Bidadari Surga Untuk Alwi

Bidadari Surga Untuk Alwi
Bab 32 "BSUA"


__ADS_3

🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Satu minggu kemudian....


Syfa pun akhirnya sudah diizinkan pulang dari rumah sakit, selama satu minggu Syfa banyak melamun dan tidak banyak bicara walaupun Abbad setiap hari menjaga Syfa tapi sikap Syfa berubah menjadi dingin tidak seperti dulu lagi.


Saat ini Syfa berada dalam mobil bersama Abbad, tidak ada pembicaraan diantara keduanya.


"Antarkan aku ke rumah saja," seru Syfa dingin.


"Kenapa? kita pulang ke rumah kita," sahut Abbad.


"Tidak, aku mau pulang ke rumah Umi dan Abi."


Abbad tidak bisa menolak, akhirnya Abbad melajukan mobilnya menuju rumah orangtua Syfa. Tidak membutuhkan waktu lama, alhirnya Abbad dan Annisa pun sampai di rumah orangtua Syfa.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Umi, Abi, Syfa ingin bicara sesuatu dengan kalian," seru Syfa.


Umi Aisyah dan Abi Idris pun duduk di sofa, Abbad terlihat sangat bingung sebenarnya apa yang ingin Syfa bicarakan.


"Umi, Abi, Syfa sudah memikirkannya baik-baik, Syfa memutuskan untuk berpisah dengan Mas Abbad," seru Syfa.


"Apa? Syfa kamu jangan bercanda, ini tidak lucu," seru Abbad.


"Aku serius Mas, aku tahu aku salah sudah memaksakan cinta aku karena sebesar apa pun aku mencintai kamu, sebesar apa pun aku menginginkanmu, tetap saja hatimu hanya milik Sarah jadi daripada kita sama-sama menyiksa hati kita, lebih baik kita berpisah saja," sahut Syfa.


"Tidak Syfa, aku sudah mengikhlaskan Sarah dan sekarang aku ingin memulai semuanya dari awal bersamamu," seru Abbad.


"Keputusanku sudah bulat Mas, jadi lebih baik sekarang Mas pulang saja dan tunggu surat gugatan cerai dari aku," seru Syfa.


Syfa pun segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar, Abbad hendak menyusul Syfa tapi Abi Idris menahannya.


"Kamu sudah dengarkan apa keputusan Syfa, jadi sekarang kamu harus menerimanya dengan ikhlas," seru Abi Idris.


"Tidak Abi, Abbad mohon Abbad sudah sangat menyesal dan Abbad janji akan membahagiakan Syfa," seru Abbad memohon.


"Ini adalah keputusan yang baik untuk kalian berdua, biarlah perceraian ini menjadi pelajaran untuk kalian berdua. Percayalah kalau kalian ditakdirkan berjodoh, Umi yakin kalian akan dipertemukan dan disatukan lagi oleh Allah jadi kita serahkan semuanya kepada Allah," seru Umi Aisyah.


Abbad tampak menundukan kepalanya. "Umi, Abi, kalau begitu Abbad pamit mudah-mudahan Syfa berubah pikiran," seru Abbad lemas.


"Amin."


Abbad pun akhirnya dengan terpaksa meninggalkan rumah orangtua Syfa, pada akhirnya nasib rumah tangga Abbad berakhir sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Apakah dulu Sarah juga merasakan sakit seperti ini?" batin Abbad.


Abbad tampak frustasi, Abbad pun mulai melajukan mobilnya pulang ke rumahnya sendiri.


Sementara itu...


Tok..tok..tok..


"Syfa, apa Umi dan Abi boleh masuk!"


"Masuk saja Umi."


Umi dan Abi pun masuk, dilihatnya Syfa menghapus airmatanya. Umi Aisyah pun duduk di samping Syfa dan mengusap lembut kepala Syfa.


"Nak, apakah kamu serius dengan keputusanmu? ini adalah keputusan besar dan kamu tidak boleh sembarangan memutuskan segala sesuatu apabila hati kamu masih dikuasai dengan amarah, kamu tenangkan diri dulu supaya dan pikirkan baik-baik supaya kamu tidak menyesal di kemudian hari," seru Umi Aisyah.


"Tidak Umi, Syfa sudah memikirkannya dengan baik-baik dan matang memang ini jalan terbaik untuk kita berdua dan Syfa minta maaf banget kepada Umi dan Abi karena selama ini Syfa sudah membuat malu Umi dan Abi," sahut Syfa dengan deraian airmata.


