
"Semoga mereka bisa menerima kita dan memaafkan Haris.
Apa lagi, kamu punya hutang Budi dengan ayahnya Maharani.
Entah kenapa aku jadi merasa cemas, takut mereka tidak mau memaafkan kesalahan anak kita." sahut Bu Anindita dengan wajah sendunya.
"Lebih baik kita berdoa yang baik baik, insyaallah, pasti akan ada jalan.
Dan semoga mereka bisa bersatu dalam ikatan pernikahan." sahut pak Altaf menatap manik istrinya lekat.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Minggu pagi, keluarga Haris berkunjung kerumah orang tua Maharani.
Pak Danu dibuat kaget melihat kedatangan sahabat lamanya, Altaf Mahendra.
"Altaf!" sapa pak Danu dengan mimik yang tak bisa ditebak.
"Iya, saya Altaf, Danu!
Akhirnya kita bisa bertemu lagi setelah sekian banyak tahun aku mencari keberadaan kamu.
Tak disangka, anak anak kita yang mempertemukan kita kembali." sahut pak Altaf dengan memeluk erat pak Danu.
"Jadi, Haris anak kamu, Altaf?" tanya pak Danu dengan menghirup udara sebanyak mungkin.
Tak disangka laki laki yang selama ini membuat putrinya menderita adalah anak dari sahabat masa lalunya.
"Iya, Haris anak pertamaku.
Adiknya perempuan dan sekarang sedang kuliah di luar negri." sahut pak Altaf serius. Menatap wajah tak suka dari pak Danu saat melihat ke arah Haris.
"Maharani sudah memberitahu akan maksud kedatangan kalian ke gubuk kami.
__ADS_1
Dan Maharani juga sudah menyerahkan sepenuhnya keputusan pada kami, orang tuanya." balas pak Danu tanpa basa basi. Wajahnya di pasang se-datar mungkin. Masih terasa sakit saat mengingat bagaimana putrinya selalu di bully oleh Haris dan teman temannya.
"Saya harap, kita bisa menjadi keluarga.
Maafkan semua kesalahan yang pernah Haris lakukan pada Maharani. Insyaallah saat ini, dia benar benar jatuh cinta kepada Maharani.
Restuilah mereka, Dan!" sambung pak Altaf penuh dengan harapan.
"Kami sudah memaafkan Haris dan teman temannya itu.
Tapi sebagai orang tua, jujur kalau kami keberatan jika Maharani bersama dengan Haris.
Maaf!" sahut pak Danu tegas. Membuat Haris menatap nanar wajah lelaki berkharisma di depannya. Sedangkan Maharani justru menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya, membuat Haris merasakan nyeri di lubuk hatinya.
"Paman!
Ijinkan saya menebus semua kesalahan yang sudah saya lakukan pada Maharani.
Saya benar benar mencintai Maharani, saya janji akan membahagiakan Maharani, menjaga hatinya sepenuh jiwa raga saya. Tolong restui kami." Haris memohon dengan wajah sendunya. Penolakan pak Danu membuatnya benar benar hancur.
Buanglah harapan kamu untuk bisa menikahi Maharani. Cukup kamu melukai hatinya dan menghancurkan harga dirinya." sahut pak Danu dengan wajah dingin.
Sedangkan pak Altaf hanya bisa diam tanpa lagi mau menyela. Pak Altaf tau, kesalahan yang dibuat anaknya cukup fatal dan tentu meninggalkan bekas luka yang teramat dalam buat Maharani dan orang tuanya.
"Tapi paman, saya cinta Maharani.
Saya akan buktikan kalau saya benar benar tak bisa hidup tanpa Maharani. Saya menyesal sudah pernah jahat pada Maharani, demi Tuhan saya sangat mencintai Rani, paman." Isak Haris yang terus memohon kepada orang tua Maharani.
Namun pak Danu sedikitpun tidak mengubah keputusannya.
"Semua ada di tangan Maharani.
Gunakan waktumu selama dua Minggu untuk membuktikan ucapan kamu itu.
__ADS_1
Jika Maharani menerima kamu, maka kami pun juga akan menerima kamu sebagai menantu dirumah ini." sahut pak Danu, membuat Haris sedikit memiliki harapan dan tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang sudah diberikan untuk meyakinkan Maharani akan perasaannya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️