
Haris memilih naik sepeda motor milik Leo, sedangkan mobilnya di pakai Fawas mengantarkan Maharani pulang kerumahnya.
"Semoga suatu saat, kamu benar benar memaafkan aku, Maharani!
Aku bisa gila kalau kamu terus mendiamkan aku seperti ini." gumam Haris sambil menatap kepergian pujaan hatinya bersama saudara sepupunya itu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sejak kejadian penculikan itu, Maharani banyak diam dan sangat jarang mau bicara. Sikapnya pada Haris semakin dingin.
Membuat Haris kalang kabut untuk bisa mendekati bidadari saljunya itu.
Namun bukan Haris namanya kalau dia tidak bisa menaklukkan hati sang pujaan, Maharani yang selama ini membeku, kini sedikit mencair karena perhatian dan kegigihan Haris dalam menunjukkan perasaan cintanya.
"Rani, besok orang tuaku akan datang kerumah kamu, aku ingin melamar kamu. Aku mohon, berikan kesempatan untukku membahagiakan kamu!" Haris menatap lekat wajah cantiknya Maharani.
Gadis tinggi semampai itu hanya memberikan senyum tipis dan anggukan kepal.
"Kamu menerimaku, Rani?
Oh Tuhan, Alhamdulillah!" seru Haris bahagia.
Bahkan berkali kali Haris terus berteriak tak percaya jika Rani menerima lamarannya.
"Yakinkan orang tuaku!
Jika mereka setuju, akupun tidak akan menolak kamu!" sahut Maharani tegas, lalu pergi begitu saja kembali ke dalam ruangannya.
"Aku akan berjuang, Rani.
Aku akan meyakinkan orang tua kamu bersama kedua orang tuaku. Aku yakin mereka pasti memaafkan aku dan mau menerimaku menjadi menantunya." gumam Haris bahagia.
Dan langsung menghubungi ayahnya untuk memberitahu kalau Rani setuju dan mengijinkan mereka datang kerumah orang tua Maharani.
"Alhamdulillah, ayah akan kasih tau mama kamu.
__ADS_1
Biar mama yang urus semuanya.
Kamu fokus di kantor dan proyek baru.
Jagalah hatinya agar tak lagi menyimpan ragu pada kamu, Haris." sahut pak Altaf di ujung sana.
"Iya ayah, Haris senang sekali.
Semoga orang tuanya menerima dan memaafkan Haris." balas Haris yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Baiklah, ayah dan mama kamu akan bersiap siap menyiapkan semuanya untuk besok.
Kamu fokus di kantor!" sahut pak Altaf tegas, dan menoleh ke arah istrinya yang meminta penjelasan.
"Besok kita akan pergi melamar Maharani.
Siapkan yang terbaik untuk mereka, sayang!" pak Altaf menatap istrinya penuh cinta dan bibirnya tersenyum tipis.
"Akhirnya, Alhamdulillah!" sahut sang istri yang tak kalah bahagia.
"Semoga mereka mau memaafkan dan menerima anak kita!
"Kamu kenal dengan orang tuanya Maharani, mas?" tanya Bu Anindita dengan wajah menyelidik.
"Iya, aku mengenalnya, bahkan kami adalah sahabat baik. Danu yang sudah menolongku dari kebangkrutan waktu itu. Dia menjual sawahnya warisan dari orang tuanya demi menolongku.
Hingga kini aku sesukses saat ini.
Aku akan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi haknya." balas pak Altaf dengan tatapan menerawang jauh. Pikirannya kembali pada masa lalu, saat dirinya belum sesukses saat ini.
"Semoga mereka bisa menerima kita dan memaafkan Haris.
Apa lagi, kamu punya hutang Budi dengan ayahnya Maharani.
Entah kenapa aku jadi merasa cemas, takut mereka tidak mau memaafkan kesalahan anak kita." sahut Bu Anindita dengan wajah sendunya.
__ADS_1
"Lebih baik kita berdoa yang baik baik, insyaallah, pasti akan ada jalan.
Dan semoga mereka bisa bersatu dalam ikatan pernikahan." sahut pak Altaf menatap manik istrinya lekat.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️