"Sudahlah Syfa, Umi dan Abi sudah memaafkan kamu."


"Kadang-kadang manusia itu harus dibanting terlebih dahulu supaya dia bisa terpelanting dalam keadaan yang lebih baik lagi," seru Abi Idris.


Syfa terdiam, kemudian Syfa menatap Umi dan Abinya.


"Umi, Abi, Syfa memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke Mesir. Syfa ingin mengasah lagi ilmu agama Syfa yang saat ini masih jauh dari kata sempurna, Syfa ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi," seru Syfa.


Umi dan Abi saling pandang satu sama lain, hingga akhirnya mereka berdua pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Kalau itu keinginan kamu, Umi dan Abi hanya bisa mendo'akan yang terbaik untukmu," seru Umi Aisyah.


Berbeda dengan Annisa dan Alwi yang saat ini sedang bahagia.


"Sayang, kalau kamu ga kuat kamu cuti saja dulu kuliahnya nanti kalau sudah baikan dan enakan kamu bisa lanjutkan kuliah lagi tapi ingat kalau sudah hamil besar, Mas minta kamu selesai kuliah dan fokus urus anak kita. Pokoknya selesai tidak selesai, Mas minta kamu berhenti kuliah."


"Iya Mas. Oh iya Mas, bagaimana pertemuan kalian dengan Sarah? apa Sarah menerima lamaran Mas Fazri?" tanya Annisa.


"Alhamdulillah lamaran Fazri diterima."


"Alhamdulillah, semoga Sarah dan Mas Fazri berjodoh."


"Amin."


***


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, hari ini adalah hari pernikahan Sarah dan Fazri. Mereka hanya melaksanakan akad nikah saja tanpa resepsi karena Sarah tidak mau melakukan resepsi.


Akad nikah dilakukan di pondok pesantren atas permintaan Sarah. Semuanya mengucapkan Alhamdulillah saat Fazri selesai mengucapkan ijab kabul.


"Selamat ya Sar, semoga pernikahan kamu kali ini langgeng sampai maut memisahkan," seru Annisa.


"Amin...besok aku mau ikut Mas Fazri dan sepertinya akan tinggal disana, nanti kamu dan Mas Alwi berkunjung kesana ya sembari liburan dan aku do'akan semoga kandungan kamu sehat."


"Amin."


Berbeda dengan Syfa yang saat ini sedang merapikan barang-barangnya, Syfa rencananya besok akan berangkat menuju Mesir tekadnya sudah bulat, dia akan melanjutkan kuliah disana sembari menata hati dan hidupnya disana.

__ADS_1


Syfa pun bersiap-siap, dia akan menyusul kedua orangtuanya ke pondok pesantren. Syfa berencana ingin mengucapkan selamat kepada kepada Sarah dan sekaligus ingin meminta maaf juga.


Tidak membutuhkan waktu lama, Syfa pun sampai di pondok pesantren. Setelah bersalaman, Syfa menanyakan keberadaan Sarah dan yang lainnya dan ternyata mereka sedang ada di halaman belakang.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Semuanya menoleh ke arah Syfa yang saat ini hanya bisa berdiri.


"Maaf mengganggu, aku datang kesini hanya ingin meminta maaf kepada Sarah, Annisa, dan juga Mas Alwi atas apa yang sudah aku lakukan dan perbuat kepada kalian semua," seru Syfa.


Annisa bangkit dari duduknya dan menghampiri Syfa kemudian merangkul Syfa dan mengajaknya duduk.


"Kami dari dulu sudah memaafkan kamu kok," seru Annisa.


"Terima kasih, kalian memang orang-orang baik. Aku juga datang kesini sekalian ingin berpamitan kepada kalian, besok aku akan melanjutkan kuliah ke Mesir."


"Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan disana Syfa, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi," seru Sarah.


"Amin, oh iya selamat atas pernikahanmu semoga kamu bahagia dan pernikahan kamu langgeng sampai akhir hayat," seru Syfa.


"Amin."


"Kalau begitu aku pamit, Assalamualaikum."


"Waaalaikumsalam."


Syfa pun pergi...


"Semoga Syfa bisa berubah dan menjadi manusia yang lebih baik lagi," seru Annisa.


"Amin."


🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2