
"Besok, mereka akan kesini untuk membicarakan masalah perjodohan kalian. Sebaiknya kita bicarakan saja baik baik. Lagi pula, Akbar juga belum mengutarakan langsung pada Maharani.
Jadi Maharani bisa menolak secara halus tanpa ada keributan." pak Danu menatap tegas kepada istri dan anaknya. Maharani pun menyetujui apa yang jadi keputusan ayahnya.
Malam ini, Maharani merasakan kedamaian dan kebahagiaan bersama kedua orang tuanya. Mereka saling berbagi cerita dan tertawa bersama. Tak ada obrolan yang mereka bahas tentang Akbar maupun Haris. Tak ingin pertemuan hangat berubah jadi tidak baik baik saja oleh nama nama yang membikin sesaknya dada.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Keesokan harinya, Akbar datang berkunjung kerumah Maharani bersama ibu juga pamannya.
Mereka mengutarakan niatnya untuk melamar Maharani.
"Semua keputusan, kami serahkan sama Maharani sendiri. Biar dia yang menentukan.
Gimana, nak?
Apa, kamu menerima pinangannya nak Akbar?" pak Danu menatap lekat pada putrinya yang terlihat tenang.
"Sebelumnya Maharani minta maaf sama semuanya.
Bukan maksud Maharani tidak menghargai niat baik mas Akbar dan keluarga. Tapi, Maharani masih belum ada keinginan menikah, dan Maharani juga tidak punya perasaan apapun dengan mas Akbar selain pertemanan.
Maafkan saya!" sahut Maharani santun dan terlihat tenang. Meskipun ucapannya terdengar lembut, tapi begitu menusuk harga diri seorang Akbar. Baru kali ini ada seorang wanita yang menolak pesonanya. Padahal Akbar sudah berusaha untuk mengambil hati Maharani dengan menunjukkan sikap baik.
"Cinta bisa tumbuh seiring waktu, kalian bisa saling mendekatkan diri dan saling mengenal setelah bertunangan. Insyaallah, cinta akan tumbuh. Banyak kok pasangan yang menikah tanpa cinta, tapi pada akhirnya mereka saling cinta dan bahagia. Bukan begitu jeng?" sahut ibunya Akbar dengan wajah sedikit masam. Harapannya untuk bisa menjadikan Maharani menantu nampak akan sulit. Maharani tak segampang wanita diluaran sama yang mengejar putranya dengan segala cara.
"Maaf, Rani tidak mencintai mas Akbar. Kami lebih baik berteman saja seperti dulu. Karena Rani masih belum ada keinginan menikah muda!" sahut Maharani yang masih tegas menolak.
"Apa yang membuat kamu menolak ku, Rani?
__ADS_1
Berikan aku kesempatan untuk membuktikan cintaku. Aku akan berusaha membuat kamu bahagia." sahut Akbar memasang wajah sendu. Namun sedikitpun Maharani tidak terpengaruh. Justru wajah itu semakin membuat Maharani muak, sudah beristri tapi masih berani melamar wanita lain.
"Laku bagaimana dengan Laura, mas?
Bukankah dia sebentar lagi akan melahirkan?" Maharani sudah tak tahan untuk mengutarakan kekesalannya. Wajah Akbar dan keluarganya langsung terlihat pias. Tak menyangka jika Maharani mengetahui apa yang jadi rahasianya.
"Apa maksud kamu, Rani?
Siapa Laura?" tanya Akbar yang pura pura tidak tau, namun terlihat wajah paniknya.
"Wanita yang kamu nikahi secara siri.
Aku sudah mengetahuinya, bahkan aku juga tau sekarang dia tinggal dimana. Kalian tinggal di apartemen bukan, yang terletak di ujung kota.
Pikirkan hati istrimu, mas! Dia butuh kamu, wanita hamil butuh perhatian lebih, apalagi sedang hamil tua. Kasihan!" sahut Maharani tetap dengan tenang.
"Aku terjebak dengan pernikahan yang tidak aku inginkan, Rani!
"Apa kamu yakin hanya mencintaiku, mas?
Lalu apa ini?
Aku melihatmu saat dengan perempuan lain pas belanja di mini market sebelum pulang kemarin. Lihatlah, kalian begitu mesra loh!" Maharani memperlihatkan Vidio di ponselnya. Akbar semakin pucat dan salah tingkah.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
__ADS_1
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️