Bidadari Surga Untuk Alwi

Bidadari Surga Untuk Alwi
Bab 31 "BSUA"


__ADS_3

🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Perlahan Syfa membuka matanya....


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Nak," seru Umi Aisyah.


"Umi, ini dimana?" lirih Syfa.


"Kamu ada di rumah sakit Nak."


Syfa mengingat kejadian sebelum dia pingsan, kemudian Syfa mengusap perutnya.


"Syfa kenapa Umi? kandungan Syfa baik-baik saja kan?" seru Syfa panik.


Umi Aisyah menundukan kepala sembari meneteskan airmatanya.


"Umi kenapa nangis? apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Syfa histeris.


"Kamu yang sabar Syfa, karena kamu baru saja mengalami keguguran," sahut Mama Abbad.


"Apa?"


Syfa menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya, Syfa berusaha bangun tapi Umi Aisyah menahannya.


"Tidak, itu tidak mungkin Syfa tidak mungkin keguguran Umi, anak Syfa masih ada di dalam perut Syfa kan? kalian pasti bohong!" teriak Syfa dengan deraian airmatanya.


Abbad yang melihat Syfa seperti itu merasa sangat bersalah, bahkan saat ini Abbad tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Umi Aisyah memeluk puterinya itu dengan sangat erat, hati seorang Ibu begitu hancur melihat puteri satu-satunya histeris seperti itu.


"Umi, Syfa tidak mau kehilangan anak Syfa Umi."


"Sudahlah Nak, mungkin ini adalah sebuah teguran dari Allah kepada kita."


"Tidak Umi, Syfa tidak terima."


Syfa menatap Abbad dengan tatapan penuh kebencian. "Ini semua gara-gara kamu Mas, kamu keterlaluan!" teriak Syfa.


Abbad semakin menundukan kepalanya, dia sudah tidak tahu harus bicara apa lagi karena memang selama ini Abbad sudah keterlaluan kepada Syfa.


Abi Idris segera memanggil Dokter karena Syfa terus saja berontak dan berteriak-teriak, hingga akhirnya Dokter terpaksa menyuntikan obat penenang dan Syfa pun mulai lemas dan akhirnya tertidur.


"Umi, maafkan Abbad."


"Mbak, maafkan anak kami yang sudah membuat Syfa seperti ini," seru Mama Abbad.


"Tidak, ini semua sudah menjadi ketentuan Allah mungkin saja ini sebuah teguran Allah kepada Syfa atas semua dosa-dosa yang sudah dia perbuat selama ini," sahut Umi Aisyah.


"Lebih baik pernikahan ini disudahi saja, supaya kedua belah pihak sama-sama merasa tenang. Puteri saya memang terlalu mencintai putera kalian, sampai-sampai puteri saya buta akan segalanya tapi Insya Allah, saya akan lebih memberi pengertian lagi kepada Syfa," seru Abi Idris.


"Tidak Abi, Abbad sudah memikirkan semuanya. Abbad minta maaf, Abbad akan berusaha merubah sifat Abbad menjadi lebih baik lagi jadi Abbad mohon beri Abbad satu kesempatan supaya Abbad bisa menebus semua kesalahan Abbad," seru Abbad memelas.


"Tidak, sudah cukup sampai disini saja saya akan mencabut anak saya dan membawanya pulang."


"Tapi Abi----"

__ADS_1


"Semua keputusan ada di tangan Syfa, kita tunggu saja sampai Syfa sehat kembali," seru Papa Abbad.


Semuanya terdiam, tapi pada akhirnya semuanya setuju dengan ucapan Papanya Abbad keputusan akhir ada di tangan Syfa.


***


Malam pun tiba...


"Ma, ada apa ini? kok Mama masak banyak? apa malam ini akan ada tamu ya ke rumah kita?" tanya Sarah.


"Iya Sayang, malam ini bakalan ada tamu jadi sekarang kamu siap-siap sana."


"Siap-siap? memangnya tamunya siapa?"


"Pokoknya rahasia, nanti juga kamu akan tahu. Sudah sana siap-siap sebentar lagi tamunya datang."


"Tapi Ma---"


"Sarah, nurutlah kepada Mamamu," seru Papa Sarah.


"Baiklah Pa."


Dengan perasaan bingung, akhirnya Sarah pun menuruti perintah Mamanya untuk berganti pakaian. Tidak lama kemudian, sebuah mobil pun berhenti di halaman rumah Sarah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Ayo Mbak, Nak Alwi, Nak Fazri, silakan masuk!" seru Mama Sarah.


"Iya terima kasih."


"Silakan duduk."


"Sebentar ya, saya panggilkan Sarah dulu."


Beberapa saat kemudian, Sarah dan Mamanya pun datang betapa terkejutnya Sarah melihat siapa tamu yang datang.


"Umi, Mas Alwi, Mas Fazri," seru Sarah.


