Bidadari Surga Untuk Alwi

Bidadari Surga Untuk Alwi
Bab 33


__ADS_3

🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Keesokan harinya...


Semua orang mengantar kepergian Sarah dan Fazri, hanya Annisa yang tidak ikut karena lagi-lagi Annisa muntah-muntah dan tidak tidur semalaman.


Setelah mengantar kepergian Sarah dan Fazri, Alwi mampir ke rumah singgah terlebih dahulu. Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Alwi pun sampai di depan rumah singgah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Apakabar semuanya, maaf saya baru bisa mampir lagi soalnya saya harus jagain istri saya yang saat ini sedang ngidam," seru Alwi.


"Alhamdulillah Ustadz, kabar kami disini semakin hari semakin membaik. Selamat ya Ustadz atas kehamilan istrinya, semoga istri dan calon anak Ustadz selalu diberikan kesehatan," seru salah satu penghuni rumah singgah.


"Amin, terima kasih atas do'anya."


Seperti biasa kalau Alwi datang ke rumah singgah, Alwi selalu menyempatkan mengajarkan mengaji dan memberikan sedikit tausyiah kepada penghuni rumah singgah.


"Alhamdulillah, kalian sudah mulai lancar membaca Al-qur'annya semoga ke depannya kalian bisa menghafal sampai 30 juz," seru Alwi.

__ADS_1


"Amin, Insya Allah Ustadz."


"Kita harus banyak bersyukur karena sampai saat ini kita masih diberikan usia dan kesehatan. Ingat, kalau pagi ini kita masih diberi kesempatan usia oleh Allah di dunia ingat dua hal. Yang pertama, boleh jadi karena amal kita masih sedikit sehingga Allah memberikan kesempatan usia kepada kita untuk memperbanyak amal kita atau yang kedua, karena dosa kita terlalu banyak sehingga Allah memberikan kesempatan usia kepada kita agar kita banyak minta ampun kepada Allah Subhanahu wata'alla."


"Maka dari itu manfaatkanlah kesempatan yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya. Kalau dulu kita banyak melakukan dosa, banyak melakukan maksiat, ayo sesali semua itu bertobatlah dan meminta ampun kepada Allah."


"Tapi Ustadz kalau dosa kita sangat banyak bagaimana? apakah Allah masih mau mengampuni kita?" tanya salah satu orang penghuni rumah singgah itu.


"Selama kita benar-benar bertobat dan meminta ampun kepada Allah, kita harus yakin kalau ampunan Allah itu jauh lebih besar dibandingkan dosa-dosa kita."


"Dan satu lagi, kita juga jangan lupa harus perbanyak istighfar. Ada beberapa hal yang akan kalian dapatkan jika kalian sering-sering beristighfar. Pertama, Allah akan turunkan minimal sifat Al-ghafar kepada hambanya. Kedua, orang yang sering istighfar maka Allah akan curahkan keberkahan melalui curah hujan yang lebat. Ketiga, jika kalian terus beristighfar yang sebenar-benarnya kepada Allah maka Allah akan melimpah ruahkan harta benda kita. Keempat, selain harta Allah juga akan memberikan hambanya keturunan. Kelima, Allah akan memberikan kenyamanan dan kemapanan hidup. Masya Allah, begitu besarnya keistimewaan jika kita sering-sering beristighfar."


"Nabi pun tidak pernah kurang dari seratus kali beristighfar setiap harinya, itu Nabi, Rasul yang sudah jelas-jelas surganya pasti, hisabnya aman, amalnya banyak, dosanya tidak ada, tapi beliau tidak pernah kurang dari seratus kali beristighfar setiap harinya. Kita siapa? Nabi bukan, Rasul bukan, surga belum jelas, hisab masih menegangkan, amal sedikit, dosa banyak, tapi kita masih malas-malasan untuk beristighfar. Ayo mulai sekarang perbanyaklah istighfar, paham!"


"Paham Ustadz."


Setelah memberikan tausyiahnya, Alwi pun pulang menuju pondok pesantren karena Annisa masih berada disana.


"Nisa, pasti senang banget nih dibeliin rujak," gumam Alwi.


Alwi kembali melanjutkan perjalanannya, sesampainya di pondok pesantren Alwi pun langsung menuju rumah Annisa.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Loh kok Mas lama sih?" seru Annisa dengan manjanya.


Annisa bangkit dari duduknya dan segera mencium punggung tangan suaminya itu.

__ADS_1


"Iya, Mas mampir ke rumah singgah dulu tadi. Oh iya, lihat nih Mas bawa apa?"


"Wah, Mas bawa rujak ya," seru Annisa antusias.


"Iya."


Annisa segera mengambilnya dan membawa ke halaman belakang, Alwi dan Annisa menyantap rujak mereka dengan melihat para santri dan santriwati berkebun.


Annisa sungguh beruntung mempunyai suami sholeh, dan perhatian. Annisa tidak menyangka berawal dari rasa kagum dan sekarang justru menjadi pasangan Annisa dunia dan akhirat, Insya Allah.


🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2