Bidadari Surga Untuk Alwi

Bidadari Surga Untuk Alwi
Bab 7 "BSUA"


__ADS_3

🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Setelah pulang dari pondok pesantren, Syfa justru semakin menjadi-jadi bahkan dia kesal kepada Alwi karena dianggap sudah menyinggung perasaannya.


"Mas, kenapa tadi Mas bahas masalah seperti itu? apa Mas ingin menyinggung aku?" seru Syfa.


"Dalam urusan ceramah tidak ada kata menyinggung tapi kalau ada yang merasa tersinggung, itu artinya orang itu masih punya perasaan dan berharap akan berubah."


Alwi pun meninggalkan Syfa dan masuk ke dalam kamar mandi, Syfa mengotak-ngatik ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Abbad.


📩"Mas, bisakah kita bertemu? ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu."


Abbad yang saat ini sedang santai langsung membaca pesan dari Syfa, Abbad memang sudah merubah nama Syfa supaya Sarah istrinya tidak curiga.


Abbad sebenarnya masih mencintai Syfa juga tapi Abbad terpaksa harus menerima perjodohannya dengan Sarah lantaran orangtua Abbad dulu punya hutang budi kepada orangtua Sarah. Entah apa hutang budi itu, yang jelas orangtua Abbad dan Sarah akan menikahkan anak-anaknya saat mereka sudah dewasa.


Abbad terlihat berpikir sejenak, hingga akhirnya Abbad pun memutuskan untuk menemui Syfa.


"Sayang, Mas ada urusan dulu sebentar ga lama kok setelah urusan Mas selesai, Mas segera pulang," seru Abbad.


"Baiklah Mas, Mas hati-hati," sahut Sarah.


Sarah pun mencium punggung tangan Abbad, begitu pun dengan Abbad yang mencium kening Sarah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Abbad pun segera pergi meninggalkan rumahnya, sementara itu Syfa pun sudah bersiap-siap.


"Mau kemana?" tanya Alwi yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ada urusan, nanti kalau pulangnya kemalaman aku pulang ke rumah Umi saja."


"Urusan apa?"


"Apaan sih, pengen tahu urusan orang. Aku saja tidak pernah kepo dengan urusan Mas," ketus Syfa.


Syfa pun pergi tanpa mencium punggung tangan Alwi dan tanpa mengucapkan salam juga.


"Astagfirullahaladzim."

__ADS_1


Alwi mengusap wajahnya, Alwi pun terduduk di sofa merenungi semuanya.


"Ya Allah, apakah mimpi itu pertanda kalau Syfa bukanlah jodoh terbaik untuk hamba? apakah hamba harus mengakhiri semua ini?" gumam Alwi.


Syfa pun menemui Abbad menggunakan taksi online, Syfa tidak tahu kalau Alwi mengikutinya dari belakang. Alwi ingin tahu apa yang akan Syfa lakukan supaya Alwi punya alasan untuk memulangkan Syfa kepada orangtuanya.


Ternyata Syfa berhenti di sebuah restoran, Syfa segera masuk ke dalam restoran itu begitu pun dengan Alwi yang mengikuti Syfa masuk ke dalam restoran.


"Mas Abbad."


"Syfa."


Abbad bangkit dari duduknya dan berniat untuk menyambutnya tapi diluar dugaan, Syfa malah berlari dan memeluknya membuat Abbad seketika melongo dan terkejut dengan perlakuan Syfa.


Alwi yang baru saja masuk ke dalam restoran langsung menundukan kepalanya sembari di dalam hatinya terus mengucapkan istighfar.


"Sy--Syfa jangan seperti ini nanti ada yang melihat kita," seru Abbad gugup dan berusaha melepaskan pelukannya.


Syfa pun dengan terpaksa melepaskan pelukannya, matanya sudah berkaca-kaca.


"Ya Allah Syfa, kamu kenapa? sini duduk dan cerita sama aku, apa suamimu berbuat kasar kepadamu?" tanya Abbad.


Syfa menggelengkan kepalanya....


"Terus kamu kenapa?"


"Tapi Syfa, ikhlas tidak ikhlas tetap kamu harus mengikhlaskan karena sekarang Mas sudah punya istri begitu pun dengan dirimu yang sudah mempunyai suami."


