Bidadari Surga Untuk Alwi

Bidadari Surga Untuk Alwi
Bab 23 "BSUA"


__ADS_3

🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


"Sayang, di rumah ada Fazri sepupu aku katanya dia mau tinggal di rumah untuk beberapa hari ke depan," seru Alwi.


"Iyakah?"


"Kalau dia bicara yang menyinggung perasaanmu, tolong jangan di dengarkan dia orangnya memang seperti itu sedikit sombong."


"Iya Mas."


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Alwi pun sampai di depan rumahnya.


"Assalamualaikum."


"Kok rumah sepi sih Mas?" tanya Annisa.


"Sepertinya Umi sedang mengikuti pengajian, dan Fazri dia masih tidur mungkin."


"Oh."


Alwi dan Annisa pun masuk ke dalam kamar, Annisa segera membuka hijabnya dan mengambil handuk.


"Mas, bukanya besok jadwal Mas ceramah di pondok ya?"


"Iya."


"Bisakah besok, kita menginap di rumah Nisa?"


Alwi tersenyum dan menganggukan kepalanya membuat Annisa kembali menghampiri Alwi dan mencium pipi Alwi saking senangnya.


"Terima kasih, Mas."


"Sekarang sudah mulai berani cium-cium ya," goda Alwi dengan mencolek hidung istrinya itu.


Wajah Annisa seketika memerah dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, membuat Alwi geleng-geleng kepala sembari tersenyum.


Beberapa saat kemudian, Annisa pun sudah selesai mandi dan dilihatnya Alwi sudah tertidur dengan lelapnya. Annisa tersenyum, Annisa pun lebih memilih membaca Al-qur'an sembari menunggu waktu ashar.


***


"Nak, apa keputusanmu sudah bulat? kamu yakin mau menggugat cerai Abbad?" seru Mama Sarah.


"Maafkan Sarah, Ma. Sarah sebenarnya tidak mau bercerai tapi Sarah belum siap kalau harus dipoligami, Sarah bukan istri Rasul yang mempunyai hati lapang dan ikhlas," sahut Sarah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Mama Sarah pun memeluk puterinya itu, sedangkan Papa Sarah merasa sangat kesal kepada menantu yang sudah dipercaya menjaga puterinya tapi justru malah menyakiti hati puterinya itu.


"Ya sudah, lebih baik kamu berpisah saja Papa juga tidak rela kalau puteri Papa di duakan seperti itu. Besok kita ke pondok pesantren, menenangkan diri apalagi besok ada tabligh akbar rutin."

__ADS_1


"Iya Pa."


Tidak terasa, adzan ashar pun sudah berkumandang dan Annisa pun mengakhiri mengajinya. Annisa menghampiri Alwi dan mengusap wajah suaminya itu.


"Mas bangun, sudah adzan ashar kita shalat ashar berjama'ah," seru Annisa dengan lembutnya.


Perlahan Alwi menggerakan tubuhnya dan membuka matanya, senyumannya tersungging saat melihat istri cantiknya berada di sampingnya.


Alwi menarik tubuh Annisa dan memeluknya dengan sangat erat.


"Astagfirullah Mas, ayo bangun sudah adzan ashar kita shalat dulu."


"Sebentar saja."


"Mas, bukanya kalau kita mendengar adzan itu kita harus segera menunaikan shalat? jangan menunda-nunda waktu shalat, dosa loh Mas."


"Astagfirullahaladzim."


Alwi langsung melepaskan pelukannya dan segera bangkit dari tidurnya.


"Ayo kita shalat!"


Annisa pun tersenyum, keduanya segera mengambil air wudhu. Alwi mengganti kaos yang dia pakai dengan koko putih dan juga sarung serta tidak lupa memakai kopiah.


