Bidadari Surga Untuk Alwi

Bidadari Surga Untuk Alwi
Bab 10 "BSUA"


__ADS_3

🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Keesokan harinya.....


Syfa bangun dengan mata sembab, bahkan Umi dan Abinya tidak memperdulikan Syfa dan tidak ada yang menyapa Syfa membuat Syfa merasa sakit hati.


Syfa pun berangkat ke kampus dengan perasaan yang tidak menentu. Sesampainya di kampus ternyata sudah banyak spanduk mengenai tabligh akbar yang akan diselenggarakan besok siang dengan penceramah Ust.Alwi Al-ghifari.


Syfa menatap spanduk dengan foto Alwi itu, ada perasaan bersalah dalam hati Syfa karena sudah menyakiti hati Alwi tanpa Alwi ketahui bahkan Syfa sudah berbuat dosa.


Tiba-tiba, sebuah mobil pun berhenti tepat di hadapan Syfa. Mobil yang selama ini Syfa tumpangi secara diam-diam.


"Mas, Sarah masuk dulu."


"Iya."


Sarah pun mencium punggung tangan Abbad, kemudian Sarah terdiam sejenak membuat Abbad mengerutkan keningnya.


"Ada apa? apa ada ketinggalan?" tanya Abbad.


Sarah merasa terkejut padahal selama ini Abbad selalu mencium keningnya saat berpisah dengannya tapi sekarang, Abbad malah berkata seperti itu sungguh Sarah merasa kecewa.


"Tidak, ya sudah Sarah masuk dulu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Sarah pun melangkahkan kakinya dengan membawa perasaan yang kecewa, sungguh saat ini suaminya sudah berubah dan entah apa yang sudah membuat Abbad berubah seperti itu.


Setelah dirasa Sarah masuk, Syfa pun segera menghampiri Abbad.


"Syfa, kamu kenapa kok mata kamu sembab seperti itu?" tanya Abbad cemas.


"Umi dan Abi memarahiku Mas, dan Mas Alwi sudah menceraikanku."


"Apa? ya sudah, kita bicara disana saja," tunjuk Abbad.

__ADS_1


Abbad dan Syfa pun berbincang di taman kampus yang sedikit agak jauh dan dirasa aman karena banyak pohon besar yang menutupi kursi taman itu.


"Duduk disini, coba katakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Abbad.


Syfa pun meneteskan airmatanya. "Sepertinya Mas Alwi sudah curiga dengan hubungan kita, maka dari itu Mas Alwi kemarin tanpa sepengetahuanku menemui Abi dan Umi kemudian memulangkan aku kepada mereka dan malamnya, Mas Alwi langsung menalak aku," sahut Syfa dengan deraian airmata.


Abbad menghapus airmata Syfa. "Jangan khawatir, ada aku disini."


"Kalau begitu kapan Mas mau menikahi aku? kita sudah sering melakukan perbuatan dosa, aku tidak mau menunggu lama lagi aku ingin Mas cepat-cepat menjadi suami aku," rengek Syfa.


"Iya Syfa, Mas pasti akan menikahi kamu tapi saat ini Mas belum menemukan waktu yang tepat untuk bicara kepada Sarah."


Sementara itu, Annisa pun memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Annisa melihat mobil Abbad masih terparkir di depan kampus membuat Annisa merasa heran.


"Bukanya itu mobilnya Mas Abbad, tumben masih ada disini berarti Sarah pun belum masuk dong, aku cari ah."


Annisa mulai celingukan mencari keberadaan Sarah, hingga akhirnya Annisa melihat punggung Abbad di balik pohon besar.


"Astagfirullah, pagi-pagi sudah mojok aja memangnya tidak puas apa di rumah sampai-sampai di kampus pun harus mojok segala," gumam Annisa.


Annisa tidak tahu kalau wanita yang bersama Abbad itu bukanlah Sarah sahabatnya, dengan langkah pasti Annisa pun menghampiri mereka dan berniat ingin mengagetkan mereka.


"Mas, tidak usah meminta persetujuan istri Mas kita menikah saja sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padaku," seru Syfa.


Deg....


"Iya, nanti Mas pasti akan menikahimu tapi Mas takut Umi dan Abimu tidak merestui hubungan kita."


"Tenang saja, Umi dan Abi pasti akan merestui hubungan kita apalagi kita sudah melakukan hal yang tidak mungkin mereka tentang lagi."


"Ya sudah, sekarang kamu masuk sana lagipula Mas takut kalau Sarah melihat kita," seru Abbad.


Annisa dengan cepat bersembunyi di balik semak-semak yang ada disana, Abbad pun bangkit dari duduknya dan mencium kening Syfa membuat Syfa bahagia.


Abbad pun pergi duluan, dan tidak lama kemudian Syfa pun pergi. Annisa menutup mulutnya saking terkejutnya melihat siapa wanita yang bersama Abbad.


"Astagfirullahaladzim, bukanya wanita itu istrinya Ust.Alwi tapi kenapa bisa bersama Mas Abbad suami Sarah," batin Annisa.


Annisa benar-benar tidak habis pikir, dengan kelakuan mereka berdua. Dengan wajah yang masih terlihat syok, Annisa pun berdiri dan mulai melangkahkan kakinya menuju kelas.


Sesampainya di kelas...


"Ya Allah Annisa, kamu darimana saja? aku sudah nungguin kamu dari tadi, tumben datang siang?" tanya Sarah.

__ADS_1


Tapi Annisa terdiam, dia melamun dan memikirkan kata-kata Abbad dan Syfa tadi. Sarah yang merasa heran, akhirnya menepuk pundak Annisa membuat Annisa terlonjak kaget.


"Hai, ditanya bukannya dijawab malah melamun."


"Astagfirullahaladzim, iya ada apa Sar?"


"Kamu kenapa sih, datang-datang sudah melamun saja?"


"Ah, tidak apa-apa kok. Oh iya, barusan kamu tanya apa?"


"Kamu kemana saja baru datang?"


"Oh, barusan tumben jalanan macet banget jadi aku kesiangan datang ke kampus," dusta Annisa.


"Oh..."


"Ya Allah maafkan aku Sarah, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya tapi aku belum bisa memastikan kebenarannya takutnya nantinya justru malah menjadi fitnah," batin Annisa.


Pikiran Annisa pun menjadi buyar, kalau benar Abbad dan Syfa berselingkuh terus bagaimana dengan nasib Sarah sahabatnya sudah pasti Sarah akan merasa terpukul sekali.


"Apa Ust.Alwi mengetahuinya?" batin Annisa.


Annisa benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Syfa, diberikan suami sholeh dan seorang ustadz pula tapi malah disia-siakan.


🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2