Alwi duduk di salah satu meja dengan posisi membelakangi Syfa dan juga Abbad.


"Apa sekarang Mas sudah tidak mencintaiku lagi? apa Mas sudah lupa akan janji yang sudah Mas katakan kalau Mas akan mencintaiku sampai akhir hayat Mas. Kenapa Mas mengumbar janji kalau pada akhirnya Mas tidak bisa menepatinya?" seru Syfa dengan deraian airmata.


Abbad sungguh tidak tega melihat Syfa sampai menjatuhkan airmatanya, apalagi Abbad sudah menjalin hubungan dengan Syfa selama satu tahun lamanya tidak mudah untuk Abbad melupakan Syfa bahkan kalau boleh jujur rasa cinta untuk Syfa masih ada walaupun tidak sebesar dulu.


Abbad pun menghapus airmata Syfa dengan lembut. "Terus apa yang harus Mas lakukan supaya kamu mau memaafkan semua kesalahan Mas?" tanya Abbad.


Syfa menatap mata Abbad. "Nikahi aku Mas."


"Apa?"


Abbad terkejut dengan ucapan Syfa, begitu pun dengan Alwi yang merasa sedikit tersentak dengan ucapan istrinya itu tapi Alwi masih tetap tenang tidak terpancing emosi.


"Mas, bukanya seorang pria itu diperbolehkan mempunyai istri lebih dari satu? dan aku siap kalau aku harus menjadi istri kedua Mas."


"Iya kalau aku diberikan izin oleh Sarah, tapi sepertinya itu tidak mungkin karena Sarah tidak akan mau di Poligami."


"Kita menikah diam-diam saja, istri Mas tidak usah tahu."


Akibat dibutakan oleh cinta membuat Syfa hilang akal, dia lupa dia itu siapa, dia lupa kalau saat ini dia sudah menjadi seorang istri. Syfa mengabaikan nama besar Abinya, kelakuannya sungguh tidak mencerminkan wanita yang beragama.

__ADS_1


Setelah mendengar semuanya, perlahan Alwi bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan restoran itu. Alwi segera masuk ke dalam mobilnya, sesaat Alwi terlihat termenung di dalam mobilnya.


"Ya Allah, ternyata perasaan hamba selama ini benar kalau Syfa memang bukan seorang wanita shalehah maafkan hamba ya Allah kalau hamba tidak bisa menepati janji hamba kepada engkau, maafkan hamba ya Allah karena hamba sudah berdosa kepada engkau," gumam Alwi.


Alwi pun mulai melajukan mobilnya, mungkin kalau Alwi tidak punya pegangan agama, Alwi sudah menghampiri Syfa dan memarahi Syfa disana tapi tidak untuk Alwi karena itu bukan perbuatan terpuji mengumbar aib di depan orang banyak.


"Mas, kenapa diam saja? kamu tidak mau ya menikah denganku?" kesal Syfa.


"Bukan begitu Syfa, tapi Mas tidak bisa memutuskannya sekarang, Mas butuh memikirkannya dulu karena Poligami itu bukan perkara yang gampang."


"Baik aku akan menunggu jawaban dari Mas, aku harap Mas mau mengabulkan permintaanku ini."


"Tapi kamu juga harus memikirkan suami kamu, karena nantinya perbuatan yang kita lakukan akan membuat banyak orang sedih dan patah hati."


"Masalah Mas Alwi gampang, asalkan kamu mau menikah denganku, aku akan langsung meminta cerai kepada Mas Alwi."


Akhirnya setelah sekian lama Syfa dan Abbad saling berbincang, Abbad pun mengajak Syfa pulang walaupun Abbad tahu Syfa sangat tidak mau pulang dan Abbad harus membujuknya.lup


Abbad tidak mau sampai istrinya curiga karena tadi Abbad pamitan kepada Sarah hanya pergi sebentar. Abbad pun mengantarkan Syfa pulang ke rumah orangtuanya karena itu adalah permintaan Syfa sendiri.


"Terima kasih Mas, aku harap Mas cepat-cepat memikirkan jawabannya karena aku tidak mau menunggu lama," seru Syfa.


"Iya Syfa."


Abbad pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan rumah Syfa.


🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2