Alwi segera menunaikan shalat berjama'ah bersama istri tercintanya. Keduanya menunaikan shalat dengan sangat khusuk, hingga akhirnya mereka pun selesai shalat. Seperti biasa Annisa mengambil tangan Alwi dan menciumnya begitu pun dengan Alwi yang mencium seluruh wajah istrinya itu.


"Mas, Nisa masak dulu ya buat makan malam."


"Mau Mas temani?"


"Tidak usah Mas."


Annisa berkutat di dapur, Fazri pun baru saja bangun dan dia merasa haus kemudian dia pun keluar dari dalam kamarnya dan menuju dapur.


"Mas, mau makan apa malam ini biar Nisa buatkan," seru Annisa tanpa menoleh ke belakang.


Fazri mengerutkan keningnya. "Apa kamu istrinya Alwi?" tanya Fazri.


Deg...


Annisa menghentikan gerakan tangannya dan langsung membalikan tubuhnya.


"Ah maaf Mas, Nisa kira Mas Alwi," seru Annisa dengan menundukan kepalanya.


"Gila, cantik bener istri si Alwi," batin Fazri.


"Kamu masak apa sayang?"


"Eh Mas, Nisa masak yang ada disini saja," sahut Annisa.


"Ini Annisa, istriku," seru Alwi.


"Fazri."


Fazri mengulurkan tangannya tapi Annisa menangkupkan kedua tangannya di dada membuat Fazri pun menarik kembali tangannya.

__ADS_1


"Nama lengkapku Fazri Maulana, kamu pasti tahu kan soalnya aku ini pemilik toko karpet terbesar di kota ini bahkan cabang tokoku ada dimana-mana."


Annisa hanya menyunggingkan senyumannya, sedangkan Alwi menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mas, Nisa lanjut masak lagi ya."


Alwi dan Fazri pun duduk di ruangan keluarga.


"Istrimu cantik juga, pintar sekali kamu mencari istri. Cantikan mana istrimu sekarang sama mantan istrimu?" tanya Fazri.


"Tidak ada perempuan yang tidak cantik, semua perempuan cantik. Maka kalau kamu mencari calon istri jangan mencari yang cantik fisiknya tapi yang paling penting cantik hatinya. Kalau cantik fisik, disaat usia bertambah maka kecantikan itu akan memudar tapi kalau cantik hati sampai berapapun usianya akan tetap dibilang cantik," sahut Alwi.


Fazri terdiam, dia selalu tidak bisa membalas ucapan Alwi. Tidak lama kemudian, Annisa pun sudah selesai memasak. Annisa menghampiri Alwi dan Fazri dengan membawa kopi.


"Ini kopinya Mas," seru Annisa.


"Terima kasih sayang."


Annisa pun duduk di samping Alwi...


"Nisa, kamu punya teman perempuan tidak?" tanya Fazri.


"Punya Mas, memangnya kenapa?"


"Cantik ga?"


Annisa mengerutkan keningnya, kemudian Annisa hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Fazri.


"Kalau kamu punya teman yang cantiknya sama seperti kamu, kenalkan dong denganku. Katakan sama temanmu itu kalau aku adalah pengusaha karpet, toko karpetku ada dimana-mana, jadi kalau dia menikah denganku, aku jamin dia akan bahagia dan tidak akan sengsara," seru Fazri dengan sombongnya.


"Alibin Abi Thalib pernah berpesan, jangan sibuk menceritakan tentang dirimu kepada orang lain karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya dengan itu. Jangan meninggi karena kamu bukan langit, belajarlah merendah karena kamu hidup di muka bumi, rendah hatilah serendah-rendahnya sampai tidak ada orang yang akan merendahkanmu," seru Alwi.


"Ishh..ishh..ishh..kamu mah selalu saja membuatku mati kutu, dasar sepupu menyebalkan," gerutu Fazri.


Alwi dan Annisa justru malah menertawakan Fazri membuat Fazri semakin kesal dengan pasangan yang menurut Fazri menyebalkan itu.


🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2