
"Asal kak Maharani tau, Kak Inggrid itu dari dulu suka sama kak Haris, dan dia kesayangan mama, pasti selalu jadi yang diutamakan kalau ada dia dirumah ini.
Tapi kak Maharani gak usah takut, kalau dia macam macam, aku akan bantu kakak membasmi tuh perempuan. Lagian kan yang penting tuh kak Haris nya, kalau dia gak menanggapi gak bakal deh tuh nenek lampir menang, kecuali dia punya rencana licik yang kita gak tau." sambung Hafsah memperlihatkan wajah gak sukanya terhadap Inggrid yang memang punya sikap tidak baik selama ini.
"Kamu bicara soal sih dek?
Jangan bikin istriku salah paham!" sungut Haris tak suka dengan ucapan adiknya.
"Emang kenyataannya begitu kok!
Makanya, kak Haris harus bisa bersikap tegas sama tuh ulet bulu!" sahut Hafsah yang tak mau kalah. Haris menahan tawa mendengar celoteh adiknya yang memanggil Inggrid dengan sebutan ulat bulu.
"Ya ampun, ada ada saja nih anak. Ulat bulu segala dibawa!" Haris tertawa dengan wajah yang sudah memerah.
"Ketawa terus, ulet bulu itu sebutan buat perempuan yang suka kegatelan sama pasangan orang lain." sungut Hafsah yang memanyunkan bibirnya, kesal karena kakaknya justru menertawakan dirinya.
"Sudah! Sudah!
Kalau memang dia punya niat jelek, aku juga gak akan tinggal diam. Kecuali kalau suamiku juga menginginkan wanita itu!" sahut Maharani pada akhirnya. Membuat Haris langsung mengalihkan pandangannya pada sang istri.
"Ya enggak lah sayang!
Aku mendapatkan kamu itu tidak mudah, Haris rela menunggu bertahun tahun untuk mendapatkan maaf dan cinta kamu. Aku gak akan berkhianat, sama saja aku sudah membuat perjuanganku sia sia. Percaya sama suami kamu ini, aku sangat mencintai kamu,Maharani!" sahut Haris dengan tatapan lurus dan terlihat kesungguhan di sakan kedua bola matanya.
"Gombal!" sahut Hafsah yang kini giliran tertawa mendengar rayuan kakaknya pada sang istri.
Saat mereka tengah asik bicara, tiba tiba Inggrid masuk tanpa permisi terlebih dahulu.
"Haris!
Temenin aku nonton bola yuk!
Aku kangen kayak waktu kita masih sama sama kuliah dulu, kamu sering nemenin aku nonton bola." Inggrid merengek pada Haris, bahkan tanpa sungkan bergelayut pada lengan kekarnya Haris. Hafsah pun jengah melihat kelakuan inggrid yang selalu begitu pada kakaknya. Sedangkan Maharani sudah menatap tajam ke arah suaminya.
"Maaf, itu dulu.
__ADS_1
Sekarang aku sudah punya istri, aku harus menjaga perasaannya. Tolong jangan bersikap berlebihan seperti ini!" sahut Haris termasuk, dan dengan paksa melepaskan pegangan tangannya inggrid.
'Hay, sejak kapan, Haris menolakku?
Lagian istri kamu harusnya paham posisi, kita ini saudara. Nonton bola bersama apa salahnya.
Jangan jadi istri suka cemburu dan mengekang kebebasan suami." sungut Inggrid dengan mata tajam menyorot ke arah Maharani yang terlihat masih tenang meskipun dadanya sudah bergemuruh oleh mulut lancang perempuan dihadapannya itu.
"Jaga bicara kamu, Inggrid!
Istriku tau apa yang harus dia lakukan.
Dari tadi dia juga tidak bicara apapun, tapi kenapa seolah kamu mau menyudutkannya?
Lagian, aku yang tidak mau, aku lebih memilih menemani istriku dan bermanja dengannya. Tolong jangan ganggu aku lagi. Paham?" tekan Haris yang membuat Inggrid kesal dan langsung keluar dari kamar dengan kaki yang di hentakkan.
"Dan tolong, jaga sikapnya!
ketuk pintu dulu sebelum masuk kamar orang lain. Tau sopan santun kan?" Rani angkat bicara saat Inggrid hendak keluar dan sudah berada diambang pintu!
Lihat apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu menyesal setelah mengusirku dari kamar ini!" balas Inggrid dengan senyuman menyeringai dan tatapan benci ke arah Maharani.
"Dasar perempuan gila!
Murahan!" sungut Hafsah yang sudah sangat kesal dengan kelakuan Inggrid.
"Kita pindah rumah saja!
Besok kita akan tinggal dirumah baru milikku. Agar kamu kembali nyaman!
Karena dia akan lama disini!" sahut Haris yang berusaha menenangkan hati istrinya.
"Ide bagus!
Aku harap kamu benar benar melakukannya, mas!" sahut Maharani dingin.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️