
🕌
🕌
🕌
🕌
🕌
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, tidak disangka saat ini Annisa dan Alwi sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka.
Annisa sudah tidak melanjutkan lagi kuliahnya karena Annisa ingin menurut kepada Alwi yang harus fokus mengurus anaknya dan sebagai istri yang penurut, Annisa menuruti semua perkataan suaminya.
Saat ini Annisa sudah berada di ruangan rawat inap karena dari semalam, Annisa sudah merasakan kontraksi tapi sampai saat ini sudah pukul delapan pagi, Annisa masih belum melahirkan karena kata Dokter Annisa baru mengalami pembukaan lima.
Alwi duduk di samping Annisa dengan terus mengusap perut Annisa sembari dia mengaji. Tiba-tiba Annisa menggenggam tangan Alwi yang sedang mengelus perutnya itu.
"Sakit Mas."
Alwi menghentikan ngajinya dan menoleh ke arah Annisa.
"Banyak-banyak istighfar sayang, supaya dimudahkan dan dilancarkan segalanya," seru Alwi dengan terus mengusap perut Annisa.
Rasa sakit yang Annisa rasakan semakin terasa menyakitkan, hingga akhirnya karena Alwi tidak tega, Alwi pun memanggil Dokter dan ternyata Annisa memang sudah saatnya melahirkan.
Annisa pun dibawa ke ruangan bersalin, semua orang sudah menunggu dengan perasaan yang cemas bahkan Sarah dan Fazri pun sudah datang.
"Ayo Bu, tarik napas dan hembuskan secara perlahan. Rileks saja jangan khawatir," seru Dokter.
__ADS_1
"Ayo sayang kamu pasti bisa, Allah selalu bersama kita," bisik Alwi di telinga Annisa.
Akhirnya setelah Annisa mengikuti intrupsi dari Dokter, Annisa pun mulai berusaha mengeluarkan buah cintanya bersama Alwi. Keringat sudah bercucuran di wajah cantik Annisa, sedangkan Alwi tidak henti-hentinya melafalkan ayat-ayat suci Al-qur'an di telinga Annisa.
Oek..oek..oek...
Akhirnya seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan lahir dengan selamat dan sempurna tanpa kekurangan satu apa pun.
"Alhamdulillah."
Alwi menciumi seluruh wajah istrinya itu, bahkan saat ini Alwi tampak meneteskan airmatanya sungguh perjuangan seorang Ibu sangatlah besar.
"Terima kasih Sayang, kamu sudah berjuang demi anak kita."
Annisa pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya, setelah dibersihkan seorang perawat pun memberikan puteri cantik itu kepada Alwi untuk di adzani, Alwi pun langsung mengadzani puterinya itu.
Setelah semuanya selesai, Annisa pun dipindahkan ke ruangan rawat inap. Semua orang menyambut kelahiran puteri pertama Annisa dan Alwi itu dengan suka cita.
"Iya Sar, Kakak juga jadi ingin mempunyai yang seperti ini," sahut Addiba.
"Sabar, kita pasti akan mendapatkannya," seru Lukman menenangkan istrinya.
"Maaf Mas, Sarah juga belum bisa memberikan Mas keturunan," keluh Sarah dengan wajah sedihnya.
Fazri merangkul Sarah dan menciumi kepala Sarah. "Jangan banyak pikiran, masih banyak waktu jadi kamu jangan khawatir. Kita harus sabar karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar," sahut Fazri.
"Betul sekali, semuanya sudah dituliskan dan ditentukan oleh Allah. Kalau saat ini do'a kita belum dikabulkan dengan cepat oleh Allah, maka Allah akan mengabulkannya di waktu yang tepat. Jangan berhenti berdo'a dan teruslah berdo'a tentu saja harus diiringi dengan ikhtiar juga," seru Alwi.
"Iya pasti."
__ADS_1
"Oh iya, namanya siapa ini?" tanya Addiba.
"Aleena Khoirunnisa," sahut Alwi.
"Jadilah anak yang sholehah Nak dan bisa menjadi kebanggaan keluarga," seru Abah Abdullah.
"Amin."
Semuanya sangat bahagia dengan kelahiran baby Aleena, semoga dengan lahirnya Aleena bisa memancing Adiba dan Sarah untuk mendapatkan keturunan juga.
🕌
🕌
🕌
🕌
🕌
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU