Bidadari Surga Untuk Alwi

Bidadari Surga Untuk Alwi
Bab 26 "BSUA"


__ADS_3

🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Satu bulan pun berlalu, akhirnya proses perceraian antara Sarah dan Abbad pun selesai. Proses perceraian Sarah sangat cepat karena Sarah tidak pernah sekalipun datang ke persidangan.


Keputusan Sarah sudah bulat kalau dia ingin mengakhiri pernikahannya bersama Abbad. Saat ini Sarah sudah sah berstatus janda, janda muda nan cantik persisnya.


"Perasaanku saat ini lebih tenang dan bahagia Nis," seru Sarah.


"Syukurlah Sar, aku juga ikut bahagia semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik."


"Amin."


Annisa dan Sarah saat ini sedang berjalan menuju kelasnya, tiba-tiba Syfa berjalan dengan cepat dan lagi-lagi menyenggol Sarah dan Annisa.


"Astagfirullahaladzim," seru Annisa dan Sarah bersamaan.


"Akhirnya Allah berpihak kepadaku, Allah mengembalikan lagi sesuatu yang memang seharusnya menjadi milikku dari dulu," seru Syfa dengan sinisnya.


Annisa dan Sarah saling pandang, hingga akhirnya Annisa dan Sarah pun memutuskan untuk pergi tanpa membalas ucapan Syfa membuat Syfa merasa kesal.


"Ih menyebalkan," gerutu Syfa.


Sarah duduk dengan kesalnya. "Kenapa sih, dia tetap saja julid sama aku? padahal kan sekarang dia sudah dapatkan yang dia mau," kesal Sarah.


"Sudahlah jangan diladenin, biasanya orang seperti itu sengaja membuat kita kesal karena dia ingin kita meladenin dia. Perbanyak istighfar supaya kamu tidak terpancing olehnya," seru Annisa.


"Iya Nis....oh iya, nanti pulang kuliah boleh aku main ke rumahmu Nis?"


"Boleh dong."


"Mas Alwi ga bakalan marah kan, kalau aku datang ke rumah dia?"


"Ya ampun, suamiku bukan orang yang seperti itu. Mas Alwi itu tipe suami yang membebaskan istrinya, membebaskan disini dalam arti masih di dalam batas kewajaran dan tidak melenceng dari ajaran islam."

__ADS_1


"Ya sudah, nanti pulang kuliah aku ikut sama kamu ya."


"Oke."


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, saat ini Alwi tidak bisa menjemput Annisa karena masih ada ceramah di suatu tempat. Akhirnya Annisa dan Sarah pun memutuskan untuk menggunakan jasa taksi online.


Sementara itu, Abbad dengan terpaksa menjemput Syfa dan membawanya ke rumah Abbad yang dulu dia tempati bersama Sarah.


"Akhirnya, aku bisa memilikimu seutuhnya Mas," seru Syfa disela-sela perjalanan.


Abbad tidak menjawab ucapan Syfa, dia hanya fokus dengan jalanan. Sebenarnya saat ini hati dan pikirannya sangat kacau karena Sarah tidak sekali pun datang dalam persidangan. Padahal Abbad sangat berharap Sarah bisa datang, supaya dia bisa kembali bernegosiasi dan bermediasi supaya Sarah tidak jadi menggugat cerai dirinya.


Tapi sayang, sepertinya Sarah sudah tidak mau lagi mempertahankan rumah tangganya dan itu membuat Abbad sangat menyesal.


"Mas, kapan kamu mau mendaftarkan pernikahan kita? kita kan dulu hanya nikah siri, jadi kita harus mendaftarkan pernikahan kita supaya bisa diakui Negara," seru Syfa kembali.


"Syfa, bisa tidak kamu diam dan tidak banyak bicara? aku lagi pusing ini, aku dan Sarah baru saja bercerai kamu sudah meributkan masalah status pernikahan," kesal Abbad.


"Kok Mas malah marah sama aku? aku kan hanya ingin kejelasan status kita saja sebelum anak ini lahir," seru Syfa.


Abbad menggelengkan kepalanya, dan Abbad tidak berniat membalas ucapan Syfa lagi dan itu membuat Syfa semakin kesal. Tidak lama kemudian, mobil Abbad pun sampai di halaman rumahnya. Abbad pun langsung keluar dari mobilnya dan segera masuk ke dalam rumahnya tanpa menunggu Syfa.


"Akhirnya, sebentar lagi aku akan sah menjadi ratu di rumah ini," batin Syfa.


Tiba-tiba tiga orang Ibu-ibu yang lewat depan rumah Abbad tampak menatap sinis ke arah Syfa.


"Oh jadi wanita itu selingkuhannya Mas Abbad, tidak di sangka ya padahal Mbak Sarah itu cantik kok bisa-bisanya Mas Abbad selingkuh."


"Iya, coba deh lihat wanita itu memakai cadar apa jangan-jangan giginya tonggos kali ya sehingga dia pakai cadar."


Ketiga Ibu-ibu itu tertawa sinis kepada Syfa, membuat Syfa kesal dan menghampiri ke arah ketiga Ibu-ibu julid itu.


"Ibu-ibu ini siapa? berani sekali kalian mengatai saya seperti itu? memangnya kalian sudah lebih baik dari saya? sampai-sampai kalian berkata kurang ajar seperti itu kepada saya?" kesal Syfa.


"Memang kami lebih baik daripada Mbaknya."


Syfa melipat kedua tangannya di dada. "Lebih baik dari saya bagaimana? bahkan kalian tidak ada yang memakai hijab," cibir Syfa.


"Maaf Mbak, kami memang belum bisa memakai hijab bahkan kami pun belum mampu untuk memakai cadar seperti Mbak, tapi yang terpenting kami tidak pernah merebut suami orang."


"Iya benar, seharusnya Mbak sadar diri Mbak itu perempuan dan Mbak Sarah pun perempuan, bagaimana kalau nanti itu semua berbalik kepada Mbaknya? seperti bukan perempuan saja, kasihan Mbak Sarah padahal Mbak Sarah cantik dan juga ramah."

__ADS_1


"Hai Ibu-ibu tukang ghibah, aku juga tidak kalah cantik buktinya Mas Abbad lebih memilih saya dibandingkan Sarah," seru Syfa dengan bangganya.


"Cantik kok memakai cadar, itu tandanya Mbak ga percaya diri dengan wajah Mbak sendiri."


"Apa Ibu bilang?"


Ketiga Ibu-ibu itu pun langsung ngacir pergi dari hadapan Syfa, Syfa pun dengan cepat masuk ke dalam rumah Abbad dengan perasaan yang sangat kesal dan dongkol.


"Mas, barusan ada Ibu-ibu yang menghina aku pokonya aku tidak mau tahu Mas harus menegur mereka," rengek Syfa dengan kesalnya.


"Ibu-ibu itu tidak akan menghinamu kalau kamu tidak memulainya."


"Mas, aku tidak melakukan apa-apa tiba-tiba saja mereka menghinaku katanya aku sudah berselingkuh dengan Mas dan merebut Mas dari Sarah."


"Memang kenyataannya seperti itu kan? terus kenapa mesti dipermasalahkan, ya seharusnya kamu sadar diri saja tidak usah marah-marah seperti itu."


Abbad yang awalnya duduk di sofa mulai bangkit dan meninggalkan Syfa. Syfa semakin kesal, bukanya dibela malah balik disalahkan padahal kan kenyataannya itu salah mereka berdua bukan salah Syfa saja.


🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2