
🕌
🕌
🕌
🕌
🕌
Alwi pulang menuju rumahnya, sesampainya di rumah Alwi langsung masuk ke dalam kamarnya. Lagi-lagi Alwi merenung dengan apa yang sudah dia lakukan.
"Ya Allah, apakah keputusan hamba kali ini benar? maafkan hamba karena hamba sudah melakukan hal yang sangat engkau benci, tapi kalau hamba melanjutkan pernikahan ini, hamba akan berdosa. Ampunilah hambamu ini ya Allah karena belum bisa kuat menahan hawa nafsu hamba," seru Alwi.
Tidak lama Alwi mengucapkan itu, pintu kamar pun terbuka. Syfa pulang dengan wajah lelahnya, tanpa mengucapkan salam dan tanpa menyapa Alwi.
"Syfa, sepertinya kita harus bicara," seru Alwi.
"Besok sajalah Mas, aku capek banget ini."
"Tidak bisa, kita harus bicara sekarang juga."
Syfa terlihat kesal. "Ya sudah, Mas mau bicara apa?" kesal Syfa.
"Mari kita akhiri pernikahan ini," seru Alwi tanpa basa-basi.
Syfa langsung terlonjak dengan ucapan Alwi. "Mas, jangan bercanda."
"Tidak, aku serius. Lebih baik kita akhiri saja pernikahan ini karena memang pada dasarnya ini adalah pernikahan yang tidak kamu inginkan, aku tidak mau terus-terusan menumpuk dosa kalau aku melanjutkan pernikahan ini."
"Terus bagaimana dengan orangtuaku? mereka bisa murka kalau aku bercerai dengan Mas, bisakah Mas tunggu beberapa bulan lagi?" rengek Syfa.
"Aku sudah datang menemui orangtuamu dan aku sudah mengembalikanmu kepada mereka."
"Apa? kenapa Mas tidak membicarakannya terlebih dahulu kepadaku?"
"Buat apa? kamu juga melakukan segala sesuatu tidak pernah membicarakan ataupun meminta izin kepadaku, kamu tidak pernah menghargai aku sebagai suamimu. Aku ini adalah pemimpin dalam rumah tangga dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban nanti di akhirat. Aku tidak mau menanggung semua dosa-dosa itu karena tidak bisa mendidik dan menuntun istriku sendiri."
Alwi menghampiri Syfa dan berdiri tepat di hadapan Syfa membuat Syfa menundukan kepalanya.
__ADS_1
Kemudian, Alwi pun mengangkat tangannya dan menyimpan telapak tangannya di kepala Syfa membuat Syfa tersentak. Ini adalah sentuhan pertama dan terakhir Alwi kepada Syfa.
"Aku talak kamu, mulai detik ini kamu bukan istriku lagi pernikahan kita berakhir sampai disini!" tegas Alwi.
Syfa membelalakan matanya, Alwi pun menurunkan tangannya.
"Mulai sekarang kamu sudah bukan istriku lagi, jadi kamu berhak melakukan apapun yang kamu mau tanpa ada perasaan takut dan kamu tahu kan berapa lama waktu idah seorang wanita jadi aku harap kamu mematuhi itu jangan terburu-buru menikah kembali," seru Alwi.
Alwi pun masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Syfa terduduk lemas di atas tempat tidur. Syfa tidak menyangka kalau Alwi akan secepat itu menceraikannya.
"Apa yang harus aku katakan kepada Umi dan Abi?" batin Syfa.
Perlahan Syfa pun membereskan barang-barangnya dan setelah selesai Syfa pun keluar dari kamar Alwi tanpa menunggu Alwi keluar dari dalam kamar mandi.
"Loh, Syfa kamu mau kemana Nak?" tanya Umi Khadijah yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Maafkan Syfa Umi, Syfa sudah banyak berbuat salah. Mas Alwi sudah menjatuhkan talak kepada Syfa jadi Syfa sudah tidak bisa tinggal lagi disini, terima kasih karena Umi sudah menerima Syfa dengan baik."
Umi Khadijah pun memeluk Syfa dengan deraian airmata.
"Maafkan Umi dan Alwi, mungkin saat ini kalian memang tidak berjodoh semoga kamu bisa mendapatkan pendamping yang jauh lebih baik daripada Alwi."
Syfa pun akhirnya meninggalkan rumah Alwi menggunakan taksi online, bahkan Alwi tidak mau mengantarkan Syfa pulang.
Selama dalam perjalanan, Syfa merasa deg-degan sudah pasti Abinya akan sangat murka dan apa yang harus Syfa katakan. Sesampainya di depan rumah, Syfa tampak ragu-ragu untuk masuk ke dalam rumah.
Perlahan Syfa melangkahkan kakinya dan membuka pintu rumahnya.
"Assalamualaikum."
Umi dan Abi yang memang masih duduk di ruang tamu menoleh dan menatap tajam ke arah Syfa. Perlahan Syfa mendekati keduanya dan berniat ingin mencium punggung tangan kedua orangtuanya.
Plaaakkk...
Abi Idris menampar Syfa dengan sangat kerasnya membuat Syfa terbelalak dengan meneteskan airmatanya, pasalnya selama ini semarah-marahnya Abi Idris, ia tidak pernah memukul Syfa.
"Kamu sudah keterlaluan Syfa, Abi sangat malu kepada Alwi dan Uminya. Abi sudah mencarikan suami sholeh buatmu tapi kamu mengabaikannya begitu saja, suatu hari nanti kamu akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan pria sholeh seperti Alwi!" bentak Abi Idris.
Abi Idris pun pergi meninggalkan Syfa yang saat ini sudah menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Laki-laki seperti apa yang kamu cari Syfa? Umi sangat kecewa kepadamu."
Umi Aisyah pun meninggalkan Syfa, saat ini Syfa hanya bisa meratapi nasibnya karena cinta, Syfa sampai-sampai dibutakan dan tidak bisa membedakan mana cinta yang tulus dan mana cinta yang hanya karena nafsu saja.
***
Sementara itu, Abbad pun baru pulang ke rumahnya...
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, Mas darimana saja? masa ada urusan sampai malam seperti ini? apalagi sekarang Mas sering sekali tidak pulang?" tanya Sarah.
"Sudahlah Sarah, Mas capek Mas ingin istirahat dan jangan ganggu Mas."
Abbad pun pergi meninggalkan Sarah yang masih terdiam dengan ucapan Abbad. Sarah masuk ke dalam kamarnya, dilihatnya Abbad sudah merebahkan tubuhnya.
Ada perasaan kecewa dalam hati Sarah, karena Abbad akhir-akhir ini sudah berubah. Walaupun Abbad belum sepenuhnya mencintai Sarah, tapi lain halnya dengan Sarah yang sudah sangat mencintai suaminya itu.
🕌
🕌
🕌
🕌
🕌
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU