
"Terimakasih, lain kali saja.
Lagian juga tidak enak di lihat tetangga, kita bukan muhrim. Yasudah, masuklah!
Jangan lupa kunci pagar dan pintunya.
Asalamualaikum!" sahut Akbar bijaksana, Akbar laki laki pendiam yang tidak banyak tingkah. Sikapnya yang begitu menghormati perempuan karena hasil didikan sang ibu.
Akbar orang yang paham agama, hingga sikapnya begitu santun pada siapapun.
Selain tampan, alim dan juga sukses.
Akbar tak pernah bisa mencintai wanita selain Maharani. Akbar punya beberapa mini market yang tersebar di beberapa kota, namun tak membuatnya jadi orang sombong.
Maharani menghempaskan tubuhnya di ranjang empuk miliknya, hatinya mendadak risau karena bayangan wajah Haris selalu menghantui pikirannya.
Maharani tak bisa menampik perasaan yang mulai tumbuh untuk laki laki itu, tapi rasa benci lebih mendominasi karena perbuatan Haris dimasa lalu.
"Aku tak boleh membiarkan perasaan ini terus tumbuh. Akbar sepertinya laki laki yang baik, dia lebih pantas dijadikan suami dari pada Haris yang seumur hidupku selalu dia siksa." batin Maharani menatap nanar langit langit kamarnya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Seperti biasa, Maharani kembali melakukan aktifitasnya, sebelum pukul delapan pagi, Maharani sudah sampai di kantor milik keluarga Mahendra. Gedung tinggi menjulang membuat siapa saja pasti kagum akan kemegahannya. Dan siapapun yang bisa masuk menjadi karyawan disana, dipastikan kalau orang orang itu begitu istimewa, karena pasti memiliki kecerdasan luar biasa. Karena perusahaan besar milik keluarga Mahendra memiliki gaji yang sangat tinggi untuk semua karyawannya.
"Pagi, Ran!" sapa Nina saat berpapasan dengan Maharani di lobi.
"Pagi juga, Nin!"
Tumben kamu sudah datang jam segini?" sahut Maharani dengan tenangnya dan mereka mensejajarkan langkahnya bersama memasuki ruangan dilantai tiga.
"Iya, hari ini sedang tidak ada tugas di lapangan.
__ADS_1
Sekali kali lah, Ran! Aku juga mau duduk cantik di dalam kantor ini. Capek tau, kepanasan tiap hari." sahut Nina memasang wajah masam.
"Syukuri saja, Nin!
Aku justru ingin jadi kamu, bisa lebih banyak kerja di lapangan, dari pada di dalam gedung ini. Sesak!" sahut Maharani, dan membuat Nina mengerutkan wajahnya tak mengerti.
"Sesak bagaimana, Ran?
Orang ruangan kamu saja lega kayak gitu, bagus dan nyaman, dalamnya semua terlihat elegan dan wah loh. Aku merasa, kamu itu seperti dispesialkan loh sama pak Haris. Jangan jangan beliau menyukai kamu, Ran!" balas Nina yang tak sadar kalau obrolan mereka sedari tadi terdengar oleh Haris dan Fawas, mereka berjalan pelan dibelakang Maharani dan Nina yang tengah asik mengobrol.
"Amit amit, lagian siapa juga yang mau sama wajah kaku dan arogan kayak dia. Ganteng sih ganteng, tapi kalau beku, amit amit!" sahut Maharani sambil bergidik geli. Fawas yang melihat reaksi Haris tak kuasa menahan untuk tidak tertawa, sedangkan Haris sudah terlihat memerah wajahnya.
"Hati hati, biasanya yang bencinya berlebihan bisa cinta setengah mati loh!" sahut Nina terkikik sedangkan Maharani mencebik tak suka mendengar jawaban teman sekantornya itu.
"Ih gak bakalan, lagian siapa juga yang mau jatuh cinta sama tuh orang, kaya tapi angkuh.
Tampan tapi sombongnya amit amit.
Haris yang sudah tidak tahan dengan kalimat kalimat pedas nya Maharani, memutuskan untuk berdehem dan berjalan melewati Maharani dan Nina dengan wajah dinginnya.
"Astaga, Rani!
Mati kita!" pekik Nina yang langsung cemas karena obrolannya terdengar langsung oleh sang atasan.
"Bodoh amat!
Aku justru senang kalau dia akan memecat ku lantaran mendengar kata kata sarkas ku. Kamu tenang saja, aku yang menjelekkan pak Haris, bukan kamu. Aku yang akan bertanggung jawab kalau dia tidak terima!" sahut Maharani dengan senyuman tipis, entahlah hatinya seolah puas melihat wajah marah Haris Mahendra.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
__ADS_1
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️