Bidadari Yang Tersembunyi

Bidadari Yang Tersembunyi
Pipi kanan dan kiri


__ADS_3

Dera sedang berkumpul bersama keluaga kecil kakaknya,,ada mama sedang menggendong si bungsu yang berusia 3 tahun..Nisa dan Lisa adalah anak kembar kakak berusia 7 tahun,,kemudian si bontot Mia yang di gendong mama...


Kakak iparnya tugas keluar kota,,kak Dita sedang libur dan Dera sudah cuti dua hari ,jadi mama memasak banyak makanan tuk menikmati liburan,,


"tante kapan kita berenang lagi?"tanya Nisa ponakannya..


"nanti ya Nisa,hotel tempat tante kerja lagi di benerin,,nanti deh tunggu kolam renangnya yang baru selesai tante ajak lagi" jelas Dera


Memang biasanya Dera sering mengajak ketiga ponakannya itu berenang di sana..


Ponsel nya berbunyi,,,


"Ya hallo pak Al?"Dera tahu itu pak Albert yang telepon


"maaf mengganggu waktu libur kamu ya der.".ujar pak Albert


"tapi ini mendesak,,aku mau nanti malam jam 7 kamu temani aku ke Singapura karena pak Direktur suruh membawa berkas2 yang penting,,tiket sudah ku siapkan" kata Albert


"wah malam ini pak!!Dera terkejut


" iya der,,kita berangkat berdua"


"tolong ya!!"tambah Albert


tak mungkin Dera menolak,,ini sama dengan kerja juga..


" baiklah pak,saya akan bersiap2" kata Dera


Albert sudah ada di bandara saat Dera tiba,,untung taksinya tadi tidak macet.


Jam 7 tepat mereka sudah naik pesawat..


hanya berselang beberapa waktu mereka berdua sudah tiba di Singapura..


Di perjalanan Albert menjelaskan tugas-tugas yang akan mereka lakukan disana..


"tapi pak saya belum membuat persiapan untuk konsep persentase besok"ujar Dera

__ADS_1


"Nanti saya jelaskan garis besarnya ya,,setelah itu kamu improvisasi sendiri"


"saya yakin kamu bisa dera"ucap Albert coba meyakinkan Dera..


Karena sudah malam Albert dan Dera beristirahat di kamar hotel masing-masing yang telah di siapkan..


Dera membersihkan dirinya dan bersiap tidur waktu hampir jam 10 malam..


tok tok tok


pintu berbunyi mengejutkan Dera


"siapa ya malam- malam" pikirnya


"Ta da!! " wajah David sumingrah berjalan masuk tanpa permisi..


"kamu udah makan belum?" David bertanya


"kamu kenapa disini malam-malam vid" tanya Dera balik..


"Ya ampun Dera,ini bukan di kotamu,,gak semua orang suka bergunjing" ujar David sambil mengeluarkan makanan yang dia bawa


"Sini duduk temani aku makan ,aku belum sempat makan seharian"ujarnya lagi


Dera tak tega mengusirnya dari kamar,,lagian Dera juga sedikit merasa lapar..


David menghabiskan makanan yang di bawanya tadi,benar- benar kelaparan...


"bagaimana sih ,,masak Direktur kelaparan" ejek Dera


"aku sedang sibuk sekali Der,,maklumlah pria sukses" ucap David bercanda


"iya iya pak Dirut"balas Dera


" kamu sudah di jelaskan oleh al tentang persentase besok?" tanya David lagi


"ya tadi sebagian sudah,,besok pagi kami akan bahas dulu sebelum acara jam 2 " jelas Dera

__ADS_1


"Albert,dia yang minta izin agar memberi kamu kesempatan persentase ,,kau tahu itu baik untuk karirmu ke depan" lanjut David


hmmm Dera diam mendengarnya


"Al itu salah satu mahasiswa pintar di kampus kami dulu,,selain aku"


"hah kamu mana mau kalah"timpal Dera


"Ya sudah ,sana keluar aku mau istirahat" usir Dera


"but i'm not done yet" memang bahasa David kadang bercampur


"apalagi?,nanti tersebar kabar aku dua- duaan dengan pria di hotel tau!!" Dera cemberut


"halah,,you just marry me,,done kan?"


"but ,,second wife yaaa!"kata David sambil tertawa...


"enak aja aku nih masih laku ya jadi the only one wife" ujar Dera sambil membuka pintu..


"awas jangan terlalu pilih-pilih jadi gadis tua loh"David berkata sambil berjalan ke arah pintu..


"ok..kau pergilah tidur" cuupp tiba -tiba David mengecup pipi Dera kanan dan kiri..


Dera yang terkejut terdiam tak bereaksi..jantungnya berdegup kencanggg..dug dug dug


David berlalu dengan senyum mengembang...


Dera yang masih di atas kasur gelisah ,,dia membayangkan kejadian tadi..


"Ah David,,suka sekali bertindak aneh" ujar Dera


yang tak lama kemudian tertidur dengan senyuman..


David yang duduk di depan laptop tampak sedang berpikir...


David menyukai dera,,sedari dulu dia suka,,hingga saat ini dia tetap menginginkan Dera..tapi dia tak bisa memaksa Dera jadi kekasihnya,,biarlah yang penting dia bisa melihat senyum manis sahabat yang di cintainya itu...sambil membayangkan kelucuan Dera semasa muda dulu..

__ADS_1


__ADS_2