Bidadari Salju

Bidadari Salju
sebuah fakta


__ADS_3

"Mbak!


Apa mbak Rani beneran mau menikah dengan mas Akbar?" tanya Bu Ambar memberanikan diri.


"Apa Bu Ambar mengetahui sesuatu?


Katakan, Bu! Agar kami tidak salah mengambil keputusan. Anggap kita adalah keluarga, saling menjaga dan melindungi dari yang tidak baik.


Kalau Bu Ambar mengetahui sesuatu, tolong katakan pada kami, jangan sungkan!" Bu Hanna menimpali dengan menatap lekat ke arah Bu Ambar yang terlihat ragu ragu.


"Em, tapi saya gak enak, Bu! Takutnya saya jadi penghalang kebahagiaan mbak Rani!" sahut Bu Ambar yang menatap iba pada Maharani.


"Insyaallah enggak, Bu!


Saya justru senang kalau Bu Ambar jujur dan mau mengatakan apa yang Bu Ambar ketahui tentang Akbar.


Karena, itu bisa jadi penolong Maharani agar tidak jatuh pada laki laki yang salah.


Sebenarnya Rani susah mengetahui sesuatu juga soal Akbar, tapi saya dan Maharani juga ingin mendengar penuturan Bu Ambar. Apakah sama dengan yang Maharani ketahui!" sambung Bu Hanna dengan senyuman lembutnya.


Bu Ambar, menarik nafasnya dalam. Menguatkan niatnya untuk memberitahu yang sebenarnya pada Maharani dan keluarganya. Mereka terlalu baik padanya, tak tega bila ada yang ingin membohongi dan berniat tidak baik pada keluarga yang sudah menolongnya dari kesusahan.


"Akbar, sebenarnya sudah punya istri di kota. Wanita itu tengah hamil tua karena hubungan yang dijalin bebas diantara mereka. Akbar terpaksa menikahi Laura, karena diancam keluarganya Laura, yang kebanyakan anggota polisi. Sebenarnya, Akbar itu tidak sebaik penampilannya, dia sering gonta ganti pasangan. Awalnya Akbar menolak menikahi Laura dan berniat kabur, tapi ya itu, keluarga Laura tak tinggal diam, sampai pada akhirnya mereka menikah secara siri, karena kondisi Laura yang sudah hamil tiga bulan waktu itu. Akbar janji akan menikah secara hukum kalau Laura sudah melahirkan. Tapi justru sekarang, dia melamar mbak Maharani." Bu Ambar menghembus nafasnya kasar. Menatap Maharani penuh kasih sayang. Tak rela saja kalau orang sebaik Maharani hidup dengan laki laki pemuja ************ seperti Akbar.


"Dari mana Bu Ambar tau semua cerita tentang Akbar?


Bukankah selama ini, Akbar tinggal di kota?" balas Maharani yang meyakinkan diri akan kebenaran ucapan Bu Ambar.

__ADS_1


"Laura itu, masih ada hubungan keluarga dengan almarhum suami saya, mbak!


Jadi saya tau, karena waktu itu, saya juga dijemput untuk dimintai tolong bantu bantu masak pas acara ijab kabul nya. Dan ada saudara yang cerita gimana kelakuan Akbar. Demi Tuhan, saya tidak mengada ada. Saya cuma gak tega saja, kalau Mbah Rani jadi korbannya Akbar." sahut Bu Ambar panjang lebar. Menatap iba pada Maharani.


"Terimakasih Bu Ambar, apa yang ibu katakan sama seperti apa yang baru saja saya ketahui.


Alhamdulillah, Alloh menunjukkan kebenaran sebelum semua terlalu jauh." sahut Maharani yang tersenyum hangat, hatinya lega karena dia tidak harus memaksakan diri untuk menerima perjodohan yang tidak dia inginkan.


Dan hatinya, kembali menghangat saat mengingat bagaimana Haris mengingatkan siapa Akbar.


"Alhamdulillah. Nanti kita bicarakan sama ayah.


Sekarang lebih baik kamu mandi dulu, terus sholat. Jangan terlalu dipikirkan soal Akbar, dia memang bukan jodohmu, nak!" sahut Bu Hanna yang berusaha bersikap baik baik saja.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah mendengarkan penuturan istri dan anaknya, pak Danu nampak terkejut, tak habis pikir, kalau laki laki yang dilihatnya baik juga santun, memiliki sifat yang begitu buruk.


"Besok, mereka akan kesini untuk membicarakan masalah perjodohan kalian. Sebaiknya kita bicarakan saja baik baik. Lagi pula, Akbar juga belum mengutarakan langsung pada Maharani.


Jadi Maharani bisa menolak secara halus tanpa ada keributan." pak Danu menatap tegas kepada istri dan anaknya. Maharani pun menyetujui apa yang jadi keputusan ayahnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

__ADS_1


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]


#Bidadari Salju [ On going ]


#Wanita Sebatang Kara { New karya }


#Ganti Istri { New karya }

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2