Bidadari Surga Untuk Alwi

Bidadari Surga Untuk Alwi
Bab 12 "BSUA"


__ADS_3

🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Keesokan harinya...


Annisa baru saja sampai di kampusnya dan suasana kampusnya sangat ramai karena hari ini akan ada tabligh akbar dengan penceramah seorang Ustadz muda dan juga tampan.


Annisa kuliah di Univeritas Islam jadi memang setiap bulan biasanya di kampus itu akan mengadakan tabligh akbar.


Annisa melihat Sarah sedang duduk sendirian di kursi taman.


"Assalamualaikum Sarah."


"Waalaikumsalam."


"Loh, kamu kenapa? kok mata kamu sembab seperti itu?" tanya Annisa.


"Mas Abbad tidak pulang lagi Nis, aku sebenarnya curiga sama Mas Abbad sepertinya Mas Abbad menyembunyikan sesuatu sama aku."


"Kamu sudah pernah menanyakannya?" tanya Annisa.


"Sudah, tapi Mas Abbad malah suka marah sama aku dan dia selalu bilang capek. Padahal dulu Mas Abbad tidak seperti itu."


Annisa memeluk sahabatnya itu. "Sudahlah, lebih baik kamu banyak-banyak beristighfar dan berdo'a mudah-mudahan suami kamu kembali lagi seperti dulu."


"Amin."


Di lapangan semua Mahasiswa maupun Mahasiswi sudah berkumpul menunggu kedatangan sang penceramah. Annisa dan Sarah pun duduk di salah satu kursi kosong dan tanpa diduga ternyata lagi-lagi ada Syfa disitu.


Syfa terlihat tersenyum sinis kepada Annisa dan Sarah, keduanya tidak ada pilihan lagi akhirnya duduk bersebelahan dengan Syfa.


Tiba-tiba sorak-sorai para Mahasiswi menggema diseluruh sudut kampus disaat Alwi datang dan naik ke atas panggung. Memang pesona Alwi sungguh luar biasa, siapa yang tidak mau mempunyai suami paket komplit seperti Alwi sudah sholeh, tampan pula.


"Nis, bukanya Ust.Alwi suaminya wanita itu?" bisik Sarah.


"Sudah cerai," sahut Annisa dengan berbisik juga.


"Astagfirullah, wanita itu benar-benar ya menyia-nyiakan suami seperti Ust.Alwi dan aku yakin yang tidak baik itu si wanitanya," seru Sarah kembali.


"Ssttt...sudah jangan bicara lagi, sekarang kita dengarkan saja ceramahnya Ust.Alwi," sahut Annisa.

__ADS_1


"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatu."


"Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarrakatu."


"Selamat pagi teman-teman semuanya, di pagi yang cerah ini temanya kali ini adalah mengenai rumah tangga. Mungkin teman-teman sekalian disini sudah ada yang menikah dan banyak juga yang belum menikah, jadi untuk teman-teman mari hari ini kita sama-sama belajar supaya teman-teman kalian lebih tahu lagi apa yang harus dilakukan dalam rumah tangga maupun apa yang harus kalian jauhi."


"Ada beberapa kewajiban seorang istri kepada suaminya, teman-teman ada yang tahu apa saja kewajiban istri terhadap suaminya?" tanya Alwi.


Semuanya tampak menggelengkan kepalanya membuat Alwi tersenyum.


"Ada beberapa kewajiban seorang istri terhadap suaminya diantaranya. Yang pertama, istri harus taat dan patuh kepada suami. Setiap istri diwajibkan untuk taat kepada suaminya dalam hal apapun, istri harus mematuhi setiap apa yang dikatakan oleh suaminya dalam artian, selama si suami memerintahkan dalam kebaikan maka ikutilah, tapi kalau si suami sudah memerintahkan dalam kemaksiatan maka seorang istri wajib menolaknya."


"Kedua, menyenangkan hati suami. Menyenangkan hati suami tidaklah sulit, teman-teman sekalian bisa melakukannya dengan cara-cara yang sederhana seperti memasak makanan kesukaan suami, menghabiskan waktu bersama, dan memberikan tampilan yang sesuai dengan keinginan suami. Contoh, berdandanlah yang cantik untuk suamimu."


"Ketiga, selalu menjaga nama baik suami. Dalam sebuah hubungan rumah tangga pasti selalu ada yang namanya permasalahan, ketika ada masalah dengan seorang suami maka seorang istri tidak diperkenankan apalagi mengumbarnya kepada orang lain, dijadikan status dalam sosial media, itu merupakan aib dalam rumah tangga jadi sebaiknya disaat rumah tangga kita sedang bermasalah, hendaklah selesaikan bersama-sama, PAHAM!"


"Paham Ustadz," sahut semuanya secara bersamaan.


"Keempat, kewajiban seorang istri adalah bisa meredakan kemarahan suami. Terkadang tanpa teman-teman ketahui, suami pun akan mengalami masalah baik itu dengan teman, saudara, keluarga, bahkan pekerjaan. Nah, teman-teman sebagai seorang istri sebaiknya bisa meredakan kemarahan suami dengan mengajaknya berbicara dan mendengarkan keluh kesah suami karena sudah kewajiban seorang istri untuk terus menemani suami dalam keadaan apapun."


