
π
π
π
π
π
Akhirnya setelah perjalanan panjang Alwi untuk mencari bidadari surganya, atas kesabaran dan keikhlasan hatinya akhirnya Alwi mendapatkannya.
Annisa Nur Jannah adalah perempuan cantik dengan didikan agama yang kuat membuatnya menjadi perempuan yang sholehah.
Berawal dari saling mengagumi satu sama lain hingga akhirnya takdirnya menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan yang suci dan sekarang Alwi dan Annisa sudah diberikan keturunan seorang bayi perempuan yang sangat cantik.
"Subhanallah, Aleena sangat cantik mirip Uminya," seru Alwi.
Saat ini Annisa sedang menyusui Aleena dan ditemani suaminya, Annisa masih berada di rumah sakit baru nanti lusa Annisa diperbolehkan pulang.
"Semoga Aleena tumbuh menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada kedua orangtuanya," sahut Annisa.
"Amin, Insya Allah sayang karena kita harus menanamkan keimanan di diri Aleena sejak kecil supaya disaat tumbuh dewasa nanti Aleena Insya Allah menjadi anak yang sholehah," seru Alwi.
Aleena menjadi primadona dalam keluarga, semua keluarga sangat menyayangi Aleena bahkan Addiba dan Sarah tidak pernah absen menjenguk Aleena.
Kedua wanita itu sangat mendambakan kehadiran seorang anak, tapi Allah belum mengabulkan do'a-do'a mereka. Mereka hanya bisa pasrah menerima setiap ketentuan Allah dan percaya akan kebesaran Allah yang penting untuk saat ini mereka tidak berhenti berdo'a dengan diselingi ikhtiar juga.
***
Satu minggu kemudian....
Saat ini di pondok pesantren sedang sibuk, karena akan diadakan aqiqahan untuk Aleena. Semua orang tampak antusias, bahkan semua santri dan santriwati pun menyambut bahagia kelahiran baby Aleena.
Pengajian pun berjalan dengan lancar, setelah selesai acara semuanya berkumpul di rumah kedua orangtua Annisa.
"Aleena sudah tidur sayang?" tanya Alwi.
"Sudah Mas."
Annisa duduk di samping Alwi, tapi Annisa merasa heran dengan Sarah dan Addiba yang dari tadi hanya diam saja tidak banyak bicara.
"Sarah dan Kak Diba kenapa? kok Nisa perhatikan dari tadi kalian diam saja tidak banyak bicara?" seru Annisa.
__ADS_1
"Kepala Kakak pusing sekali Nisa," sahut Addiba.
"Kakak sudah minum obat?"
"Sudah, tadi Mas Lukman sudah membawakan obat."
"Sayang, kamu istirahat saja ya jangan memaksakan diri," seru Lukman.
"Yang dikatakan Kak Lukman benar, sebaiknya Kak Diba istirahat," seru Alwi.
"Ya sudah, maaf ya semuanya Addiba istirahat duluan."
Semuanya pun menganggukan kepalanya dan Lukman pun memapah Addiba masuk ke dalam kamarnya. Lain halnya dengan Sarah yang dari tadi mondar-mandir terus ke kamar mandi karena dia merasa mual.
"Sayang, kita periksa saja," seru Fazri.
Annisa pun menghampiri Sarah....
"Sar, jangan-jangan kamu hamil."
"Apa?"
"Iya, soalnya dulu aku juga seperti itu. Coba deh sekarang Mas Fazri ke apotek beli testpack untuk membuktikan saja sebelum besok diperiksa," usul Annisa.
"Baiklah, aku pergi ke apotek dulu. Sayang kamu tunggu dulu ya sebentar, Nis tolong jaga Sarah ya."
Fazri menghentikan langkahnya. "Dua? buat siapa satu lagi?"
"Buat Kak Diba, soalnya aku juga curiga sama dia."
"Oke."
Fazri pun segera pergi menuju apotek terdekat untuk membeli testpack. Tidak membutuhkan waktu lama, Fazri pun sudah kembali. Annisa menyuruh Sarah dan Addiba untuk mengetesnya, semua orang tampak menunggu dengan perasaan cemas.
Apalagi Lukman dan Fazri, mereka takut hasilnya tidak yang diharapkan. Bagi mereka berdua tidak masalah kalau istri mereka belum dipercaya untuk hamil tapi batin dan hati istrinya yang mereka khawatirkan.
Ceklek...
Sarah dan Addiba pun keluar dari dalam kamar mandi, wajah keduanya terlihat murung dan itu membuktikan kalau hasilnya tidak yang mereka harapkan. Fazri dan Lukman pun memeluk istri mereka masing-masing.
"Kamu yang sabar ya, aku yakin Allah akan segera memberikan momongan kepada kita," seru Fazri.
"Jangan sedih, kita terus saja berdo'a dan berikhtiar," seru Lukman.
__ADS_1
Annisa menghampiri Sarah dan Addiba. "Sabar ya, aku yakin kalian akan segera diberikan momongan," seru Annisa.
Sarah dan Addiba tersenyum, kemudian mereka melepaskan pelukannya. Sarah dan Addiba memperlihatkan testpack yang berharis dua itu.
"Alhamdulillah, kita berdua positif hamil," seru Sarah.
Semua orang terkejut dan akhirnya bahagia dengan kabar kehamilan keduanya. Semuanya berpelukan dan bergantian mengucapkan selamat, akhirnya kedua wanita itu hamil juga.
Lengkap sudah kebahagiaan mereka, akhirnya semuanya berakhir dengan kebahagiaan.
Alwi merangkul Annisa dan menatap semua orang yang ada disana. " Satu pesan yang mau aku sampaikan, JANGAN MENUNGGU BAHAGIA BARU BERSYUKUR, TAPI BERSYUKURLAH MAKA KAMU AKAN BAHAGIA."
---END---
π
π
π
π
π
Alhamdullah akhirnya tamat juga, terima kasih untuk para reader yang sudah setia dan sudi mampir di karyaku yang receh ini. Terima kasih juga yang sudah memberikan gift dan votenya, semoga Allah melimpahkan rezeki yang banyak untuk kalian semua.
Untuk yang menunggu PESONA SI GADIS CULUN SEASON 2, ditunggu ya karena akan segera launching juga setelah MY BEAUTIFULL BODYGUARD tamat.
Sampai jumpa lagi di novel terbaru Author, Love you Allππππ
Ini judul novel terbarunya, ditunggu ya guys.
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU