Maharani.


"Ambillah, dan gunakan dengan baik.


Saya tidak suka dengan keterlambatan. Jadi, jangan sekali kali datang terlambat.


Nanti akan ada karyawan yang mendampingi kamu untuk keliling kantor ini, dan juga menunjukkan mobil serta rumah yang akan kamu terima.


Silahkan, saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik." sambung pak Altaf menahan perasaan harunya, ada kejadian masa lalu yang membuatnya terus merasa bersalah pada gadis di hadapannya.


Dan sudah lama, dia ingin menebus kesalahan yang sudah dibuat anak lelakinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Gadis itu akhirnya datang juga. Hari ini aku bertemu dengannya di kantor." ujar Altaf menatap istrinya dengan wajah lega.


"Syukurlah, kamu berikan yang terbaik untuknya.


Dia sudah mengalami penderitaan karena perlakuan Haris. Sudah saatnya kita menebus kesalahan itu." sahut Bu Anindita tak kalah leganya.


Bertahun tahun, Altaf membayar orang untuk terus mengawasi gadis itu, menjaganya dari jauh agar tidak ada yang mengganggu dan menyakitinya.


Memberikan bantuan lewat beasiswa agar Maharani bisa masuk ke kampus ternama. Dengan otak encernya dan juga semangatnya, Maharani bisa memasuki kampus mana saja yang dia inginkan. Dan Altaf siap mengeluarkan biaya dengan dalih menggunakan nama beasiswa untuk pelajar berprestasi.


"Lusa, Haris pulang dari luar negri. Dan entah itu kapan, keduanya pasti akan bertemu. Apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?" sambung Bu Anindita dengan wajah serius.


"Aku akan menggunakan sistem kontrak kerja untuk Maharani, agar dia tidak bisa mengundurkan diri dengan mudah.


Aku berharap Maharani bisa menerima Haris dan mereka bersatu dalam ikatan pernikahan." balas Altaf dengan tenang dan penuh harap.


"Tidak mudah untuk Maharani memaafkan anak kita, Mas!


Tapi aku sangat tau, Haris menyimpan cinta yang begitu besar pada Maharani. Selama ini, dia menutup diri dari wanita manapun, bahkan Belinda pun dia acuhkan begitu saja. Karena hatinya sudah menetap pada Maharani.


Semoga mereka bisa menemukan jalannya untuk bersatu." harap Bu Anindita yang bersandar di dada bidang suaminya.


"Kita lihat saja, nanti.


Bismillah.


Semoga Maharani dan Haris bisa sama sama berjuang.


Berjuang untuk memaafkan dan berjuang untuk mendapatkan maaf." sahut Altaf.


"Kamu berikan posisi apa untuk gadis itu, mas?"

__ADS_1


"Manager pemasaran. Sesuai dengan bidang gadis itu. Aku yakin dia akan membawa perubahan di perusahaan kita, karena dia adalah gadis yang tangguh dan sangat ulet.


Aku juga memberinya gaji yang cukup besar, dan fasilitas rumah juga mobil." jelas Altaf yang menatap istrinya dengan senyuman hangat.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Satu bulan sudah berlalu, Maharani hari ini menerima gaji pertamanya. Senyumnya merekah, bayangan senyum ayah ibunya membuatnya bahagia.


Maharani berniat untuk membelikan mobil untuk kedua orang tuanya.


Tabungannya sudah cukup, bahkan Maharani juga berniat untuk merenovasi rumahnya menjadi lebih bagus. Agar orang tuanya tidak terus dihina oleh tetangga yang bermulut tajam.


"Jangan beli mobil dulu, nak!


Lebih baik buat renovasi rumah dulu.


Mobil bisa nanti." saran Bu Hanna yang merasa bangga memiliki putri sehebat Maharani.


Maharani yang sekarang sudah sangat jauh berbeda, dia menjelma menjadi wanita yang anggun, hangat, pintar dan cantik.


Gaya pakaiannya pun terlihat modis.


Maharani sudah berubah seratus delapan puluh derajat. Kulit kusamnya, sekarang berubah mulus dan seputih kapas.


"Baiklah, kita renovasi rumah dulu. Aku mau rumah ini dibangun dengan gaya Eropa, dan memiliki halaman yang luas lalu kita tanami bunga bunga di halamannya.


"Kalau masalah itu, tugasnya ayah. Rani akan transfer uangnya ke rekening ayah, agar bisa mudah saat belanja bahan bahan bangunan yang diperlukan. Ayah mau kan?" sambung Maharani menatap dalam manik mata sang ayah.


"Ayah tentu tidak bisa menolak, jika itu sudah jadi keputusan putri ayah, iyakan bund?" sahut pak Danu tersenyum haru.


"Oh iya, ayah beli saja satu ekor sapi lagi, dan dua kambing. Rani akan berikan uangnya cash.


Untuk tabungan buat ayah dan bunda, biar tidak jenuh dirumah." sambung Maharani yang membuat pak Danu dan Bu Hanna tersenyum senang.


"Alhamdulillah, makasih ya, nak!


Semoga kamu selalu diberikan kelancaran di setiap urusan kamu." balas pak Danu yang matanya sudah berkaca kaca.


"Aamiin, Rani bisa seperti ini, itu juga berkat doa ayah sama bunda. Rani sangat bersyukur punya orang tua hebat seperti ayah dan bunda. Terimakasih banyak." sahut Rani yang menghambur memeluk tubuh bundanya.


"Rani mau ajak ayah sama bunda liburan di Jakarta, hari Minggu kita berangkat ya. Rani akan ajak kalian keliling Jakarta."


"Masyaalloh, Alhamdulillah.


Tapi apa gak nyusahin kamu, nduk?" sahut Bu Hanna dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Enggaklah Bund, Rani justru senang bisa nyenengin ayah sama bunda.


Nanti ayah sama bunda disana seminggu ya.


Minggu depan baru Rani antar pulang ke kampung lagi."


"Iya, nak!


Bunda juga ingin tau, Jakarta itu seperti apa dan bagaimana kamu disana. Iya kan, yah?"


Pak Danu mengangguk dengan senyuman hangat menatap istri dan anaknya. Ucapan syukur berkali kali ia serukan di dalam hatinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


#Bidadari salju


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2