"Kelima, melayani suami di atas ranjang. Kebanyakan permasalahan suami istri itu terletak pada poin lima ini. Kebanyakan seorang istri menolak saat suami meminta haknya dikarenakan ada masalah dalam ekonomi. Coba tunjuk tangan, siapa diantara teman-teman yang sudah menikah yang suka menolak ajakan suami karena si suami tidak punya pekerjaan dan tidak menghasilkan uang?" tanya Alwi.


Ternyata hampir kebanyakan mengangkat tangannya dan itu lagi-lagi membuat Alwi tersenyum.


"Teman-teman, disaat teman-teman menolak suami untuk berhubungan maka malaikat akan melaknat teman-teman sekalian sampai pagi hari, Naudzubillahimindalik apakah teman-teman mau seperti itu?"


"Nah, maka dari itu jangan sekali-kali menolaknya kecuali teman-teman dalam keadaan haid dan nifas."


"Aku bukannya menolak lagi, bahkan aku melarang Mas Alwi untuk menyentuhku dan selama berbulan-bulan menikah hanya waktu talak saja Mas Alwi menyentuhku," batin Syfa.


Tiba-tiba Annisa mengangkat tangannya membuat Syfa melihat kesal kepada Annisa.


"Assalamualaikum Pak Ustadz, bolehkah saya bertanya?" tanya Annisa.


"Boleh, silakan."


"Seberapa besar pahala bagi seorang istri yang taat kepada suaminya?" tanya Annisa.


"Dikisahkan ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah dan berkata seperti ini."


"Wahai Rasulullah, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap Tuan untuk menanyakan tentang sesuatu. Berperang itu diwajibkan Allah hanya untuk kaum laki-laki jika mereka terkena luka, maka mereka akan mendapatkan pahala dan kalau terbunuh, maka mereka akan hidup disisi Allah lagi dicukupkan rezekinya dengan buah-buahan surga. Dan kami kaum wanita selalu melakukan kewajiban terhadap mereka yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka, lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?"


"Mendengar itu, Rasulullah pun bersabda:"


"Sampaikanlah kepada wanita-wanita yang kamu jumpai, bahwa taat kepada suami dengan kesadaran yang penuh maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah tapi sayangnya sedikit sekali dari kamu yang menjalankannya," seru Alwi dengan menatap sekilas ke arah Syfa.


"Jadi intinya, pahala untuk istri yang taat kepada suami pahalanya sebanding dengan pahala membela agama Allah. Subhanallah, surga jaminannya teman-teman tapi sayang di zaman seperti sekarang ini sangat sulit menemukan istri seperti itu, bahkan banyak sekali istri yang tidak bisa menjaga dirinya saat suami tidak ada di rumah."

__ADS_1


Semua Mahasiswi yang hadir disana menundukan kepalanya termasuk juga Syfa, mereka menyadari kalau saat ini mereka belum bisa taat kepada suaminya.


Akhirnya Alwi pun mengakhiri tausyiahnya pagi ini, semua Mahasiswa dan Mahasiswi mulai bubar satu persatu termasuk Annisa dan Sarah.


"Sar, aku ke toilet dulu ya," seru Annisa.


"Oke, aku tunggu disini."


Annisa pun melangkahkan kakinya menuju toilet tapi disaat Annisa akan masuk ke dalam toilet dari arah pintu toilet pria muncul Alwi sehingga Annisa langsung menghentikan langkahnya dan menundukan kepalanya.


Alwi tersenyum dan tanpa menyapa Annisa, Alwi pun pergi dari toilet itu. Annisa segera masuk kemudian memegang jantungnya yang seakan ingin copot itu.


Sungguh untuk pertama kalinya Annisa merasakan jantungnya berdebar disaat dekat dengan seorang laki-laki apalagi laki-laki yang selama ini dia kagumi.


Alwi segera melangkahkan kakinya menuju parkiran.


"Mas, Mas Alwi tunggu!" panggil Syfa.


Alwi pun menghentikan langkahnya, tapi Alwi tidak berniat untuk membalikan tubuhnya karena Alwi tahu itu adalah Syfa.


"Mas, maafkan aku karena selama menjadi istri Mas aku belum bisa melakukan yang terbaik," seru Syfa.


"Semua yang dilakukan karena terpaksa tidak akan bisa menjadi baik, dari awal aku tahu kamu mau menikah denganku karena terpaksa dan aku tahu kita tidak boleh memaksakan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak dia sukai, jadi lupakan saja. Kalau pernikahan kita tetap dilanjutkan kita berdua hanya akan menumpuk dosa, kamu berdosa karena sudah mengkhianati suamimu begitupun aku akan berdosa karena menahan kamu untuk tetap berada di sampingku. Assalamualaikum."


Alwi pun melanjutkan langkahnya dan segera masuk ke dalam mobilnya, sementara itu Syfa tersentak saat mendengar Alwi kalau dia mengkhianatinya, berarti selama ini Alwi sudah tahu dengan kelakuannya.


🕌


🕌


🕌


🕌


🕌


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2