"Sarah sini duduk, Sayang," seru Papa Sarah.


Sarah tampak bingung. "Ada apa Pa?" tanya Sarah kembali.


"Begini Sarah, Nak Fazri ini sudah beberapa kali menemui Papa dan Nak Fazri ini ingin melamar kamu untuk menjadi istrinya."


"Apa?"


Sarah sangat terkejut apalagi saat mendengar Fazri sudah beberapa kali menemui Papanya, Sarah sama sekali tidak tahu.


"Nak Sarah, Umi dan Alwi kesini mewakili kedua orangtua Fazri karena orangtua Fazri sudah meninggal. Umi ingin melamar kamu untuk Fazri, apa kamu mau menerima Fazri?" seru Umi Khadijah.


Sarah tampak terdiam, sementara itu semuanya melihat ke arah Sarah menunggu jawaban dari mulut Sarah. Sarah yang awalnya menundukan kepalanya, kemudian mengangkat kepalanya dan menatap Fazri.


"Mas Fazri, Sarah itu seorang janda Sarah pernah gagal dalam membina rumah tangga dan Sarah juga bukanlah wanita sholehah. Bolehkah Sarah bertanya kepada Mas Fazri?"


"Tentu saja," sahut Fazri.


"Apa yang membuat Mas Fazri ingin menikahi Sarah?"


Fazri pun membalas tatapan Sarah. "Aku mencintaimu karena Allah, dan aku ingin menikahimu juga karena Allah jadi tidak ada alasan kenapa aku ingin menikahimu karena semuanya aku lakukan karena Allah," sahut Fazri mantap.


Semua orang disana terlihat tersenyum, terutama Alwi. Dia sangat bangga kepada Fazri karena dalam waktu singkat Fazri langsung bisa memahami semuanya dan tidak sia-sia Alwi mengajarinya setiap hari mengenai agama.

__ADS_1


Sarah kembali menundukan kepalanya...


"Apa kamu bisa berjanji akan menjaga dan menyayangi Sarah dengan sepenuh hati kamu? karena saya tidak mau kejadian kemarin terulang lagi," seru Papa Sarah.


"Insya Allah saya akan menjaganya dan menyayangi Sarah dengan sepenuh hati saya."


"Bagaimana Sarah? apa jawaban kamu? Papa dan Mama tidak akan memaksa kamu lagi, semuanya Papa serahkan kepadamu. Ingat, kamu juga jangan memaksakan diri untuk menerima kalau hati kamu tidak mau karena kami tidak mau sampai menyiksa hati dan perasaan kamu lagi," seru Papa Sarah.


"Pikirkan baik-baik Nak, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena kami akan menghargai keputusan kamu," sambung Mama Sarah.


Sarah terdiam, seketika suasana menjadi hening bahkan saat ini Fazri terlihat meremas kedua tangannya saking gugupnya dan takut jalau Sarah menolaknya.


Beberapa saat kemudian, Sarah pun mengangkat kepalanya dan kembali menatap Fazri. "Bismillahirrohmanirrohim, iya Sarah menerima lamaran Mas Fazri," sahut Sarah.


"Alhamdulillah."


"Kamu serius sayang? kamu sudah memikirkannya baik-baik?" tanya Papa Sarah.


"Insya Allah Pa, jauh sebelum kedatangan Mas Fazri, Sarah sudah melakukan shalat istikharah dan Alhamdulillah wajah Mas Fazri yang selalu hadir dalam mimpi Sarah dan Sarah yakin atas jawaban dari Allah itu kalau jodoh Sarah yang sebenarnya itu adalah Mas Fazri," sahut Sarah dengan senyumannya.


"Alhamdulillah."


Semuanya mengusap wajah mereka masing-masing merasa sangat bersyukur.


"Nak Fazri, kapan rencananya Mas Fazri akan menikahi Sarah?" tanya Papa Sarah.


"Bagaimana kalau besok lusa? karena setelah itu, saya akan pergi ke luar kota untuk mengurus toko saya yang ada disana dan saya ingin sebelum berangkat, saya sudah sah bersama Sarah karena saya akan membawa Sarah juga kesana."


"Bagaimana Sarah?"


"Sarah terserah Mas Fazri saja, Sarah akan ikuti."


"Alhamdulillah."


Lagi-lagi mereka mengucapkan Hamdallah atas rasa syukur karena semuanya sangat dipermudah oleh Allah.


Benar yang dikatakan Alwi, sekuat apapun kita ingin memiliki sesuatu kalau itu bukan ditakdirkan untuk kita maka kita tidak akan pernah mendapatkannya. Tapi sekuat apapun kita menolak sesuatu kalau itu sudah ditakdirkan untuk kita maka itu akan menkadi milik kita.


Maka libatkanlah Allah disetiap urusan kita, karena Allah akan tahu apa dan siapa yang terbaik untuk kita.


🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2